Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aulia Azzahra, Mahasiswa Sarjana Pendidikan Agama Islam UM Metro

Umumnya, manusia pada masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan adalah masa di mana kita mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam cara berpikir. Di masa inilah kita mulai terombang-ambing oleh pikiran kita sendiri. Pada masa ini pula, lingkungan dan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan seseorang. Terkadang, pengaruh lingkungan yang kurang sehat serta kurangnya dukungan dari keluarga terdekat.

Hal inilah yang sering membuat seseorang menjadi ragu pada dirinya sendiri, bahkan hingga meragukan keyakinan dan keagamaannya. Lalu, apakah hal ini merupakan sesuatu yang lumrah dialami oleh para remaja? Tentu saja, hal ini sangat wajar terjadi.

Ketika kita mulai menyadari bahwa kita berada di lingkungan yang kurang baik bagi diri kita, dan hati kita pun tergerak untuk menjauhinya ,namun terkadang kita merasa takut akan kesulitan mencari teman baru, atau khawatir akan dicemooh oleh orang lain. Oleh sebab itu, di sinilah kita membutuhkan kesadaran yang disertai keinginan yang kuat, agar mampu melepaskan diri dari lingkungan yang tidak membawa kebaikan, lalu segera berusaha mencari lingkungan baru yang mampu menjadikan diri kita semakin lebih baik.

Di masa peralihan ini, peran keluarga merupakan hal yang sangat krusial. Pada usia seperti ini, sangat dibutuhkan adanya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua ,agar anak merasa aman, memiliki rasa percaya kepada orang tuanya, sehingga ia pun lebih mudah dan berani untuk meluapkan segala isi hatinya.

Namun, bagaimanakah kenyataannya saat ini? Mungkin zaman dahulu tidaklah sama seperti zaman sekarang, di mana akses terhadap ilmu pengetahuan, termasuk cara mendidik anak, sudah begitu mudah didapatkan. Terkadang kita merasa bahwa cara mendidik orang tua kita ternyata belum sejalan dengan jiwa kita yang lahir dan tumbuh di era modern ini.

Kita sebagai Generasi Z, hatinya terasa begitu peka dan mudah tersentuh, bahkan bisa merasa terluka oleh ucapan-ucapan yang seolah-olah menghakimi atau sekadar memerintah tanpa penjelasan.

Di sisi lain, kita pun patut menyadari ,bisa jadi orang tua kita pun dahulu dibesarkan dan dididik dengan cara yang keras oleh kakek dan nenek kita. Oleh karena itu, besar kemungkinan orang tua kita pun belum sepenuhnya sembuh dari luka masa lalu yang tanpa mereka sadari, terbawa dan seolah-olah “diwariskan” ke dalam cara mereka mendidik anak-anaknya saat ini.

Di sinilah letak kedewasaan kita, kita sebagai generasi yang hidup di zaman yang lebih terbuka, sudah sepatutnya berusaha lebih dahulu untuk memahami keadaan dan latar belakang orang tua kita, serta perlahan menyampaikan pemahaman kepada mereka dengan tutur kata yang lembut dan cara yang paling baik.

Pada masa remaja, lingkungan pertemanan juga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap proses pertumbuhan menuju kedewasaan. Pada umumnya, remaja cenderung lebih sering mendengarkan pendapat teman-temannya dibandingkan nasihat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengenal dengan siapa saja anaknya bergaul, bahkan mengetahui sedikit latar belakang atau cara pandang teman-temannya.

Di dalam kehidupan keluarga, sering kali timbul perbedaan pendapat antara anak dan orang tua. Oleh sebab itu, budaya bermusyawarah di dalam rumah sangatlah perlu untuk dibiasakan. Sebab, melalui musyawarah inilah anak merasa didengar dan dihargai pendapatnya. Dan apabila keputusan yang diambil ternyata belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan anak, ia pun akan lebih mudah memahami dan menerima keputusan yang telah disepakati bersama. Secara tidak langsung, kebiasaan bermusyawarah ini akan membentuk karakter diri seseorang, bahwa kita wajib mendengarkan pendapat orang lain, serta betapa pentingnya saling menghargai meskipun pendapat kita berbeda satu sama lain.

