Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RS Muhammadiyah Lamongan Tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Surabaya
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, LAMONGAN — Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali menunjukkan komitmennya di bidang sosial dan kemanusiaan dengan berpartisipasi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.
RSML secara resmi mengirimkan tim relawan kesehatan untuk bertugas di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sabtu (16/5/2026).
Pengiriman tenaga kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya. Tingginya jumlah calon jemaah haji (CJH) yang masuk setiap hari mendorong BBKK melakukan kolaborasi lintas fasilitas kesehatan guna memperkuat layanan medis di lingkungan embarkasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan kondisi kesehatan para jemaah tetap terpantau sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Dalam penugasannya, RS Muhammadiyah Lamongan mengirimkan tiga personel yang terdiri atas dua tenaga perawat, yakni Cicik Pustiyah, S.Kep., Ners., dan Dita Ayu, Amd.Kep., serta satu pengemudi ambulans, Nur Anwar.
Ketiganya dijadwalkan bertugas selama empat hari di Poliklinik AHES dengan sistem kerja bergiliran selama 12 jam bersama tenaga kesehatan dari rumah sakit lain sesuai koordinasi PPIH Bidang Kesehatan.
Dokter jaga Poliklinik AHES, dr. Erna Rosiyawati, menjelaskan bahwa tim kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga kesiapan medis calon jemaah haji sebelum keberangkatan.
“Tugas tim kesehatan di poliklinik adalah menangani calon jemaah haji rujukan dari Gedung Musdalifah dan Mina, yang menjadi lokasi skrining kesehatan awal saat jemaah tiba di asrama,” ujarnya.
Menurutnya, jemaah yang dirujuk umumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan atau membutuhkan penanganan lanjutan sehingga perlu dilakukan observasi lebih intensif.
“Jika diperlukan penanganan medis lanjutan, tim kesehatan juga akan mengawal proses rujukan ke RS Haji Surabaya,” tambahnya.
Aturan Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji
Dalam penyelenggaraan ibadah haji, aspek istitha’ah kesehatan menjadi syarat penting yang harus dipenuhi setiap jemaah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan memiliki kewenangan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kondisi kesehatan jemaah selama berada di asrama haji.
Apabila ditemukan calon jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan berat, kambuhnya penyakit komorbid, maupun kondisi akut lainnya, maka tim medis akan melakukan observasi dan stabilisasi di Poliklinik AHES.
Jemaah yang dinyatakan membaik setelah mendapatkan penanganan medis akan direkomendasikan kembali ke kelompok terbang (kloter) untuk melanjutkan proses keberangkatan.
Namun, apabila kondisi jemaah tidak menunjukkan perbaikan atau masuk kategori gawat darurat, maka akan dirujuk ke RS Haji Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam kondisi tersebut, keberangkatan jemaah dapat ditunda hingga dinyatakan layak terbang.
Melalui partisipasi aktif RS Muhammadiyah Lamongan dalam layanan kesehatan embarkasi haji ini, diharapkan risiko kesehatan jemaah dapat ditekan sehingga para calon haji dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur. (bagus pribadi/penulis)
Editor : Amtsal Ajhar
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar