Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA.

Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki implikasi strategis karena berkaitan langsung dengan jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu titik krusial dalam perdagangan minyak global.

“Konflik di kawasan Timur Tengah, terutama yang mengancam di Selat Hormuz, berdampak besar karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut,” jelas Sholahuddin, Selasa, (10/3).

Ia menambahkan, wilayah Selat Hormuz berada dalam pengaruh Iran. Ketika situasi geopolitik memanas, potensi pembatasan jalur pelayaran dapat mengganggu distribusi minyak dunia dan menyebabkan lonjakan harga energi secara global.

Dampak tersebut juga berpotensi dirasakan Indonesia. Sholahuddin menjelaskan bahwa sekitar separuh kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor. Kondisi ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi di pasar internasional.

“Ketika pasokan dari Timur Tengah terganggu, harga minyak akan naik. Kenaikan harga minyak ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang, transportasi, hingga biaya logistik,” ujarnya.

Guru Besar UMS, Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi biasanya akan diikuti oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan lain. Mulai dari pupuk, produk elektronik, hingga berbagai barang impor yang bergantung pada rantai distribusi global.

Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak dari kenaikan harga tersebut. Hal ini karena meningkatnya biaya hidup akan mempengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari.

“Gangguan energi global akan meningkatkan biaya logistik dan premi asuransi risiko perang. Dampaknya merembet ke pasar keuangan dan harga barang yang pada akhirnya paling terasa bagi masyarakat kelas bawah,” ungkapnya.

Meski demikian, Sholahuddin menilai situasi ini juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Ia menekankan pentingnya mengembangkan energi alternatif yang sesuai dengan potensi geografis Indonesia, seperti energi surya. Dengan kondisi wilayah tropis yang memiliki paparan sinar matahari melimpah, pemanfaatan energi matahari dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Indonesia seharusnya mulai mengembangkan energi alternatif, seperti pembangkit listrik tenaga surya. Dengan begitu, ketergantungan terhadap energi berbasis minyak dapat berkurang,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika global tersebut. Menurutnya, akademisi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi melalui penelitian dan hilirisasi hasil riset yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan industri.

“Perguruan tinggi memiliki banyak hasil penelitian dan inovasi. Jika dihilirisasi dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan investor, maka hal itu dapat memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” katanya.

Terkait kekhawatiran munculnya perang dunia ketiga, Sholahuddin menilai kemungkinan tersebut relatif kecil selama konflik masih terbatas pada blok negara tertentu. Namun demikian, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai apabila konflik meluas dan melibatkan lebih banyak negara.

“Kemungkinan perang dunia ketiga masih kecil selama konflik tidak meluas. Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan optimistis menghadapi dinamika global dengan memperkuat ekonomi domestik serta meningkatkan kemandirian bangsa.

“Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia memperkuat kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta memanfaatkan inovasi dari perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMU Kota Medan Dorong Kolaborasi Strategis Antara Pemerintah dan LP UMKM PP Muhammadiyah

    SUMU Kota Medan Dorong Kolaborasi Strategis Antara Pemerintah dan LP UMKM PP Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,  Medan – Dalam gelaran Muhammadiyah Fair 2025 yang dilaksanakan di Biestro Indonesia, Kota Binjai, Muhammad Irsyad, Ketua Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Medan yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara menyampaikan harapannya untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga (12/4/2025). Dalam pernyataannya, Ia […]

  • FAI UMS Kirim Tiga Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja

    FAI UMS Kirim Tiga Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata di kancah internasional. Tahun ini, FAI UMS kembali mengirimkan tiga mahasiswa dalam program Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Azizi, Lukmanul Hakim, dan Yusuf Yanuri, yang akan mengabdikan diri di Musa-Asiah Integrate School, […]

  • PC IPM Leuwisari Gelar PPAI ke-34, Cetak Generasi Islami Tangguh di Era Modern

    PC IPM Leuwisari Gelar PPAI ke-34, Cetak Generasi Islami Tangguh di Era Modern

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TASIKMALAYA — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Leuwisari resmi membuka Pembinaan dan Pendidikan Agama Islam (PPAI) ke-34 di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/2/2025). Kegiatan yang berlangsung sepanjang 1–25 Ramadhan ini menjadi salah satu program pembinaan karakter Islami terlama dan paling konsisten di wilayah Tasikmalaya, menyasar siswa dari jenjang TK […]

  • UMS Kembangkan Aplikasi ARGeo Code untuk Pembelajaran Geometri Berbasis Augmented Reality

    UMS Kembangkan Aplikasi ARGeo Code untuk Pembelajaran Geometri Berbasis Augmented Reality

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dengan menghadirkan aplikasi ARGeo Code. Sebagai bagian dari proses pengembangan, tim melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama para guru di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat. Tim peneliti terdiri atas Dr. Yulia Maftuhah Hidayati, Dr. Muhammad Noor Kholid, Wahyu Ratnawati, M.Pd., […]

  • Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

    Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) sekaligus Mudir Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., mengulas sejarah kehidupan Luqman Al-Hakim dalam men-tarbiyah atau mendidik anaknya. Hakimuddin mengawali […]

  • SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    SUMU Fasilitasi Pertemuan Prof. Abdul Fattah El-Awaisi dan Fadli Zon: Sinergi Ilmu dan Budaya untuk Pembebasan Baitul Maqdis

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memfasilitasi pertemuan strategis antara Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, akademisi terkemuka asal Palestina dan pelopor kajian Ilmu Pembebasan Baitul Maqdis, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta (22/10/25). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Saladin Camp: Daurah Ilmiah Pembebasan Baitul Maqdis, sebuah […]

expand_less