Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Anomali iklim yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena hujan ekstrem, banjir bandang, dan potensi bencana hidrometeorologis dinilai bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi berkaitan erat dengan kondisi geografis, perubahan iklim global, serta perilaku manusia dalam mengelola lingkungan.

Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., menjelaskan bahwa anomali iklim sejatinya bukan fenomena baru. Namun, intensitas dan skalanya kini semakin besar.

Ia menyinggung peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi siklon tropis yang jarang berdampak langsung ke wilayah Indonesia.

“Anomali iklim ini sebenarnya sudah terjadi dari tahun ke tahun, hanya saja kemarin intensitasnya sangat besar dan jarang terjadi, serta arah geraknya yang tak dapat diperkirajan” ujarnya. Selasa, (30/12).

Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si.

Menurut Kuswaji, hujan dengan intensitas tinggi yang seolah terjadi dalam waktu singkat menjadi indikasi adanya gangguan sistem iklim. Namun, ia menegaskan bahwa bencana tidak sepenuhnya disebabkan oleh perubahan iklim. Faktor geografis dan aktivitas manusia turut memperparah dampaknya.

“Bencana tidak murni perubahan iklim, karena secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan dengan pegunungan vulkanik yang rapuh dan diperparah oleh aktivitas antropogenik,” katanya.

Ia menambahkan, alih fungsi lahan dan pengelolaan lingkungan yang kurang bijaksana menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana. Evaluasi tata ruang wilayah, menurutnya, harus berbasis pada aspek kebencanaan dan dilakukan secara konsisten.

“Tata ruang wilayah itu seharusnya dievaluasi terus-menerus, bukan hanya lima tahunan, karena kondisi lingkungan kita sangat dinamis,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia rentan terhadap bencana. Sebagai negara tropis dengan intensitas hujan tinggi dan kondisi geologis yang tua, potensi banjir dan longsor dapat terjadi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Indonesia ini seperti laboratorium kebencanaan dunia, sehingga kewaspadaan harus merata di semua wilayah,” ungkapnya.

Dalam konteks penanggulangan bencana, ia menilai fokus penanganan masih terlalu berat pada saat tanggap darurat. Padahal, upaya prabencana seperti mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat jauh lebih penting.

“Yang perlu diperkuat adalah kesiapan dan mitigasi, bukan hanya mengirim bantuan saat bencana sudah terjadi,” tegasnya.

Ia mencontohkan negara Jepang yang berhasil membangun budaya tangguh bencana melalui pendidikan dan latihan berkelanjutan. Di Indonesia sendiri, upaya serupa telah dilakukan melalui program desa tangguh bencana dan sekolah siaga bencana, termasuk yang didampingi oleh Fakultas Geografi UMS.

Terkait sistem peringatan dini, Kuswaji menjelaskan bahwa untuk bencana geologi seperti gempa bumi dan gunung api, Indonesia sudah memiliki instrumen yang memadai. Namun, untuk bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, sistemnya masih bersifat prediktif.

“Untuk banjir bandang memang belum ada peringatan dini yang pasti, karena sifatnya sangat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi berbasis komunitas yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti pengelolaan sampah dan penghijauan. Menurutnya, pohon memiliki peran vital dalam menyerap air hujan dan mencegah limpasan permukaan.

“Hujan itu seharusnya kita panen, disimpan menjadi air tanah, bukan dibiarkan menjadi banjir yang merusak,” tuturnya.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Pedoman Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana menegaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dan bencana hidrometeorologis perlu disikapi dengan kesiapsiagaan yang matang.

BNPB menyebut bahwa penetapan status keadaan darurat didasarkan pada dampak nyata bencana, seperti luas wilayah terdampak, jumlah korban, kerusakan lingkungan, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pedoman BNPB juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata. Upaya mitigasi dan pengurangan risiko harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan wilayah, terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” paparnya.

Evaluasi tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi faktor kunci untuk menekan dampak bencana yang berulang.

