BEM FHIP UMS Gelar DESA CERDAS, Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (BEM FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) bertajuk DESA CERDAS di Desa Alas Tuwo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Program DESA CERDAS berfokus pada optimalisasi pendidikan hukum dan penguatan kesadaran sosial masyarakat untuk mewujudkan desa yang berkarakter, sadar hukum, dan demokratis. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026 tersebut mencakup edukasi hukum keluarga, perlindungan perempuan dan anak, pendidikan karakter remaja, serta sosialisasi demokrasi desa.
Ketua Pelaksana DESA CERDAS, Indy Safina Anggraini, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat yang diidentifikasi melalui pengamatan dan koordinasi bersama pemerintah desa serta tokoh masyarakat.
“Pada Juli 2026, tim mahasiswa mengawali kegiatan dengan melakukan pemetaan persoalan sosial dan hukum yang dihadapi masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi kenakalan remaja, perlindungan perempuan dan anak, pembagian hak waris, serta dampak politik uang terhadap kualitas demokrasi di tingkat desa,” ujarnya, Senin, (19/10/2026).
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan kegiatan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berupaya menghadirkan pendidikan hukum yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Di bawah bimbingan dosen Dr. Rizka, S.Ag., M.H., tim DESA CERDAS melanjutkan kegiatan pengabdian pada Agustus 2026 dengan memberikan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat.
“Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah program sukarelawan mengajar pada 26-27 Agustus 2026 yang melibatkan siswa kelas VIII dan IX. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengenalan diri, pergaulan sehat, pendidikan karakter, pencegahan kenakalan remaja, serta perundungan,” tambah Indy.
Penyampaian materi dilakukan melalui metode interaktif, seperti diskusi, permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan ini bertujuan membantu siswa memahami pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang positif, menghargai sesama, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain menyasar pelajar, Program DESA CERDAS juga mengangkat persoalan hukum keluarga melalui edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak serta pembagian hak waris. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam keluarga sekaligus mendorong pencegahan konflik sosial.
Memasuki bulan September, rangkaian program dilanjutkan dengan sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai bagian dari penguatan pendidikan demokrasi masyarakat.
“Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menentukan pemimpin desa secara bijak dan bertanggung jawab. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak politik uang terhadap kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa,” imbuh mahasiswa UMS itu.
Melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, tim DESA CERDAS berupaya mendorong masyarakat agar lebih memahami pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan integritas, bukan karena pemberian uang atau imbalan tertentu.
Rangkaian kegiatan pada bulan September sekaligus menjadi momentum penutupan dan refleksi terhadap pelaksanaan program yang telah berlangsung sejak Juli lalu. Penutupan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat.
Indy berharap Program DESA CERDAS dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Alas Tuwo, khususnya dalam meningkatkan pemahaman hukum, membentuk karakter generasi muda, serta memperkuat kesadaran demokrasi.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik secara langsung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui DESA CERDAS, BEM FHIP UMS berharap masyarakat Desa Alas Tuwo semakin memahami hak dan kewajibannya, memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, serta mampu berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan desa yang berkarakter, berintegritas, dan demokratis. (Fika/Humas)
Editor: Choiril Amirah
- Penulis: Choiril Amirah Farida