Fakultaria FIK UMS Kenalkan Lingkungan Fakultas dan Layanan BPJS Kesehatan kepada Mahasiswa Baru
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Fakultaria sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan, layanan, serta sistem yang ada di fakultas, Senin (7/9/2026).
Ketua Panitia Fakultaria FIK UMS 2026, Keisha Marcia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam mengenal fakultas yang akan menjadi lingkungan akademik mereka selama menempuh pendidikan di UMS.
“Pradipta Awalika adalah cahaya awal. Kami berharap Fakultaria ini sebagai penerang untuk kalian semua untuk meng- mengetahui fakultas yang telah kalian pilih ini, fakultas yang telah kalian pijak ini, agar nanti kalian dapat mengatur strategi untuk ke depannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Fakultaria mahasiswa baru diharapkan dapat memahami lingkungan fakultas, ruang lingkup program studi, serta membangun relasi dengan teman-teman baru. Kebermanfaatan dari kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan di UMS.
Sementara itu, Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di tingkat program studi maupun fakultas. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga mengasah bakat dan meraih prestasi melalui berbagai kegiatan.
“Kami pastikan bahwa Adik-adik semua akan bisa mengembangkan soft skill,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kepribadian, etika, dan moral sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, kemampuan akademik dan soft skill perlu diimbangi dengan etika, moral, serta sikap yang baik.
“Jadi pastikan, karena sekarang ini eh zaman sudah berubah ya, era VUCA itu kalau tidak dibentengi dengan kekuatan etika, moral yang baik, itu kita akan tergelincir,” tutur Umi.
Selain pengenalan lingkungan fakultas, kegiatan Fakultaria juga diisi dengan pengenalan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, khususnya penggunaan JKN Mobile. F Hardianto Wijoyo dari BPJS Kesehatan Surakarta menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif serta mengetahui prosedur layanan kesehatan ketika berada di wilayah Surakarta.
“Jadi kalau untuk BPJS sendiri kan JKN itu harapannya memberikan kemudahan akses. Di mana teman-teman mahasiswa baru ini yang pertama, memastikan status keaktifan kepesertaannya. Sehingga kalau tidak aktif otomatis kan tidak bisa akses, ya. Jadi dipastikan aktif,” jelas Hardianto.
Mahasiswa baru UMS berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman mengenai prosedur layanan kesehatan seperti pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama, terutama bagi mahasiswa yang baru berpindah domisili ke Surakarta.
Selain memastikan kepesertaan tetap aktif, mahasiswa juga diharapkan memahami alur pelayanan kesehatan serta dapat melakukan perubahan fasilitas kesehatan (faskes) sesuai dengan domisili apabila diperlukan. Hal tersebut diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam memperoleh layanan kesehatan dan tidak menghambat akses ketika membutuhkan pelayanan medis.
BPJS Kesehatan juga dinilai memiliki peran dalam memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mengurangi risiko beban finansial akibat biaya pengobatan. Mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi, menjalani aktivitas perkuliahan dan praktikum, serta memiliki pola hidup yang kurang sehat tetap memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan.
Dengan adanya BPJS Kesehatan, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan sesuai dengan indikasi medis tanpa harus menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri. Pengenalan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa baru agar lebih memahami hak dan akses mereka terhadap layanan kesehatan selama menjalani kehidupan perkuliahan di Surakarta.
Kontributor: Maysali/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar