Tebar Manfaat melalui KEDAI: PK IMM H.M. Misbach Hadirkan Ruang Belajar Dakwah bagi Anak-Anak Panti Sosial Mardhatillah
- account_circle Aufa Ubadah An Nu’man
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto bersama dengan peserta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, KARTASURA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah H.M. Misbach, telah melaksanakan agenda bernama KEDAI atau Kelas Da’I yang dilaksanakan di Panti Sosial Mardhatillah, Kartasura. Kegiatan berlangsung selama tiga pekan, terhitung sejak Sabtu 3 Oktober 2026 – Ahad 18 Oktober 2026, dengan pelaksanaan setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Agenda ini dimaksudkan untuk menebar kebermanfaatan kepada anak-anak yatim piatu melalui penyelenggaraan kelas da’i sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi.
Bapak Fedi Asy’ari, selaku Direktur Panti Sosial Mardhatillah, menyambut acara ini dengan terbuka. Ia berpesan mengenai pentingnya membagikan kebermanfaatan seluas-luasnya, terlebih kepada anak-anak yatim piatu.
Fahri Muthahari, selaku Ketua Umum PK IMM H.M. Misbach, menyebutkan perlunya kebermanfaatan gerakan tidak hanya dirasakan oleh organisasi, tetapi juga oleh masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu.
Kak Nisa, selaku pengurus panti, turut menyampaikan antusiasmenya terhadap kehadiran Kelas Da’i ini. Ia menilai bahwa kehadiran Kelas Da’i PK IMM H.M. Misbach membuka ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan terus bertumbuh. Ia juga menceritakan seorang anak bernama Najwa yang sangat bersemangat mengikuti agenda ini.
“Najwa terus membawa teks pidatonya, bahkan ketika sedang menyapu dan membersihkan panti. Ia berharap kebermanfaatan agenda ini dapat terus disebarluaskan, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan di tengah segala keterbatasan mereka,” ujarnya.

apresiasi kepada peserta
Acara ini berlangsung dengan antusiasme para peserta. Kegiatan diikuti oleh 21 anak, dengan sembilan anak di antaranya berpartisipasi dalam panggung aksi da’i. Qawiyul Huda, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menerangkan bahwa acara ini memberikan wadah bagi anak-anak untuk belajar menjadi seorang da’i.
“Pelatihan dimulai dengan materi muqaddimah (pembukaan pidato), teknik berbicara, pengaturan intonasi, hingga cara menutup pidato atau khutbah dengan baik dan berkesan,” tuturnya.
Selain itu, panitia juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui perlombaan pidato atau khutbah agar mereka semakin terdorong untuk belajar melalui kompetisi. Hal ini, ujar Huda, tidak lain merupakan bentuk apresiasi atas antusiasme dan usaha mereka dalam belajar.
Hari penutupan menjadi momen yang membahagiakan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi jajaran panitia dan pengurus. Rangkaian kegiatan ditutup dengan khidmat oleh Kak Nisa selaku pengurus panti, Qawiyul Huda selaku ketua panitia, Fahri Muthahari selaku Ketua Umum PK IMM H.M. Misbach, serta Aufa Ubadah An Nu’man selaku perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IMM Sukoharjo.
Dalam kesempatan tersebut, Nu’man menyampaikan nasihat kepada para peserta dan panitia agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu serta mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Pesan ini berangkat dari perjumpaannya dengan Arjun, seorang peserta berusia 12 tahun yang memiliki cita-cita mulia untuk menjadi da’i di Makkah. Mengetahui cita-cita tersebut, Nu’man membawakan kisah Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai inspirasi dan penyemangat bagi anak-anak panti serta para panitia untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Nu’man juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Panti Sosial Mardhatillah yang telah memberikan ruang bagi IMM untuk belajar sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh para kader selama proses belajar mereka. Inilah ruang itu, inilah amal yang hadir melalui kebermanfaatan. Maka, melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh inspirasi gerakan bagi mahasiswa, khususnya kader IMM, dengan etos Al-Ma’un untuk terus menebar kebermanfaatan seluas-luasnya.
- Penulis: Aufa Ubadah An Nu’man
- Editor: M. Nur Isholattudin