Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim UMS Sulap Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat

Tim UMS Sulap Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Potronayan, Boyolali, para petani perem puan dilatih untuk mengolah bayam menjadi tepung bayam dan kue kering (cookies) berbahan bayam. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan harga bayam segar yang kerap tidak stabil di pasaran.

Selama ini, para petani di Desa Potronayan menghadapi kendala serius. Bayam yang mereka panen dalam jumlah besar sering kali hanya bisa dijual dengan harga rendah. Kondisi ini diperparah dengan sifat bayam yang cepat layu dan tidak bisa disimpan lama, sehingga bila tidak segera terjual maka hasil panen berisiko terbuang. Akibatnya, banyak petani yang merugi meskipun produktivitas lahan mereka cukup tinggi.

Menurut Dr. Hidayah Karuniawati, dosen Fakultas Farmasi UMS yang menjadi ketua tim pengabdian, mengatakan inovasi produk pangan berbasis bayam ini memiliki dua keuntungan sekaligus.

“Bayam sangat melimpah di Potronayan, tapi jika hanya dijual segar harganya murah dan cepat rusak. Dengan diolah menjadi tepung dan cookies, bayam bisa bertahan lebih lama, bernilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus jadi camilan sehat,” ungkapnya, Kamis (11/9).

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan 22 petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan berlangsung secara bertahap mulai dari tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan produksi.

Metode yang digunakan, lanjutnya, adalah Participatory Rural Approach (PRA), di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. Tujuannya adalah agar transfer pengetahuan dan keterampilan bisa lebih efektif serta mampu memberikan dampak jangka panjang.

Dalam sesi penyuluhan, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya diversifikasi produk pertanian, manfaat gizi bayam, dan peluang pasar untuk produk olahan bayam. Setelah itu, dilakukan praktik langsung pembuatan tepung bayam. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemotongan, pengeringan dengan oven, penggilingan menggunakan mesin penepung, hingga penyaringan untuk menghasilkan tepung dengan tekstur halus. Tepung bayam yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cookies.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi maupun praktik pembuatan produk. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari teknik pengolahan hingga potensi pemasaran produk. Para peserta juga dibagi dalam kelompok kecil untuk praktik langsung membuat tepung bayam dan cookies, dengan pendampingan intensif dari dosen serta mahasiswa. Hasilnya, setiap kelompok berhasil menghasilkan produk jadi yang layak konsumsi.

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga terbukti meningkatkan keterampilan peserta. Sebelum mengikuti pelatihan, mayoritas peserta belum pernah mencoba mengolah bayam menjadi produk tahan lama. Setelah pelatihan, mereka tidak hanya mampu membuat tepung dan cookies bayam, tetapi juga memahami standar kebersihan, teknik pengemasan, serta strategi sederhana untuk menjaga kualitas produk. Hasil evaluasi menunjukkan nilai pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 75,62% menjadi 77,50% setelah mengikuti pelatihan. Meski peningkatan ini tidak terlalu signifikan secara statistik, perubahan keterampilan praktis yang terjadi sangat terasa.

Ketua tim pengabdian menerangkan, dari sisi kesehatan, produk olahan bayam ini memiliki manfaat besar. Bayam merupakan salah satu sumber zat besi nabati yang penting untuk mencegah anemia, terutama pada perempuan dan anak-anak. Kandungan vitamin A dan C di dalamnya juga bermanfaat bagi sistem imun, sementara serat dan antioksidan membantu menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah peradangan.

“Dengan mengolah bayam menjadi cookies, masyarakat mendapatkan alternatif camilan sehat yang sekaligus berfungsi sebagai makanan fungsional (functional food). Dalam bidang farmasi, produk seperti ini dapat dikategorikan sebagai nutraseutikal, yaitu pangan dengan manfaat tambahan bagi kesehatan,” jelas Hidayah Karuniawati.

Lebih jauh, program ini juga berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Para petani perempuan kini memiliki keterampilan tambahan yang dapat membuka peluang usaha. Dengan adanya produk olahan ini, nilai tambah yang dihasilkan dari bayam meningkat berkali lipat dibanding hanya dijual segar. Selain itu, kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para petani perempuan untuk lebih kreatif dan mandiri secara ekonomi.

Tim UMS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan pasca pelatihan, termasuk memberikan arahan mengenai strategi pemasaran, branding produk, serta pengembangan inovasi rasa. Ke depan, produk cookies bayam ini diharapkan dapat berkembang menjadi ikon kuliner khas Desa Potronayan sekaligus menjadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan pengabdian ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPMPP) UMS. Ketua tim pengabdian menyebut dengan adanya dukungan dana dan fasilitas, kegiatan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Maysali/Humas)

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan lulusan doktoralnya dengan mengukuhkan Muhammad Nur Latif sebagai doktor ke-63. Ia dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor, sekaligus meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89. Dalam proses akademiknya, Latif dibimbing oleh Promotor Prof. […]

  • PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

    PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) sebagai upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini menjadi bagian dari program laboratorium PG PAUD yang dirancang untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman lapangan. […]

  • MDMC LAMPUNG GELAR KEGIATAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    MDMC LAMPUNG GELAR KEGIATAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Tengah – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung, bersama LAZISMU Wilayah Lampung, melaksanakan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di beberapa sekolah Kabupaten Lampung Tengah pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa serta tenaga pendidik dalam menghadapi bencana. Kegiatan […]

  • Kiai Fathurrahman Kamal: Thaif, Potret Cinta Kasih Sang Nabi Agung Terhadap Umatnya

    Kiai Fathurrahman Kamal: Thaif, Potret Cinta Kasih Sang Nabi Agung Terhadap Umatnya

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Oleh: Fathurrahman Kamal Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kalaulah tidak bersebab rahmat Allah Ta’āla, dan cinta kasih Nabiyullah ‘alaihissalam terhadap umatnya; rasa-rasanya tak ada yang memantaskan kita bersua dengan Manusia Agung ini. Betapa tidak, memasuki wilayah Thaif yang sejuk, untuk menyeru manusia kepada tauhidullah demi kebahagiaan dunia dan keselamatan akherat, justeru beliau disambut sumpah […]

  • Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,  Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu program kuliah dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari saat berkuliah secara nyata pada masyarakat dan mampu memberi kebermanfataan luas. Dalam pelaksanaannya, […]

  • PC IMM BANYUMAS Implementas Nilai Intelektual Profetik Melalui DAMPID NASIONAL

    PC IMM BANYUMAS Implementas Nilai Intelektual Profetik Melalui DAMPID NASIONAL

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banyumas membawakan tema besar “Intelektual Profetik” dalam Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional yang di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. DAMPID Nasional ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober hingga 5 Oktober 2025, dengan banyak rangkaian yang berfokus pada peneraoan nilai-nilai […]

expand_less