Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Tambah 5 Guru Besar, Perkuat Riset Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan

UMS Tambah 5 Guru Besar, Perkuat Riset Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam memperkuat kualitas akademik yang inovatif dan relevan dengan tantangan industri global, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar konferensi pers mengenai rencana pengukuhan terhadap lima guru besar baru, yang terlaksana di Restoran Dapur Solo Senin, Senin (19/1). Kini UMS mencatatkan sebanyak 70 guru besar.

Jumpa pers yang berlangsung dengan khidmat ini menghadirkan para calon guru besar yang memaparkan hasil kontribusi keilmuan mereka di berbagai bidang strategis kepada publik.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Dr. Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D., selaku Sekretaris Universitas. Dalam sambutannya, ia menuturkan rasa syukur terhadap para guru besar yang akan dikukuhkan.

“Alhamdulillah nanti lima orang guru besar baru ini yang akan nanti menyampaikan beberapa hal,” tuturnya.

Guru besar ke-66, Prof. Dr. Suranto, prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, mengusung gagasan inovatif tentang Technopreneurship. Sebuah wadah pemberdayaan bagi para calon lulusan yang memadukan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kewirausahaan. Inkubator ini bertujuan menyelaraskan program pembangunan berkelanjutan dalam menjawab permasalahan pengangguran terdidik.

“Hal ini digunakan sebagai metode pembelajaran, sebagai tempat melakukan pemberdayaan. Metode digunakan sebagai skenario pembelajaran, dan sarana sebagai model digunakan penguatan kepada masyarakat dalam pembelajaran,” jelas Suranto.

Suranto berharap, technopreneurship dapat melahirkan lulusan yang mandiri, inovatif, dan berkarakter Islami, serta mampu berdampak pada penurunan pengangguran dan penguatan ekonomi digital.

Guru besar ke-67, Prof. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., dari prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, memaparkan upaya menghadapi risiko jangka panjang yang disebabkan oleh potensi bahaya bencana alam.

Ia menjelaskan, menurut catatan Emergency Events Database (EM-DAT), pada tahun 2024 telah terjadi 393 bencana alam yang mengakibatkan kerugian material dan psikologis. Dalam situasi demikian, konsep masyarakat tangguh terhadap berbagai bencana dapat menekan angka risiko negatif sebuah bencana.

Selanjutnya, guru besar ke-68 Prof. Heru Supriyono, ST, MSc, PhD., dari prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Dalam paparannya, ia mengembangkan instrumentasi dan kendali yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang bertujuan memperkuat pembangunan dalam bidang sains dan teknologi.

Instrumen elektronik merupakan gabungan komponen elektronika, berfungsi dalam mengelola sumber daya sinyal listrik, yang dapat membantu aktivitas manusia dengan waktu singkat dan pada kegiatan yang membutuhkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh maupun proses yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia.

Heru menekankan bahwa pengembangan instrumentasi elektronik dan teknologi IoT berpotensi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat sains, teknologi, dan hilirisasi riset.

Beralih dari bidang teknologi, guru besar ke-69 UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., prodi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan. Ia berfokus pada treatment fisioterapi neurorestorasi pasca stroke. Keseimbangan menjadi fokus utama dalam neurorestorasi karena dapat memprediksi kemampuan fungsional dan kemandirian berjalan pasien.

Umi telah mengembangkan inovasi berupa alat Personal Balance Feedback (PBF), alat deteksi dan terapi gangguan keseimbangan pasca stroke.

Guru besar ke-70 UMS, Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH, M.Ag, Ph.D., dari prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Agama Islam. Andri, menyoroti persoalan mendasar masyarakat Indonesia. Menurutnya, lemahnya etika publik dapat menyebabkan berbagai permasalahan meskipun peraturan beragama telah ditetapkan.

“Pendekatan ini menempatkan ilmu tafsir sebagai disiplin interdisipliner yang berdialog dengan ilmu sosial kebijakan publik dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya,” ujarnya.

Melalui kajian Ilmu Tafsir, ia berharap dapat berkontribusi memperkuat fondasi etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor: Roselia/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskusi KIHAJAR BEM FKIP dan BEM FAI UMS: Membaca Krisis Pendidikan dari Kebijakan hingga Persoalan Moral

    Diskusi KIHAJAR BEM FKIP dan BEM FAI UMS: Membaca Krisis Pendidikan dari Kebijakan hingga Persoalan Moral

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID.,SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (BEM FKIP UMS) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (BEM FAI UMS) menggelar diskusi KIHAJAR (Kita Harus Belajar) pada Kamis (15/10/2026). Mengangkat tema “Darurat Pendidikan Nasional: Mengurai Kegagalan Kebijakan, Krisis Moral, dan Maraknya Kekerasan di Sekolah”, diskusi ini […]

  • Pesan penting dan arahan kepada Relawan RDK UAD terkait Kepenulisan Berita

    Pesan penting dan arahan kepada Relawan RDK UAD terkait Kepenulisan Berita

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 407
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Berita menjadi suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan itu, semua orang dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di muka bumi ini. Maka, berita tidak dapat dibuat dengan sembarangan atau dikarang sendiri oleh seorang penulis. Beberapa Tim Media dan Relawan Ramadhan Di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan mengikuti Pelatihan […]

  • Menulis untuk Menginspirasi! PCNA Grogol Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Ortom Lebih Bermakna

    Menulis untuk Menginspirasi! PCNA Grogol Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Ortom Lebih Bermakna

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Grogol sukses menggelar sarasehan jurnalistik pada Ahad, 20 April 2025, bertempat di Kantor PCM Grogol. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi dan kapasitas kepenulisan anggota, sekaligus memperkuat peran ortom dalam dakwah berbasis media. Tak hanya diikuti oleh kader PCNA, pelatihan ini juga dihadiri oleh perwakilan […]

  • Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

    Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 85
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). […]

  • Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Tata Kelola Terpadu dalam Penanggulangan Bencana

    Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Tata Kelola Terpadu dalam Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia. Letak geografis dan kondisi iklim tropis menjadikan berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, rentan terhadap banjir dan perubahan cuaca ekstrem. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta […]

  • Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh: Ulinnuha Ardhaniswari Kader IMM Surakarta Berbicara tentang cinta, IMM, dan perkaderan menggembirakan, tak jauh dari salah satu peranan perkaderan utama yaitu Darul Arqam Dasar (DAD). Baru-baru ini semarak perkaderan utama di beberapa komisariat maupun cabang cukup menyita perhatian. Momentum perkaderan utama DAD itu, akan memberikan pengaruh besar kepada setiap pelaku perkaderannya, objek perkaderan, dan […]

expand_less