Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Walikota Bandar Lampung Siap Hadir Menyapa Ribuan Kader Pelajar Muhammadiyah se-Lampung di Musywil XXIII IPM Lampung

Walikota Bandar Lampung Siap Hadir Menyapa Ribuan Kader Pelajar Muhammadiyah se-Lampung di Musywil XXIII IPM Lampung

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Bandar Lampung, 5 Juni 2026 – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung melaksanakan audiensi dengan Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, di Kantor Walikota Bandar Lampung, Jumat (5/6/2026). Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan kesiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII IPM Lampung yang akan diselenggarakan pada 9 –11 Juni 2026 di Kota Bandar Lampung.

Hadir dalam pertemuan tersebut Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, Bendahara Umum PW IPM Lampung, Apriza Bagus Saputra, Ketua Pelaksana Musywil XXIII IPM Lampung, Yogi Daumar Jaya, serta Ketua Umum PD IPM Bandar Lampung, Agustiar Rinaldi Al Qaida beserta jajaran panitia dan pimpinan daerah.

Dalam audiensi tersebut, PW IPM Lampung menyampaikan perkembangan persiapan Musywil XXIII yang akan menjadi forum permusyawaratan tertinggi IPM tingkat wilayah. Agenda tersebut diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi kader, evaluasi organisasi, penyusunan arah gerakan pelajar Muhammadiyah, serta pemilihan kepemimpinan baru IPM Lampung.

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan daerah maupun bangsa.

“Saya mengapresiasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang terus aktif membina pelajar melalui berbagai kegiatan yang positif. Pemerintah Kota Bandar Lampung mendukung penuh pelaksanaan Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung, dan insyaAllah saya siap hadir untuk menyapa serta memberikan semangat kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung,” ujar Eva Dwiana.

Eva Dwiana juga berharap Musywil XXIII dapat melahirkan gagasan-gagasan inovatif dan kepemimpinan pelajar yang mampu berkontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan daerah.

Sementara itu, Bendahara Umum PW IPM Lampung, Apriza Bagus Saputra, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara organisasi pelajar dengan pemerintah daerah. Ia menilai dukungan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung merupakan energi positif bagi seluruh kader IPM yang akan mengikuti Musywil.

“Kami sangat bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan oleh Ibu Walikota. Dukungan dan kesediaan beliau untuk hadir dalam Musywil menjadi motivasi besar bagi seluruh kader IPM Lampung untuk terus berkontribusi, berinovasi, dan menghadirkan gerakan pelajar yang berdampak bagi masyarakat,” ungkap Apriza.

Secara tidak langsung, Apriza menjelaskan bahwa Musywil XXIII tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan perumusan arah gerakan pelajar Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Ketua Pelaksana Musywil XXIII IPM Lampung, Yogi Daumar Jaya, menyampaikan bahwa seluruh unsur panitia terus melakukan pematangan teknis demi memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

“Kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan Musywil, mulai dari persidangan, penyambutan peserta, hingga agenda-agenda pendukung lainnya. Kehadiran Ibu Walikota nantinya tentu akan menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi peserta Musywil XXIII IPM Lampung,” kata Yogi.

Yogi menambahkan bahwa panitia menargetkan Musywil XXIII menjadi forum yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat gerakan IPM di seluruh Lampung.

Di sisi lain, Ketua Umum PD IPM Bandar Lampung, Agustiar Rinaldi Al Qaida, menyampaikan rasa bangganya karena Kota Bandar Lampung dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung.

“Sebagai tuan rumah, kami siap menyambut seluruh peserta Musywil dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi yang memperkuat persaudaraan kader IPM se-Lampung,” ujarnya.

Agustiar juga menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kota Bandar Lampung menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan generasi muda dan organisasi pelajar yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Audiensi yang berlangsung penuh keakraban tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung. Dengan dukungan berbagai pihak, Musywil diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan pelajar yang visioner, progresif, dan mampu membawa IPM Lampung semakin berkemajuan.

Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung akan diselenggarakan pada 9 –11 Juni 2026 di Kota Bandar Lampung dengan diikuti oleh delegasi pelajar Muhammadiyah dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENDIDIKAN DASAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    PENDIDIKAN DASAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 155
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Pada hari sabtu (23/03) masjid Islamic Center Kembali diramaikan dalam acara kajian menjelang buka puasa serta buka puasa bersama para jamaah. Kajian pada kali ini akan bertemakan Pendidikan dasar dan Islam yang akan disampaikan oleh Dr. Hendro Widodo, M.Pd. Pendidikan dasar merupakan jenjang Pendidikan yang melandasi jenjang Pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk […]

  • Follow Up Oprec HMP PAI UMS, Dorong Antusiasme Mahasiswa Baru

    Follow Up Oprec HMP PAI UMS, Dorong Antusiasme Mahasiswa Baru

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA- Sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas diri mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah melaksanakan kegiatan Follow Up Oprec, yang dilaksanakan di ruangan 01 ma’had Abu Bakar pada hari Sabtu (13/9/2025). Acara ini berlangsung dari jam 10.00 WIB hingga menjelang shalat Asar. Acara ini dihadiri […]

  • Centre de Sécurité : Casoola Casino Met en Place un Tableau de Bord de Sécurité pour la France

    Centre de Sécurité : Casoola Casino Met en Place un Tableau de Bord de Sécurité pour la France

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Du côté de Casino Casoola Prend Plus D’Un Mois, nous mettons la protection et la transparence au cœur de notre implication envers nos joueurs. C’est avec une grande joie que nous présentons le lancement de notre nouvelle initiative, Security Central, et plus particulièrement, le mise en place d’un Dashboard de Sécurité consacré au territoire français. […]

  • Karya Siswa SD Muhammadiyah 2 Balikpapan Mendapat Apresiasi Ketua Komisi X DPR RI dalam Agenda 1000 Cahaya ‘Aisyiyah

    Karya Siswa SD Muhammadiyah 2 Balikpapan Mendapat Apresiasi Ketua Komisi X DPR RI dalam Agenda 1000 Cahaya ‘Aisyiyah

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Kebanggaan dirasakan keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Balikpapan ketika karya salah satu siswinya, Alea, mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Komisi X DPR RI, Ibu Hetifah Sjaifudian, pada kegiatan 1000 Cahaya ‘Aisyiyah yang diselenggarakan di SMA Negeri 8 Balikpapan dalam rangka peringatan Milad ‘Aisyiyah. Karya gambar yang dibuat oleh Alea mengangkat tema pelestarian […]

  • 5 Sesi Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah 1 Digelar PDNA Sukoharjo

    5 Sesi Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah 1 Digelar PDNA Sukoharjo

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Perkaderan merupakan proses penting dalam organisasi untuk memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah serta menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan. Sadar akan pentingnya membentuk kader yang unggul tersebut, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) Tingkat I dengan tema “Membumikan Ideologi dan Melangitkan Gerakan, Dari Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo untuk Semesta” […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

expand_less