Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah di UMS, Rektor Dorong Peningkatan Kualitas Guru
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Penguatan kualitas pendidikan Muhammadiyah membutuhkan guru yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga memiliki semangat berjuang, daya saing, dan kemampuan berinovasi menghadapi perubahan zaman. Hal tersebut menjadi pesan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (7/11/2026).
Di hadapan lebih dari 12.500 guru Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai daerah, Harun menekankan pentingnya membangun lima daya sebagai fondasi untuk melahirkan guru yang hebat dan berkemajuan. Kelima daya tersebut meliputi daya panggil, daya juang, daya saing, daya inovasi tiada henti, dan daya beli.
Menurut Harun, daya panggil menjadi kekuatan awal yang membuat guru memiliki keterikatan dan semangat untuk terus berkontribusi dalam pendidikan Muhammadiyah. Semangat tersebut perlu diikuti daya juang atau militansi dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
“Guru Muhammadiyah-’Aisyiyah harus punya daya juang, daya semangat. Semangat itu tidak bisa dikonversi oleh uang maupun barang, tetapi tumbuh dari kecintaan kita terhadap Muhammadiyah-’Aisyiyah,” ungkapnya.
Selanjutnya, guru dan sekolah Muhammadiyah perlu memperkuat daya saing melalui kompetisi yang sehat. Harun mengingatkan bahwa persaingan tidak semestinya hanya berlangsung di lingkungan internal Muhammadiyah, tetapi harus diarahkan untuk menghadirkan keunggulan di tengah masyarakat luas.
Ia juga menyoroti pentingnya daya inovasi tiada henti, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi dunia pendidikan.
Menurutnya, guru tidak boleh berhenti belajar dan berinovasi karena teknologi terus berkembang. AI bekerja berdasarkan algoritma dan data yang diberikan manusia. Karena itu, guru tetap harus memiliki kapasitas untuk mengarahkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Jangan sampai hasil survei membuktikan anak-anak kita lebih percaya kepada AI daripada percaya kepada gurunya karena gurunya tidak punya daya inovasi tiada henti,” tegasnya.
Keempat daya tersebut, lanjut Harun, diharapkan dapat bermuara pada daya beli sebagai salah satu indikator kesejahteraan guru. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru Muhammadiyah perlu dibangun melalui kekuatan dan kolaborasi internal persyarikatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kualifikasi akademik guru Muhammadiyah, Harun juga menawarkan kesempatan melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di UMS.
Harun menjelaskan, UMS memiliki 86 program studi yang terdiri atas 42 program sarjana (S1), 23 program magister (S2), 10 program doktor (S3), dan 11 program profesi. UMS juga tengah mengembangkan program doktor di bidang Kedokteran Umum dan Ilmu Kesehatan.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat memperkuat kontribusi UMS dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah mengangkat tema “Guru Muhammadiyah: Profesional, Sejahtera”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 12.500 guru Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Ketua Panitia, Bambang Kusmiyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Forum Guru Muhammadiyah Jawa Tengah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat profesionalisme dan kesejahteraan guru Muhammadiyah.
Ia mengapresiasi dukungan UMS sebagai tuan rumah, khususnya dalam penyediaan gedung, fasilitas, dan berbagai perlengkapan kegiatan. Dukungan fasilitas dari UMS tersebut diperkirakan mencapai Rp140 juta.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menilai keberadaan FGM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah.
Menurutnya, FGM turut terlibat dalam penyusunan kurikulum dan buku pembelajaran Muhammadiyah, termasuk pengembangan buku Matematika dan IPA (MIPA) bilingual yang telah dimulai sejak 2025.
Pada 2026, penyusunan buku IPS bilingual dengan bahasa Inggris serta buku Bahasa Inggris bilingual dengan bahasa Mandarin juga melibatkan guru-guru FGM. Program tersebut diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di sekolah Muhammadiyah pada 2027.
Didik juga menyampaikan rencana pengembangan Muhammadiyah Training Center (MTC) di Sentolo, Kulon Progo, sebagai pusat peningkatan profesionalisme guru Muhammadiyah.
Kegiatan Silaturahmi Akbar FGM Jawa Tengah turut menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-14, Prof. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D., dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., sebagai narasumber.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, lanjutnya, UMS tidak hanya menjadi ruang pertemuan bagi ribuan guru Muhammadiyah, tetapi juga memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Muhammadiyah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidik, pengembangan kapasitas akademik, dan kemajuan pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kontributor: Fika/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda
