Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Anomali iklim yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena hujan ekstrem, banjir bandang, dan potensi bencana hidrometeorologis dinilai bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi berkaitan erat dengan kondisi geografis, perubahan iklim global, serta perilaku manusia dalam mengelola lingkungan.

Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., menjelaskan bahwa anomali iklim sejatinya bukan fenomena baru. Namun, intensitas dan skalanya kini semakin besar.

Ia menyinggung peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi siklon tropis yang jarang berdampak langsung ke wilayah Indonesia.

“Anomali iklim ini sebenarnya sudah terjadi dari tahun ke tahun, hanya saja kemarin intensitasnya sangat besar dan jarang terjadi, serta arah geraknya yang tak dapat diperkirajan” ujarnya. Selasa, (30/12).

Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si.

Menurut Kuswaji, hujan dengan intensitas tinggi yang seolah terjadi dalam waktu singkat menjadi indikasi adanya gangguan sistem iklim. Namun, ia menegaskan bahwa bencana tidak sepenuhnya disebabkan oleh perubahan iklim. Faktor geografis dan aktivitas manusia turut memperparah dampaknya.

“Bencana tidak murni perubahan iklim, karena secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan dengan pegunungan vulkanik yang rapuh dan diperparah oleh aktivitas antropogenik,” katanya.

Ia menambahkan, alih fungsi lahan dan pengelolaan lingkungan yang kurang bijaksana menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana. Evaluasi tata ruang wilayah, menurutnya, harus berbasis pada aspek kebencanaan dan dilakukan secara konsisten.

“Tata ruang wilayah itu seharusnya dievaluasi terus-menerus, bukan hanya lima tahunan, karena kondisi lingkungan kita sangat dinamis,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia rentan terhadap bencana. Sebagai negara tropis dengan intensitas hujan tinggi dan kondisi geologis yang tua, potensi banjir dan longsor dapat terjadi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Indonesia ini seperti laboratorium kebencanaan dunia, sehingga kewaspadaan harus merata di semua wilayah,” ungkapnya.

Dalam konteks penanggulangan bencana, ia menilai fokus penanganan masih terlalu berat pada saat tanggap darurat. Padahal, upaya prabencana seperti mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat jauh lebih penting.

“Yang perlu diperkuat adalah kesiapan dan mitigasi, bukan hanya mengirim bantuan saat bencana sudah terjadi,” tegasnya.

Ia mencontohkan negara Jepang yang berhasil membangun budaya tangguh bencana melalui pendidikan dan latihan berkelanjutan. Di Indonesia sendiri, upaya serupa telah dilakukan melalui program desa tangguh bencana dan sekolah siaga bencana, termasuk yang didampingi oleh Fakultas Geografi UMS.

Terkait sistem peringatan dini, Kuswaji menjelaskan bahwa untuk bencana geologi seperti gempa bumi dan gunung api, Indonesia sudah memiliki instrumen yang memadai. Namun, untuk bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, sistemnya masih bersifat prediktif.

“Untuk banjir bandang memang belum ada peringatan dini yang pasti, karena sifatnya sangat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi berbasis komunitas yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti pengelolaan sampah dan penghijauan. Menurutnya, pohon memiliki peran vital dalam menyerap air hujan dan mencegah limpasan permukaan.

“Hujan itu seharusnya kita panen, disimpan menjadi air tanah, bukan dibiarkan menjadi banjir yang merusak,” tuturnya.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Pedoman Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana menegaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dan bencana hidrometeorologis perlu disikapi dengan kesiapsiagaan yang matang.

BNPB menyebut bahwa penetapan status keadaan darurat didasarkan pada dampak nyata bencana, seperti luas wilayah terdampak, jumlah korban, kerusakan lingkungan, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pedoman BNPB juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata. Upaya mitigasi dan pengurangan risiko harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan wilayah, terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” paparnya.

Evaluasi tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi faktor kunci untuk menekan dampak bencana yang berulang.

Dengan karakter Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana hidrometeorologis, BNPB menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan bencana.

Pendekatan berbasis risiko dan lingkungan ini, lanjutnya, dinilai menjadi langkah strategis agar kejadian hujan ekstrem dan banjir bandang tidak selalu berujung pada kondisi darurat yang merugikan banyak pihak.

Menutup pemaparannya, Kuswaji mengajak generasi muda untuk tidak mudah lupa terhadap pelajaran bencana. Ia menilai perubahan iklim sudah nyata dan menuntut tanggung jawab bersama.

“Perubahan iklim itu nyata, dan tugas kita bersama adalah mengelola alam dengan lebih bijak agar bencana tidak terus berulang,” tutupnya. (Adi/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 315
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia (RI) terpilih 2024 Prabowo Subianto tengah menyusun kabinet pemerintahan untuk tampuk kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. Dalam proses penyusunan tersebut tentu terdapat beberapa bidang yang menjadi sorotan dan harus dibenahi. Salah satunya, yaitu sektor pendidikan. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur […]

  • PC IMM BANYUMAS Implementas Nilai Intelektual Profetik Melalui DAMPID NASIONAL

    PC IMM BANYUMAS Implementas Nilai Intelektual Profetik Melalui DAMPID NASIONAL

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banyumas membawakan tema besar “Intelektual Profetik” dalam Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional yang di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. DAMPID Nasional ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober hingga 5 Oktober 2025, dengan banyak rangkaian yang berfokus pada peneraoan nilai-nilai […]

  • Tancap Gas Kampus Berdampak, UMS Ajak 87 PT Jateng Ikuti Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak

    Tancap Gas Kampus Berdampak, UMS Ajak 87 PT Jateng Ikuti Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengajak 87 perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk mengikuti program Kolaborasi Sosial Pembangunan Bangsa dan Masyarakat (Kosabangsa) dan Mahasiswa Berdampak. Ihwal tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Auditorium Moh. Djazman, UMS, Rabu (11/5). Sosialisasi yang menggandeng Direktorat Penelitian […]

  • Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

    Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 86
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai […]

  • Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya menjawab tantangan dan permasalahan sosial. Dalam hal ini, UMS membentuk Pusat Studi Transportasi (PST) untuk mengkaji isu-isu berkaitan dengan transportasi. Dibentuk sejak 2013, PST UMS tidak hanya mengandalkan satu perspektif dari bidang ilmu teknik sipil, melainkan dari disiplin ilmu lain seperti perspektif ekonomi, hukum, psikologi, hingga […]

  • Hari Dokter Nasional: Dekan FK UMS Ajak Masyarakat Hargai Dedikasi Tenaga Kesehatan

    Hari Dokter Nasional: Dekan FK UMS Ajak Masyarakat Hargai Dedikasi Tenaga Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka memperingati hari Dokter Nasional 2024, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.D.V.E., Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, mengajak untuk menghargai dan menghormati pengorbanan jasa dokter di tanah air. “Para teman sejawat dokter maupun rekan tenaga kesehatan lainnya yang saya hormati. Mari kita bersuka cita […]

expand_less