Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • visibility 584
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

*Oleh : Naufal Febrian

Di masa lalu, persoalan sehat-sakit acap orang pandang dalam dimensi hitam-putih. Bahwa kesehatan adalah lawan dari penyakit, atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Dan hal ini memang dapat kita terapkan secara lebih mudah. Namun, ia mengabaikan adanya rentang sehat-sakit.

Secara prinsip, pembangunan kesehatan adalah satu dari sekian banyak pembangunan berskala nasional maupun internasional. Ia diarahkan guna mencapai kesadaran, kemauan, serta kemampuan untuk hidup sehat bagi masyarakat.

Memang, konsep sehat-sakit tidaklah mutlak dan universal. Ada faktor lain di luar kenyataan klinis yang memengaruhinya, yakni faktor sosial budaya. Menurut banyak ahli, terutama dalam pemikiran filsafat, masalah sehat dan sakit adalah proses yang sangat berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Baik secara biologis, psikologis, maupun sosial budaya.

Teori klasik H. L. Bloom menyatakan bahwa ada 4 faktor yang memengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu gaya hidup, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor genetik.

Menurut WHO (1947), kondisi sehat dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental, dan sosial. Hematnya, kondisi sehat tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan beberapa karakteristik di mana ia mampu meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle, 1994). Beberapa di antaranya adalah memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh, memandang sehat secara internal dan eksternal, serta penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dari pengertian ini, maka kesehatan harus kita lihat dari satu kesatuan utuh, yang terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial. Di dalamnya pun termasuk kesehatan jiwa sebagai bagian integral daripada kesehatan.

Di zaman klasik, ilmu kesehatan berdasarkan filsafat alam. Sebagai contoh, ilmu kedokteran Cina mendasarkan fenomena sehat-sakit pada filsafat pergerakan unsur di alam. Namun demikian, cukup banyak pula penemuan berdasarkan pengalaman dan percobaan yang banyak manfaatnya dalam ilmu pengobatan.

Menurut ajaran filsafat dari Cina (Taoisme), sehat adalah gejala ketidakseimbangan unsur yin dan yang, baik antara manusia dengan alam semesta, maupun unsur-unsur yang ada pada kehidupan di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Bahwa sifat yin dan yang itu memang saling berlawanan. Namun, keduanya saling menghidupkan, saling mengendalikan, saling mempengaruhi, serta membentuk sebuah kesatuan yang dinamis.

Lebih luas lagi, perkembangan pengetahuan di bidang fisika dan biologi di akhir abad 20 telah ikut memengaruhi paradigma keilmuan ini. Dalam hal ini di wilayah kedokteran, pandangan terhadap manusia yang terlalu mekanistik dan dikotomik, yang memisahkan antara fisik dan psikis, telah bergeser menjadi lebih bersifat spritual dan memandang manusia secara holistik dan seimbang. Hal ini jelas berpengaruh, terutama di wilayah bioetika.

Kecenderungan bioetika sebelumnya yang lebih bersifat sekuler, otonom, dan pluralistik, hari ini, lebih disesuaikan dengan prinsip etika yang memperhatikan perspektif spiritualitas.

Dalam filsafat islam sendiri, berkembang sebuah aliran yang kita sebut teosofi. Dalam aliran ini, holisme kembali ditegaskan karena gagasannya tentang sifat ambigu eksistensi dan gerak substansial.

Yakni, bahwa keberadaan manusia senantiasa berada di antara satu tingkat dan tingkat lainnya dalam tangga keberadaan bergerak dari yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga ke yang sepenuhnya bersifat fisik dan material hingga bersifat ruhaniah. Dan bahwa sesungguhnya tak ada batas yang memisahkan keberadaan fisikal dengan yang bersifat mental, psikologis, maupun spritual.

Pembedaan sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pengalaman manusia tentang nilai, peran, penghargaan, dan pemahamannya terhadap kesehatan. Hal ini bermula dari dulu bahwa sesuatu yang kita banggakan sedang sakit adalah yang tidak bermanfaat.

Demikianlah sedikit seluk beluk kesehatan dalam ruang penalaran. Semoga dapat memberikan wawasan sebagai acuan untuk menelaah lebih lanjut paham terhadap sehat-sakit.

Nun Walqolami Wamaa Yasthurun.

*penulis merupakan alumni ponpes Al-Mujahidin Balikpapan dan aktif di IMM FKIK UMY

red : ARM | ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MIM Digdaya Bolon Peringati Hari Guru dengan Khidmat

    MIM Digdaya Bolon Peringati Hari Guru dengan Khidmat

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bolon, Colomadu – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional dengan khidmat Pada Selasa (25/11/2025). Acara spesial ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan seluruh siswai dan siswi dari kelas 1 hingga kelas 6. Kehadiran istimewa datang dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu, Bapak Seni Arianto yang […]

  • Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) sukses menyelenggarakan Muhammadiyah Youth Diplomacy Forum (DYF) selama tiga hari, 26 hingga 28 September 2025. Forum yang berfokus pada pelatihan diplomat muda ini menegaskan kesiapan kader Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis di kancah global. DYF yang mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global […]

  • WORKSHOP PDM PONOROGO: RANTING MUHAMMADIYAH ITU PENTING!

    WORKSHOP PDM PONOROGO: RANTING MUHAMMADIYAH ITU PENTING!

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 239
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo (LPCR-PM PDM) mengadakan workshop Cabang, Ranting dan Masjid. Workshop yang bertemakan, “Ranting itu Penting, Cabang Harus Berkembang, Masjid Makmur dan Memakmurkan” itu dilaksanakan di Aula Rektorat Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) pada Ahad (10/12/23). Acara ini mengundang beberapa pemateri yang […]

  • Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    Serah Terima Bantuan Sembako, Lazismu KL Sebulu Jalin Sinergi Dengan Pengusaha H. Sutikno

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kantor Layanan Sebulu dan Keluarga H. Sutikono Toha menjalin sinergi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kegiatan ini diwujudkan pada Selasa(14/04/20), bertempat di Kediaman H. Sutikno Toha Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. Pada kesempatan ini diadakan serah terima bantuan sebanyak 50 paket Sembako dan 200 lembar masker atau setara 10 juta rupiah […]

  • 700 Guru Muhammadiyah Samarinda Padati Upacara Hari Guru Nasional 2025

    700 Guru Muhammadiyah Samarinda Padati Upacara Hari Guru Nasional 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 berlangsung khidmat dan meriah di halaman Perguruan Muhammadiyah Loa Bakung, Samarinda, Selasa (25/11). Lebih dari 700 guru Muhammadiyah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK memenuhi lapangan mengikuti apel besar yang diselenggarakan sebagai bagian dari program upacara serentak nasional.   Upacara dipimpin oleh Ir. H. Amir Hady, Sekretaris Pimpinan […]

  • Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 205
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Sabtu, 20 Juli 2024, menjadi hari bersejarah bagi Desa Ngasem. Balai desa yang biasanya hening, mendadak riuh dengan diskusi hangat. Para tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Desa, Bapak Jombor Setiawan hingga ketua Karang Taruna, berkumpul dengan satu tujuan: mewujudkan Desa Ngasem sebagai surga tanaman obat keluarga (TOGA). Inisiatif ini digagas oleh Tim […]

expand_less