BeritaInspirasiJateng

Lulusan UMS Kembangkan NutriAI Pro, Tembus Top 8 Hult Prize 2025 Regional Malaysia

KABARMUH.D, SURAKARTA – Platform HealthTech berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, NutriAI Pro, berhasil menembus babak Top 8 dalam ajang Hult Prize 2026 Regional Malaysia yang digelar di Taylor’s University, Jumat (9/5).

Pencapaian tersebut menjadikan NutriAI Pro sebagai satu-satunya startup asal Indonesia yang lolos dari lebih dari 300 pendaftar tingkat regional Malaysia.

NutriAI Pro dikembangkan oleh alumni Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) , Saminur Fauzan, S.G.z., melalui perusahaan rintisan PT NutriAI Indonesia Cerdas.

Hult Prize dikenal sebagai salah satu kompetisi kewirausahaan sosial paling bergengsi di dunia yang kerap dijuluki sebagai “Nobel Prize for Students and Young Entrepreneurs”. Kompetisi ini didirikan oleh Ahmad Ashkar dan didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan misi mendorong lahirnya startup yang mampu menjawab tantangan sosial global. Pemenang utama kompetisi ini berkesempatan memperoleh pendanaan sebesar USD 1 juta.

Dalam kompetisi yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.30 waktu Malaysia tersebut, NutriAI Pro berhasil melewati seleksi ketat dari ratusan peserta regional hingga masuk ke babak Top 16 dan melaju ke Top 8. Pada babak final, NutriAI Pro bersaing dengan tim-tim unggulan dari China, Malaysia, hingga Afrika yang mendominasi kompetisi.

Founder dan CEO NutriAI Pro, Saminur Fauzan, S.Gz., menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi validasi global atas solusi yang mereka kembangkan.

“Masuk ke Top 8 Hult Prize sebagai satu-satunya wakil Indonesia di tengah kompetisi global yang sangat ketat adalah validasi bahwa masalah yang kami selesaikan bukan hanya relevan untuk Indonesia, tetapi untuk dunia. NutriAI Pro dibangun dari pemahaman mendalam tentang tantangan nyata yang dihadapi ahli gizi setiap hari di fasilitas kesehatan. Kami akan terus membawa solusi ini ke panggung yang lebih besar,” ujarnya, Selasa, (19/5).

Alumni UMS, Saminur Fauzan, S.Gz., Tembus Top 8 Hult Prize 2025 Regional Malaysia

NutriAI Pro merupakan platform Software-as-a-Service (SaaS) berbasis AI yang dirancang untuk mengotomasi Nutrition Care Process (NCP) dan menghasilkan laporan ADIME (Assessment, Diagnosis, Intervention, Monitoring & Evaluation) secara komprehensif bagi ahli gizi di fasilitas kesehatan.

Platform tersebut hadir untuk menjawab tantangan tingginya beban administratif tenaga ahli gizi, sementara rasio tenaga gizi dan pasien di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih belum ideal.

Panel juri Hult Prize turut menyoroti kekuatan validasi produk NutriAI Pro di dunia nyata. Menurut para juri, platform tersebut tidak hanya berhenti pada tahap konsep, tetapi telah mampu menjawab kebutuhan konkret di sektor kesehatan. Mereka juga menilai NutriAI Pro memiliki potensi ekspansi yang besar seiring meningkatnya kebutuhan solusi nutrisi klinis berbasis teknologi di berbagai negara.

Pasca pencapaian di Hult Prize 2026, NutriAI Pro kini memasuki fase investment readiness dan membuka peluang pendanaan untuk mempercepat ekspansi bisnis. Perusahaan mengaku telah memiliki fondasi produk dan validasi pasar yang kuat untuk memperluas jangkauan layanan ke fasilitas kesehatan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

“Validasi dari panggung global seperti Hult Prize memperkuat keyakinan kami bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk scaling. Kami mengundang investor dan mitra strategis yang memiliki visi yang sama untuk bergabung dalam misi mempercepat transformasi digital layanan gizi klinik,” tambahnya.

Sebagai informasi, NutriAI Pro mengintegrasikan berbagai pedoman klinis internasional seperti ESPEN, ASPEN, serta standar gizi nasional dalam sistem AI yang dikembangkan guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan asuhan gizi klinik. (Fika/Humas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button