Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Festival Mahasiswa FAI UMP 2026: BEM FAI Lahirkan Atlet Tangguh dan Pererat Ukhuwah

Festival Mahasiswa FAI UMP 2026: BEM FAI Lahirkan Atlet Tangguh dan Pererat Ukhuwah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; PURWOKERTO – Suasana kampus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terlihat lebih semarak dari biasanya pada akhir pekan pertama bulan Juli 2026. Gelaran Festival Mahasiswa FAI yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2026 sukses menjadi magnet bagi ratusan mahasiswa untuk bertanding, berkompetisi, dan merayakan kebersamaan. Mengusung tema besar “Bertanding, Berpikir, Bertumbuh”, festival ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang adu kemampuan fisik dan strategi, tetapi juga sebagai ruang refleksi intelektual bagi seluruh sivitas akademika FAI.

Ketua Panitia, Tsabit Nur Shofwa, dalam sambutannya di tengah hiruk-pikuk pertandingan, menyampaikan bahwa festival ini memiliki dua misi utama yang saling berkaitan. “Pertama, festival ini adalah ajang silaturahmi yang kami rindukan, sebuah wadah untuk merekatkan kembali tali persaudaraan antar mahasiswa FAI yang selama ini terasa jarang berkumpul dalam satu kegiatan bersama. Kedua, ini adalah langkah strategis untuk mengasah dan mempersiapkan kemampuan atlet-atlet terbaik kita menghadapi ajang bergengsi, Porseni VII FKPTKIS Jawa Tengah Internasional 2026,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa harapan besar disematkan pada momen ini, agar mahasiswa FAI tidak hanya dikenal unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dan bersaing di kancah non-akademik, membawa nama baik fakultas dan universitas.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, panitia menyusun serangkaian perlombaan yang variatif, mulai dari cabang olahraga klasik hingga kompetisi berbasis strategi modern. Di bidang olahraga, gelaran dimulai dengan pertandingan futsal yang memanas sejak babak penyisihan, di mana setiap tim menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih kemenangan. Sementara itu, di sektor bulu tangkis, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terbagi dalam tiga kategori: tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri. Ribuan suporter yang memadati area sekitar lapangan turut menyemarakkan jalannya setiap pertandingan, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan penuh kegembiraan. Selain itu, panitia secara cerdik memasukkan lomba Mobile Legends sebagai salah satu cabang yang diperlombakan. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya untuk menjaring partisipasi dari mahasiswa yang mungkin kurang tertarik pada olahraga fisik, sekaligus menjadi medium yang efektif untuk membangun kebersamaan dan strategi tim antarangkatan dan antarkelas yang selama ini jarang terwadahi.

Memasuki babak puncak dan final, persaingan di setiap cabang berlangsung sangat sengit dan menegangkan, menghasilkan para juara yang berhak menyandang gelar terbaik. Di cabang bulu tangkis ganda putra, gelar juara pertama berhasil diraih oleh pasangan Yafi Angga Mulyana dan Muhammad Fikri Ilham yang tampil solid dan tak terbendung, mengalahkan pasangan Ijal dan Alfin yang harus puas di posisi runner-up dengan permainan yang tak kalah apiknya. Sementara di kategori ganda putri, kemenangan diraih oleh pasangan Salsabila Ramadhani dan Farah Naila Maharani yang berhasil menunjukkan kerja sama tim yang kompak, disusul oleh Hidayatul Amalia dan Novalita Atiqa sebagai juara kedua. Pada nomor tunggal putra yang menyedot perhatian banyak penonton, Muhammad Fikri Ilham kembali menunjukkan kelasnya sebagai atlet serba bisa dengan keluar sebagai juara, mengungguli Rendy Ilhamsyah yang tampil perkasa di posisi kedua.

Perhelatan di cabang olahraga futsal juga tak kalah seru, di mana tim yang akrab disapa Team Indomie berhasil keluar sebagai juara setelah melewati serangkaian pertandingan ketat dan meraih kemenangan di babak final atas Semhas Team yang harus mengakui keunggulan strategi dan kerja sama tim lawan. Tidak hanya di arena olahraga, lomba Mobile Legends yang digelar di ruang Kelas juga menyajikan drama persaingan yang tak kalah menarik. Tim Amba D Tukam berhasil menunjukkan strategi jitu dan kekompakan yang solid, sehingga berhak naik ke podium tertinggi, mengalahkan tim Pemburu Ayam yang harus puas di posisi kedua dengan permainan yang tetap patut diacungi jempol.