Sebagaimana kisah Al-luqman yang diabadikan dalam Al-quran :

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ
“Dan kami perintah kan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang bapak dan ibu”

Luqman menasihati anaknya agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berbuat baik, menghormati dan mentaaati kereka.

Seorang anak memiliki kewajiban untuk mentaati perintah orang tuanya selama perintah tersebut dalam kebaikan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Jika orang tua memerintah kan sesuatu yang tidak baik, maka anak boleh menolak, namun penolakannya harus dengan cara yang sopan, lemah lembut, dan tetap menghormati orang tuanya.

Bukan kah hal ini begitu sulit dilakukan ? Bagi kita, menjalankan sesuatu yang tertnyata tidak sejalan dengan keinginan hati kita sering kali terasa berat. Namun, kita perlu meyakini di dalam hati bahwa orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, meskipun pada saat ini kita belum sepenuhnya mengerti makna di balik setiap nasihat dan arahan yang mereka berikan.

Yakin lah, suatu saat nanti kita akan memahaminya, sebab tidak semua hal harus kita pahami saat ini juga, terkadang kita membutuhkan waktu agar mendaptkan pemahaman yang lebih luas,lebih mendalam, dan lebih bijaksana.

Kesabaran, kejujuran, serta akhlak yang mulia, semuanya bukanlah sifat yang lahir secara mendadak atau seketika. Sebaliknya, sifat-sifat yang mulia itu terlahir dan terbentuk melalui sebuah proses yang tentunya tidaklah mudah, penuh perjuangan, dan perlahan ditempa seiring dengan perjalanan kita menuju kedewasaan.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN-Dik UMS Tanamkan Edukasi Menabung melalui Program Kreasi Celengan

    Mahasiswa KKN-Dik UMS Tanamkan Edukasi Menabung melalui Program Kreasi Celengan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID.SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Menabung dan Kreasi Celengan” di MI Muhammadiyah Gemolong, Rabu (4/2). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui aktivitas yang edukatif dan aplikatif. Kegiatan diawali dengan pemaparan […]

  • Satgas PPKPT UMS Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    Satgas PPKPT UMS Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ruang Meeting lt2 Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (27/9). Kepala Satgas PPKPT UMS Dr. Marisa Kurnianingsih, S.H., M.H., M.Kn., menerangkan pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada civitas academica […]

  • Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    Hari Guru Nasional 2024: Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Guru, Anugerahkan Guru Hebat Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI merayakan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. (28/11/2024) Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru di […]

  • BikersMu Chapter Kendal: Riding Kemerdekaan Ngaji Kahanan Tilik Sedulur Persyarikatan

    BikersMu Chapter Kendal: Riding Kemerdekaan Ngaji Kahanan Tilik Sedulur Persyarikatan

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kendal – Alhamdulillah masih disuasana hari kemerdekaan ini, Senin 18 Agustus 2025 BikersMU Chapter Kendal telah mengadakan satu agenda silaturahmi ke salah satu AUM yang terletak di ujung Kabupaten Kendal dan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung, yaitu TK ABA 1 Dusun Kaliereng Desa Cening Kecamatan Singorojo. Jalan yang terjal berliku, tanjakan dan turunan yang curam […]

  • Batasan Bacaan Rukuk, Sujud, dan Doa Pasca Tasyahud

    Batasan Bacaan Rukuk, Sujud, dan Doa Pasca Tasyahud

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan pada pelaksanaan ibadah masih banyak dibicarakan oleh kalangan warga Muhammadiyah. Terutama, pada salat, yang sering kali mendominasi pada pertanyaan-pertanyaan di majelis ilmu atau platform digital milik Muhammadiyah. Dosen Hukum Ekonomi dan Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  Dr. Isman, S.H.I., M.H.,  menemukan sebuah pertanyaan yang kerap kali […]

  • Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    Perkaya Praktikum Sekolah, UMS Latih Guru Biologi Ekstraksi DNA hingga Elektroforesis

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop series sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) yang berkolaborasi dengan Pengembangan Individual Dosen (PID). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., Erma Musbita Tyastuti, M.Si., dan Yasir Sidiq, M.Sc., […]

expand_less