BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyah

Tampil di ICHC ke-35, Inisiator “BersamaMu” Miqdam Awwali Paparkan Budaya Bersepeda Muslim Urban  

KABARMU.ID, KLATEN — Tokoh muda Muhammadiyah, Miqdam Awwali Hashri tampil sebagai salah satu narasumber dalam ajang bergengsi International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Selasa 19 Mei 2026. Dalam forum internasional ini, Miqdam hadir mewakili Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah sekaligus sebagai inisiator program Bersepeda Dakwah Muhammadiyah (BersamaMu).

Konferensi internasional ini menghadirkan 24 pembicara dari 19 negara yang berasal dari kawasan Eropa, Amerika, hingga Asia. Para pembicara merupakan kombinasi antara akademisi internasional dan pakar lokal Indonesia yang membahas sejarah, budaya, hingga perkembangan sepeda dalam kehidupan masyarakat modern.

Dalam pemaparannya, Miqdam mengangkat tema Cycling Culture in Urban Muslim Community: Understanding Practice through Lived Religion. Ia menjelaskan bagaimana budaya bersepeda dapat dipadukan dengan nilai-nilai religius masyarakat Muslim perkotaan, khususnya melalui aktivitas menuju masjid.

“Bersepeda menuju masjid bukan hanya sekedar perjalanan biasa, tetapi bagian dari ibadah itu sendiri. Aktivitas ini menghadirkan nilai spiritual, sosial, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Miqdam, 19/5/26.

Menurutnya, budaya bersepeda dapat menjadi alternatif gaya hidup masyarakat perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti bagaimana perjalanan menuju masjid dengan sepeda mampu membangun kedekatan sosial antar jamaah serta menjadi bentuk dakwah yang lebih relevan di tengah masyarakat modern.

“Melalui program BersamaMu, kami ingin menghadirkan dakwah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk melalui budaya bersepeda yang sehat, ramah lingkungan, dan memperkuat ukhuwah,” tambahnya.

Sebagai inisiator MuhammadiyahMu, narasumber memperkenalkan konsep dakwah melalui budaya bersepeda yang memadukan nilai kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan dalam bingkai dakwah Muhammadiyah. Gagasan tersebut mendapat perhatian peserta konferensi internasional karena menghadirkan perspektif baru mengenai hubungan agama, mobilitas perkotaan, dan budaya sepeda.

Suasana pemaparan presentasi Miqdam dalam konferensi internasional

Partisipasi Miqdam dalam ICHC ke-35 menjadi bukti bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah mampu hadir dalam forum global dengan membawa isu-isu sosial, lingkungan, dan keagamaan yang relevan dengan perkembangan masyarakat dunia saat ini.

Menutup pemaparannya, Miqdam menyampaikan sebuah Quotes yang menggambarkan keterkaitan antara ibadah dan budaya bersepeda dalam kehidupan masyarakat Muslim perkotaan.

 “Cycling to the mosque is not the beginning of worship — it is worship,” tutup Miqdam di hadapan peserta konferensi internasional.

Kontributor: Muhammad Farhan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button