Peringati Hari Santri Nasional 2026, TPQ ‘Aisyiyah Manafi’ul ‘Ulum Blimbingrejo Gelar Nobar Film Es Krim Terakhir dari Ayah
- account_circle hammam
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, BLIMBINGREJO – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, TPQ ‘Aisyiyah Manafi’ul ‘Ulum Blimbingrejo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Es Krim Terakhir dari Ayah pada Kamis (22/10/2026), pukul 14.30–16.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Umar Hasyim Blimbingrejo ini diikuti sekitar 200 santri.
Kegiatan diawali dengan salat Asar berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala TPQ ‘Aisyiyah Manafi’ul ‘Ulum Blimbingrejo, Ustazah Heny Fransiska, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak para santri untuk senantiasa menjalankan aktivitas sebagai santri yang baik serta mengamalkan nilai-nilai yang menjadi ciri khas seorang santri. “Mari kita menjalankan aktivitas kita sebagai santri yang baik dan melaksanakan apa saja yang menjadi ciri khas seorang santri,” pesannya kepada para santri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh sesepuh TPQ, Ustazah Zuwati. Ia mengingatkan pentingnya menyerap ilmu dengan baik sebagai seorang santri, salah satunya dengan mempelajari sifat-sifat wajib Allah Swt. agar semakin mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. “Mari kita serap ilmu dengan baik sebagai santri, salah satunya dengan mengenal sifat-sifat wajib Allah agar semakin dekat dengan Allah,” tuturnya.
Selain sambutan, para santri juga mendapatkan penjelasan singkat mengenai sejarah Hari Santri Nasional yang disampaikan oleh Ustaz Santoso. Penyampaian sejarah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kepada para santri latar belakang peringatan Hari Santri sekaligus menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu, menjaga agama, dan berkontribusi bagi bangsa.
Suasana semakin meriah ketika seluruh santri bersama-sama menyanyikan theme song Hari Santri Nasional 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film Es Krim Terakhir dari Ayah sebagai acara utama.
Pemutaran film menghadirkan suasana haru di antara para santri. Kisah yang ditampilkan menyentuh perasaan sejumlah santri hingga beberapa di antaranya tampak bersedih. Film tersebut mengingatkan mereka pada sosok ayah atau ibu yang telah tiada sehingga momen nobar menjadi pengalaman emosional yang membekas.
Melalui kisah yang disaksikan bersama, para santri diajak untuk semakin memahami arti kasih sayang orang tua, menghargai pengorbanan mereka, serta mensyukuri kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. Momen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya berbakti kepada orang tua selama masih diberi kesempatan.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para santri. Nilai-nilai keislaman, semangat menuntut ilmu, penghormatan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan nobar tersebut, TPQ ‘Aisyiyah Manafi’ul ‘Ulum Blimbingrejo berharap para santri dapat memaknai Hari Santri Nasional secara lebih mendalam, tidak hanya melalui semangat dalam belajar dan beribadah, tetapi juga melalui pembentukan akhlak mulia dalam keluarga maupun masyarakat.
- Penulis: hammam
- Editor: unais
