UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Peluang Karier Tenaga Kesehatan ke Jerman
- account_circle Unaise Albunayya
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Penjajakan Kerja Sama UMS dan ITPC Hamburg
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Peluang karier internasional bagi lulusan tenaga kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di berbagai negara. Merespons peluang tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka akses mobilitas tenaga kesehatan lulusan UMS ke Jerman.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (5/10/2026). Pertemuan melibatkan unsur UMS dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Farmasi (FF), serta Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni (LP3A).
Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya UMS memperluas peluang internasional bagi lulusan, khususnya di bidang kesehatan.
“Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang bagi lulusan UMS agar memiliki akses dan pengalaman di tingkat internasional. Namun, tentu perlu dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi kompetensi, bahasa, maupun berbagai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag
Dalam penjajakan tersebut, ITPC Hamburg menjadi salah satu pihak yang berpotensi menghubungkan lulusan tenaga kesehatan dengan peluang kerja pada institusi kesehatan di Jerman. Adapun bidang yang dibahas mencakup lulusan FKG, FIK, dan FF.
Kabid Pusat Karier dan Hubungan Alumni LP3A UMS, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peluang tersebut perlu dipersiapkan melalui skema yang terstruktur agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga kesiapan menghadapi lingkungan kerja internasional.
“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga kesiapan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta pemenuhan persyaratan profesi yang berlaku di negara tujuan,” jelasnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penjajakan kerja sama tersebut adalah penguasaan bahasa profesional. Tenaga kesehatan yang akan bekerja di Jerman juga perlu memenuhi ketentuan terkait pengakuan kualifikasi dan lisensi profesi sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, aspek adaptasi terhadap budaya kerja, sistem pelayanan kesehatan, jam kerja, asuransi, hingga mekanisme pendampingan pada tahap awal penempatan turut menjadi hal yang perlu dipersiapkan.
Bagi UMS, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses kerja bagi alumni. Mobilitas tenaga kesehatan ke luar negeri juga dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus membawa pulang pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari lingkungan kerja internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring profesional UMS dengan institusi kesehatan di luar negeri serta membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.
“Melalui proses tersebut, UMS berupaya memastikan bahwa peluang internasional bagi lulusan tetap berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi, perlindungan tenaga kerja, dan kesiapan profesional. Dengan demikian, mobilitas lulusan tidak hanya menjadi peluang karier, tetapi juga bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia UMS di tingkat global,” tegas Indra.
Florian Schuck dari ITPC Hamburg, melihat bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal UMS dalam melihat kemungkinan terbentuknya jalur mobilitas tenaga kesehatan ke Jerman. Tahap selanjutnya membutuhkan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme penempatan, persyaratan profesi, kesiapan bahasa, pendampingan, serta pemenuhan regulasi di Indonesia dan Jerman. (Fika/Humas)
Editor: Unaise Albunayya
- Penulis: Unaise Albunayya