Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Titis Setyabudi, S.S., M.A. menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.

“Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12).

“Rakai Lumia” bermakna penjaga atau penguasa cahaya. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara “Islamic Planetary” merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.

Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.  Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.

Para peserta Literary Celebration 2.0

Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.

Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat.

“Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dr. Phil. Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.

“Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Solo Raya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, Dr. M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda,” kata Thoyibi.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. (Gede/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta terus memperkuat karakter disiplin siswa melalui penerapan budaya sekolah Islami dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin tidak hanya diterapkan melalui aturan sekolah, tetapi juga dibangun melalui pembiasaan, kegiatan keagamaan, keteladanan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kepala SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Upik Mairina S.Pd, menjelaskan […]

  • UMS Kukuhkan 51 Penerima Beasiswa Batch I, Prodi Unggulan Hampir Penuhi Kuota

    UMS Kukuhkan 51 Penerima Beasiswa Batch I, Prodi Unggulan Hampir Penuhi Kuota

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai jalur penerimaan dan program beasiswa. Hingga pagi ini, Sabtu (10/5), total pendaftar mahasiswa baru UMS telah mencapai 14.885 orang melalui jalur prestasi maupun tes Computer-Based Test (CBT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.466 peserta telah dinyatakan lolos seleksi, dan 3.097 di antaranya […]

  • Hj. Lasiah dan Muhammad Sudiono Dianugerahi Penghargaan pada Milad ke-113 Muhammadiyah Kaltim

    Hj. Lasiah dan Muhammad Sudiono Dianugerahi Penghargaan pada Milad ke-113 Muhammadiyah Kaltim

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Ahad 23 November 2025, menjadi saksi penghormatan mendalam bagi dua tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan gerakan pembaruan. PWM Kaltim memberikan Anugerah Kehormatan kepada Hj. Lasiah binti H. Imbran Saleh dan Muhammad Sudiono, dua figur bersejarah yang kontribusinya menjadi […]

  • Dai Digital, Pengendali Arus Baru dalam Dakwah Muhammadiyah

    Dai Digital, Pengendali Arus Baru dalam Dakwah Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam menghadapi era digital yang terus bergerak cepat, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Akademi Dai Digital Muhammadiyah bertajuk “Dakwah Transformatif di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 21–22 Juni 2025, di Aula Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Sa’ad Ibrahim, M.A., […]

  • Nasyiatul Aisyiyah Punya Badan Usaha Sendiri, Ketum NA Mengaku Pernah Ditegur: Kok Ortom Punya Amal Usaha?

    Nasyiatul Aisyiyah Punya Badan Usaha Sendiri, Ketum NA Mengaku Pernah Ditegur: Kok Ortom Punya Amal Usaha?

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 298
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ariati Dina Puspitasari mengaku pernah ditegur karena NA memiliki badan usaha sendiri yang disebut dengan Badan Usaha Milik NA (BUANA). “Dulu memang sempat kami ditegur karena kok ortom punya amal usaha, tapi kami sebut, kami bukan amal usaha, kami itu usaha amal gitu […]

  • Uniknya Wisuda UMS, Lulusan Ilkom Kenakan Jubah Akatsuki 

    Uniknya Wisuda UMS, Lulusan Ilkom Kenakan Jubah Akatsuki 

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Momen wisuda Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selalu menyimpan cerita menarik dari para lulusannya. Pada Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (19/9), salah satu wisudawati Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Anisa Cahya Maulani yang akrab disapa Taci, mencuri perhatian dengan tampil mengenakan jubah […]

expand_less