Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

Gelar Literary Celebration 2.0, FKIP UMS Teguhkan Eco-Theology melalui Sastra

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsep eco-theology mungkin asing bagi sebagian orang. Eco-theology menggarisbawahi relasi manusia, alam, dan Tuhan yang saling terhubung. Lantas bagaimana bila konsep ini dituangkan ke dalam karya sastra?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab pertanyaan itu lewat pentas Literary Celebration 2.0. Mereka menjadikan eco-theology sebagai benang merah karya sastra dan film yang ditampilkan dalam pagelaran itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Titis Setyabudi, S.S., M.A. menuturkan Literary Celebration 2.0 menjadi ruang temu sastra, spiritualitas Islam, dan kesadaran ekologis. Ketiga poin itu terangkum dalam tema “Rakai Lumia: Islamic Planetary”.

“Ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif eco-theology dalam pembelajaran dan apresiasi sastra,” ujar Titis, Kamis (25/12).

“Rakai Lumia” bermakna penjaga atau penguasa cahaya. Simbolisasi pencerahan, tanggung jawab etis, dan kesadaran moral manusia. Sementara “Islamic Planetary” merepresentasikan pandangan kosmik Islam yang memosisikan manusia sebagai khalifah di bumi. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa eksploitatif, melainkan sebagai penjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.

Dengan konsep demikian, Titis mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai kegagalan spiritual manusia dalam menjalankan amanah ilahiah.

Mahasiswa diajak untuk membaca ulang naskah sastra dan realitas lingkungan melalui kacamata etika Islam, nilai rahmat semesta alam, serta kesadaran akan keberlanjutan planet. “Pendekatan ini menjadikan sastra sebagai medium dakwah kultural yang lembut, reflektif, dan kontekstual,” imbuh Titis.

Titis menyebut pementasan pembacaan puisi dan cerita fiksi dalam kegiatan ini menjadi ajang artistik sekaligus praktik kesadaran ekologis. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyinggung relasi manusia dan alam, kerusakan lingkungan, kehilangan harmoni kosmik, serta kerinduan akan keseimbangan spiritual. Bahasa metafora dan simbolik digunakan untuk menyampaikan kritik ekologis tanpa kehilangan keindahan estetika.  Cerita fiksi yang dipentaskan menghadirkan narasi tentang konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.

Para peserta Literary Celebration 2.0

Pementasan itu juga menawarkan refleksi etis berbasis nilai keislaman. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan bergulat dengan pilihan moral, antara eksploitasi dan tanggung jawab atau antara keserakahan dan amanah.

Gelaran Literary Celebration 2.0 mempertontonkan film pendek karya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS. Terdapat 10 karya yang dibuat oleh mahasiswa. Menurut Titis, karya film tersebut memperkuat pesan eco-theology melalui visualisasi yang kuat.

“Alam ditampilkan bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang memiliki nilai intrinsik. Melalui medium audiovisual, mahasiswa menegaskan bahwa krisis lingkungan menuntut perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan Tuhan,” ujar dia.

Pengampu mata kuliah Poetry and Fiction, Dr. Phil. Dewi Candraningrum, menyatakan sastra merupakan cara mahasiswa untuk menyuarakan keresahan akibat krisis ekologis yang masif. Literary Celebration 2.0 mendorong mahasiswa untuk melihat sastra sebagai ruang etis dan spiritual.

“Sastra tidak berdiri di ruang hampa. Ia berkelindan dengan iman, ekologi, dan kemanusiaan. Melalui karya, mahasiswa belajar menyuarakan kegelisahan ekologis sekaligus harapan,” jelasnya.

Sastrawan asal Pakistan, Rehan Zayer Sabir, berkesempatan menjadi juri utama dalam pementasan sastra kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan integrasi nilai keislaman dan kepedulian lingkungan melalui sastra merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Krisis lingkungan sejatinya juga merupakan krisis moral dan spiritual. Sastra mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran tersebut,” tegas Rehan.