Dengan karakter Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana hidrometeorologis, BNPB menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan bencana.

Pendekatan berbasis risiko dan lingkungan ini, lanjutnya, dinilai menjadi langkah strategis agar kejadian hujan ekstrem dan banjir bandang tidak selalu berujung pada kondisi darurat yang merugikan banyak pihak.

Menutup pemaparannya, Kuswaji mengajak generasi muda untuk tidak mudah lupa terhadap pelajaran bencana. Ia menilai perubahan iklim sudah nyata dan menuntut tanggung jawab bersama.

“Perubahan iklim itu nyata, dan tugas kita bersama adalah mengelola alam dengan lebih bijak agar bencana tidak terus berulang,” tutupnya. (Adi/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ITBMP Gelar Workshop “Learn Today, Lead Tomorrow” dalam Rangkaian ITBMP FEST 2026

    ITBMP Gelar Workshop “Learn Today, Lead Tomorrow” dalam Rangkaian ITBMP FEST 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Indy Alfin Faujie
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PURBALINGGA — Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBMP) menggelar workshop bertajuk “Learn Today, Lead Tomorrow” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ITBMP FEST 2026, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari kalangan profesional dan dunia usaha, yakni H. Dhoni Kurniawan, S.T., Ketua KADIN Kabupaten Purbalingga, dan Khairul Umam, Head of People Erdigma Group. Workshop […]

  • Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta terus memperkuat karakter disiplin siswa melalui penerapan budaya sekolah Islami dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin tidak hanya diterapkan melalui aturan sekolah, tetapi juga dibangun melalui pembiasaan, kegiatan keagamaan, keteladanan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kepala SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Upik Mairina S.Pd, menjelaskan […]

  • KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi dan Gelar Cek Kesehatan Gratis

    KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi dan Gelar Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program edukasi hipertensi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, 22-23 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi yang […]

  • Pengukuhan dan Rakerda PDNA Balikpapan 2022-2026, Mendorong Peran Tangguh Perempuan Muda

    Pengukuhan dan Rakerda PDNA Balikpapan 2022-2026, Mendorong Peran Tangguh Perempuan Muda

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 494
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Suasana semangat membara menyertai Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Balikpapan yang sedang menggelar kegiatan Pengukuhan dan Rakerda Periode 2022-2026, Kamis (08/02/2024). Dengan mengangkat tema “Keluarga Muda Tangguh, Kuatkan Balikpapan” kegiatan tersebut diselenggarakan di Sekretariat Aisyiyah Kota Balikpapan. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Balikpapan, Mardhotillah Yassarah, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Keluarga adalah […]

  • Kolaborasi Bangun Negeri: Besok Pemuda Muhammadiyah Kaltim Gelar Pengukuhan dan Seminar Nasional

    Kolaborasi Bangun Negeri: Besok Pemuda Muhammadiyah Kaltim Gelar Pengukuhan dan Seminar Nasional

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 491
    • 0Komentar

    PWPM Kaltim akan menggelar Pengukuhan dan Seminar Nasional besok, Minggu (23/7/2023). Kabarmuh.id – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWPM Kaltim) akan menggelar acara Pengukuhan dan Seminar Nasional besok, Ahad(23/7/2023). Ratusan pemuda dijadwalkan akan berkumpul di Aula Serbaguna Dispora Kaltim. Tema yang akan diusung dalam kegiatan ini adalah “Mahakarya Gerakan Pemuda Kaltim dalam Kolaborasi Membangun […]

  • Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    Expo CRM Unggulan Jawa Tengah, Stand Asy-Syifa’ Raih 9 Santri Inden

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara – Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo juga ikut mengambil bagian dalam memeriahkan Expo CRM Unggulan Jawa Tengah melalui stand informasi dan berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat. ​Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya orang tua yang datang untuk mencari informasi mengenai program pendidikan dan penerimaan santri baru. Tidak hanya itu, anak-anak juga turut […]

expand_less