Presiden BEM FAI UMP, Aisyah Muhana Muthi, yang turut hadir memantau jalannya acara dari awal hingga akhir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas terselenggaranya festival ini dengan lancar. “Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Festival FAI tahun ini telah terlaksana dengan sukses dan lancar. Ini semua berkat kerja sama, semangat yang luar biasa, dan dedikasi tinggi dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, peserta, suporter, hingga semua elemen yang telah berkontribusi,” ungkapnya dengan penuh haru. Ia berharap, Festival FAI tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi dapat terus berevolusi menjadi wadah yang lebih besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, mempererat ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas yang luhur di lingkungan Fakultas Agama Islam. “Karena pada hakikatnya, prestasi sejati lahir dari proses panjang, kerja keras yang tak kenal lelah, dan kebersamaan yang kokoh. Semoga semangat Festival FAI ini terus hidup dan menginspirasi setiap generasi mahasiswa FAI ke depannya,” pungkasnya.

Rangkaian acara festival yang telah berlangsung tiga hari itu kemudian ditutup dengan sebuah kegiatan yang sarat makna dan intelektualitas, yaitu bedah buku. Menggandeng pegiat literasi dari Labak Baca UMP, Father Jibran, sebagai pemantik diskusi, acara ini mengangkat buku monumental karya Paulo Freire yang berjudul “Pendidikan Kaum Tertindas” dengan tema diskusi “Membangun Kesadaran Kritis Melalui Pendidikan yang Membebaskan”. Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, Father Jibran mengupas tuntas konsep pendidikan bank (banking education) yang dikritik oleh Freire, di mana praktik pendidikan seringkali hanya menjadikan guru sebagai “penabung” ilmu dan murid sebagai “tabungan” pasif yang hanya menerima tanpa daya kritis. Diskusi ini mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali esensi pendidikan yang sesungguhnya, yaitu sebuah proses pembebasan yang menumbuhkan kesadaran kritis dan keberanian untuk berpikir. Kegiatan bedah buku ini menjadi penutup yang sempurna, sekaligus menegaskan bahwa tema besar festival “Bertanding, Berpikir, Bertumbuh” telah diimplementasikan secara utuh: mahasiswa FAI tidak hanya diajak untuk berprestasi di lapangan, tetapi juga untuk terus mengasah kapasitas berpikir kritis demi tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kontributor: Ilyas Fachriansyah

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

    Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Oleh: Aulia Azzahra, Mahasiswa Sarjana Pendidikan Agama Islam UM Metro Umumnya, manusia pada masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan adalah masa di mana kita mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam cara berpikir. Di masa inilah kita mulai terombang-ambing oleh pikiran kita sendiri. Pada masa ini pula, lingkungan dan keluarga memiliki pengaruh yang sangat […]

  • Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

    Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Merauke – Perjalanan rihlah dakwah Ramadan 1447 H yang dilakukan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Merauke menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Di tengah perjalanan melintasi kawasan hutan dan savana khas Papua selatan, ia menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan berupa deretan musamus—rumah rayap raksasa yang berdiri menjulang seperti menara […]

  • Racana UMS Tanamkan Optimisme Pendidikan Tinggi kepada Anak Yatim Boyolali

    Racana UMS Tanamkan Optimisme Pendidikan Tinggi kepada Anak Yatim Boyolali

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Racana Ki/Nyi Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menuntaskan program Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kacangan, Andong, Boyolali, pada Minggu (16/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Keagamaan dan Pengabdian Masyarakat Racana UMS ini, mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Belajar dan Harapan untuk Masa Depan Gemilang.” Indra Hermawan, selaku Ketua Bidang […]

  • Merajut Inovasi Di Desa Purut: Kala Langkah Kkn Kelompok 9 Umsura Disambut Hangat Senyum Warga

    Merajut Inovasi Di Desa Purut: Kala Langkah Kkn Kelompok 9 Umsura Disambut Hangat Senyum Warga

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Probolinggo– Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) secara resmi membuka rangkaian program pengabdian masyarakat di Balai Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (09/07/2026) malam. Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai ini dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa, Ketua Karang Taruna (Kartar), serta ibu-ibu kader desa […]

  • Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

    Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Oleh: Jody, Kader IMM Kota Surakarta  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, hadir bukan sekadar pelengkap gerakan, tetapi sebagai jawaban atas tantangan zaman. IMM digembleng dalam proses kaderisasi yang menekankan dimensi ideologis dan intelektual, dengan fondasi kuat untuk merawat akal sehat umat serta menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan yang kian kompleks […]

  • SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya Terima Bantuan Revitalisasi Pemerintah

    SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya Terima Bantuan Revitalisasi Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tasikmalaya — SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya menggelar kegiatan tasyakkur atas diterimanya bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Sekolah,  Selasa (13/1) Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus peresmian hasil pembangunan fasilitas pendidikan yang telah dilaksanakan. Kepala SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, Yudi Purwanto, A.S., S.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian program revitalisasi […]

expand_less