Selain mahasiswa, acara yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman pada 15-16 Desember 2025 lalu itu juga dihadiri oleh pelajar dan perwakilan guru SMA, SMK, dan MA se-Solo Raya. Menurut pengampu mata kuliah Literary Appreciation, Dr. M. Thoyibi, kehadiran para pendidik dan pelajar ini membuka ruang dialog tentang pembelajaran sastra yang berorientasi pada nilai dan keberlanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengapresiasi sastra, tetapi juga membangun kesadaran etis sebagai calon pendidik. Perspektif eco-theology ini penting untuk membentuk kepekaan sosial dan spiritual generasi muda,” kata Thoyibi.

Pengembangan sastra sebagai metode pembelajaran yang relevan terhadap isu krisis lingkungan dan spiritualitas penting dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, manusia akan memiliki kepekaan estetika, sekaligus menuntun umat untuk hidup selaras dengan alam sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. (Gede/Humas)

Editor: Farhan Shiddiq

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rawat Bumi dengan Akhlak, PDA Sukoharjo Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Workshop

    Rawat Bumi dengan Akhlak, PDA Sukoharjo Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Workshop

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sukoharjo menggelar workshop dengan tema “Menjaga Akhlak dalam Merawat Bumi”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor PDA Sukoharjo pada Sabtu, (9/5) yang dihadiri oleh 45 peserta dari 12 cabang. Menghadirkan Dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) , Emi […]

  • Energi Gen Z Siap Menginspirasi, FIK UMS Lepas 176 Calon Wisudawan

    Energi Gen Z Siap Menginspirasi, FIK UMS Lepas 176 Calon Wisudawan

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelepasan calon wisudawan/wisudawati periode 1 tahun 2025/2026 di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Pada periode ini, FIK UMS melepas 176 calon alumni. Dekan FIK UMS Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., menyebut bahwa wisuda bukan berarti pendidikannya berakhir, hanya […]

  • BIKERSMU Korwil DIY Bersama Mualaf Center Muhammadiyah LDK PDM Kulonprogo Dan LDK PWM DIY Tebar Hewan Qurban Di Kampung Mualaf Gunung Kidul Dan Kulonprogo

    BIKERSMU Korwil DIY Bersama Mualaf Center Muhammadiyah LDK PDM Kulonprogo Dan LDK PWM DIY Tebar Hewan Qurban Di Kampung Mualaf Gunung Kidul Dan Kulonprogo

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulonprogo – Muhammadiyah melalui tim sekoci dakwahnya yakni BIKERS MU Korwil DIY dan Mualaf Center Muhammadiyah LDK PDM Kulonprogo dan LDK PWM DIY melaksanakan acara touring baksos tebar hewan qurban Sabtu (7/6/2025) di Kampung Mualaf ex Budha Dusun Sonyo, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Dalam kegiatan ini diserahkan hewan qurban berupa 2 ekor sapi dan 18 […]

  • SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    SISTEM BANK DAN SOLUSINYA DALAM BUKU PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Oleh : Salsabila Rahmadhani Utami (202110230311006) Pendidikan adalah salah satu hal yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Pendidikan harusnya menghasilkan individu yang memiliki rasa kemanusiaan, produktif, bertanggung jawab, dan membawa perubahan dalam masyarakat. Pendidikan juga harus membebaskan manusia dari segala ketidaktahuan dan membebaskan diri memberi pendapat. Maka pendidikan yang baik sejatinya membebaskan dari segala rintangan, […]

  • Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    Silaturahim di Samarinda, Wali Kota Balikpapan Nyatakan Dukungan untuk Hari Lingkungan Hidup 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 98
    • 0Komentar

      SAMARINDA — Komitmen membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah kembali diperlihatkan melalui silaturahim antara Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., dengan jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur di Kantor PWA Kaltim, Balai Lansia Aisyiyah, Jalan Wiratama Samarinda, Kamis (30/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mematangkan persiapan peringatan Hari Lingkungan […]

  • FORTASI 2024 SMP Muhammadiyah 2 Kalasan, Wujudkan Generasi Mulia

    FORTASI 2024 SMP Muhammadiyah 2 Kalasan, Wujudkan Generasi Mulia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 237
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – FORTASI (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswi) merupakan ajang besar dan sangat dinanti oleh peserta didik baru di sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. SMP Muhammadiyah 2 Kalasan menyemarakan FORTASI Tahun 2024 dengan tema “Wujudkan generasi mulia berprofil pelajar pancasila”. Tema ini diambil mengandung unsur do’a dan harapan bagi sekolah untuk peserta didik baru […]

expand_less