Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

Demi Masa Depan Kota Sehat, Mahasiswa UMS Dorong Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 36 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan keberanian bersuara demi udara bersih dan kota yang lebih sehat dengan melakukan advokasi legislatif langsung ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik advokasi kebijakan yang mereka jalani sebagai mahasiswa dengan peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK).

Didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Dwi Linna Suswardany, S.KM., MPH., beserta tim laboran dan asisten praktik, para mahasiswa menyampaikan hasil kajian mereka tentang pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Surakarta. Kajian tersebut mereka kemas dalam bentuk Policy Brief (Ringkasan Kebijakan) yang dirancang dengan bahasa dan format khusus agar dapat diterima dan dipahami secara optimal oleh anggota legislatif.

“Isu Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dipilih sebagai tema advokasi karena relevansinya yang tinggi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat,” kata Dosen UMS itu saat ditemui pada Selasa (15/7).

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tahun 2022, Dwi Linna menyebut Indonesia menempati peringkat kedelapan dunia dalam jumlah perokok, dengan lebih dari 7 juta kematian akibat rokok setiap tahun, termasuk 1,6 juta kematian dari paparan asap rokok.

Meskipun Kota Surakarta telah memiliki regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang KTR, hasil observasi mahasiswa menunjukkan bahwa pelanggaran masih terjadi di berbagai titik.

“Ini menandakan pentingnya advokasi berkelanjutan agar kebijakan yang ada dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan berdampak,” imbuhnya.

Dalam kurikulum nasional Program Studi atau Fakultas Kesehatan Masyarakat, mahasiswa memang dibekali pemahaman tentang pencegahan adiksi, termasuk adiksi rokok, serta prinsip pengembangan program berbasis pengurangan risiko. Oleh karena itu, tema KTR menjadi ideal untuk melatih keterampilan advokasi, pemetaan kepentingan, dan komunikasi lintas sektor.

Kegiatan ini juga mendukung visi UMS sebagai kampus penggerak dan berdampak, khususnya dalam program “Mahasiswa Berdampak” yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Melalui advokasi langsung, mahasiswa dilatih untuk menjadi komunikator, advokat, sekaligus pemimpin masa depan dalam kesehatan masyarakat.

Linna menambahkan bahwa metode pembelajaran advokasi langsung ini telah diterapkan selama empat tahun terakhir, dengan isu yang berganti setiap tahunnya seperti KTR dan disabilitas.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga keberanian dan karakter sebagai agen perubahan yang berpikir kritis dan berbasis bukti,” pungkasnya.

Salah satu peserta dari kelompok yang terpilih dengan presentasi terbaik, Khansa Nabila yang sekaligus demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Kesehatan Masyarakat UMS menyampaikan manfaat dari audiensi yang mereka lakukan.

“Diskusi itu menambah insight dan memancing critical thinking mahasiswa,” ungkap Khansa Nabila.

Kegiatan yang telah terlaksana pada Jumat (4/7) itu diterima secara langsung oleh anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta, Herson Rikumahu, S.Kep. Dalam forum audiensi tersebut, delapan kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil analisis mereka secara bergantian. Herson menyimak secara cermat setiap pemaparan dan menunjukkan antusiasme tinggi dengan membuka ruang diskusi terbuka yang menggugah nalar dan memperkaya perspektif peserta.

Proses yang dijalani mahasiswa Kesmas UMS tidak berhenti pada tahap presentasi. Sejak awal, mereka telah melakukan analisis terhadap Perda dan Perwali, dan regulasi pendukung lainnya. Mereka juga turun ke lapangan melakukan observasi serta mewawancarai para pemangku kepentingan sebagai bagian dari pendekatan advokasi berbasis data dan partisipatif.

Advokasi ke DPRD Kota Surakarta ini menjadi bukti bahwa suara mahasiswa, jika disampaikan dengan data dan pendekatan yang tepat, mampu membuka ruang dialog yang bermakna dengan para pengambil kebijakan demi masa depan kota yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (Yusuf/Humas)

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah, Pakar Ekonomi UMS Sebut Akibat Sentimen Geopolitik Global

    Rupiah Melemah, Pakar Ekonomi UMS Sebut Akibat Sentimen Geopolitik Global

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai lebih dominan dipengaruhi oleh sentimen global dan ketidakstabilan geopolitik dunia, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa, 21 Januari 2025 anjlok ke level Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. […]

  • Muhammadiyah Paser Berbagi, Sukses diinisiasi oleh Kader AMM Paser

    Muhammadiyah Paser Berbagi, Sukses diinisiasi oleh Kader AMM Paser

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

    #Edisi Kedua KABARMUH.COM – Angkatan Muda Muhammadiyah Paser telah menyerahkan bantuan paket sembako  kepada masyarakat Desa Sungai Tuak Pada Hari Sabtu (10/4/2020). Desa Sungai Tuak menjadi lokasi penyerahan bantuan terakhir dari Angkatan Muda Muhammadiyah Paser dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Paser  Berbagi kepada korban banjir luapan Sungai Kandilo yang ada di Kabupaten Paser. Ketua Pimpinan Daerah […]

  • Bolehkah Kita Memaksa Allah dalam Doa? Mengurai Batas Antara Kesungguhan Meminta dan Sikap Mendikte Takdir

    Bolehkah Kita Memaksa Allah dalam Doa? Mengurai Batas Antara Kesungguhan Meminta dan Sikap Mendikte Takdir

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Rohana Fathu Rohmah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pernahkah kita berada di satu fase di mana sebuah keinginan terasa begitu membakar dada? Pada titik itu, sajadah menjadi saksi bisu betapa malam-malam kita diisi dengan tangisan, puasa sunnah dijalankan tanpa putus, dan lembaran rupiah disedekahkan dengan harapan satu hajat segera terwujud. Namun, di tengah gemuruh ikhtiar spiritual itu, pernahkah terbesit pertanyaan di dalam hati: […]

  • Tingkatkan Pemahaman Siswa, Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan Inovasi Peta Interaktif di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

    Tingkatkan Pemahaman Siswa, Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan Inovasi Peta Interaktif di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA — Pembelajaran Geografi kini tak lagi sebatas menghafal teori. Melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menerapkan inovasi pembelajaran kreatif dan interaktif di SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta. Inovasi tersebut diusung oleh tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan […]

  • Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    Perkuat Kepemimpinan Organisasi, Anggota Pimpinan PP ‘Aisyiyah Antusias Ikuti Baitul Arqam

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok – Perkuat ideologi dan kepemimpinan kader, Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Baitul Arqam di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen – Depok, pada 22-24 Agustus 2025. Dengan mengangkat tema ‘Reaktualisasi Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk Mencerahkan Peradaban Bangsa’, ‘Aisyiyah melalui Baitul Arqam berupaya mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi […]

  • Wisudawati UMS Asal Fiji Kenalkan Baju Tradisional, Simbol Pencapaian di Momen Wisuda

    Wisudawati UMS Asal Fiji Kenalkan Baju Tradisional, Simbol Pencapaian di Momen Wisuda

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 105
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat dalam prosesi wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ketika salah satu wisudawati internasional tampil mengenakan pakaian tradisional khas negaranya. Veville Volatabu Nabalarua yang akrab disapa Ve, alumni Program Studi Manajemen S1 UMS asal Fiji, memperkenalkan busana budaya yang sarat makna dalam momen wisuda yang penuh haru. Upacara Wisuda Sarjana, […]

expand_less