Prof. Abdul Aziz Alimul Hidayat Kembali Pimpin UMLA Periode 2026-2030, Tegaskan Transformasi Menuju Global & Smart University
- account_circle M Nur Isholattudin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH, LAMONGAN – Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., kembali dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) untuk periode kedua, masa pengabdian 2026–2030.
Pelantikan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) pagi di Hall Lantai 10 Gedung Universitas Muhammadiyah Lamongan. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., yang mewakili Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pelantikan tersebut dihadiri Prof. Hilman Latief dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Biyanto, serta sejumlah Wakil Ketua PWM Jawa Timur, yakni Ir. Tamhid Masyudi, Dr. Hidayatulloh, dan Dr. M. Sholihin Fanani. Hadir pula Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta wakil.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi UMLA untuk melanjutkan capaian institusi sekaligus mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Aziz memaparkan berbagai capaian kinerja UMLA, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, perkembangan mahasiswa dan alumni, peningkatan infrastruktur pendukung pembelajaran, peningkatan signifikan jumlah aset universitas, hingga penguatan tata kelola kelembagaan.
Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi UMLA untuk melangkah lebih jauh dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Keberlanjutan pengembangan universitas membutuhkan kepemimpinan visioner, sumber daya manusia unggul, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi yang semakin luas.
Kepemimpinan yang Melahirkan Pemimpin Masa Depan
Salah satu pesan penting yang disampaikan Prof. Abdul Aziz adalah tentang makna kepemimpinan dan keberlanjutan regenerasi. Baginya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian selama masa jabatan, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang lebih unggul.
“Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang sulit digantikan. Saya ingin menjadi pemimpin yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, yang lebih visioner dan lebih berkemajuan. Karena masa depan UMLA bukan semata-mata terletak pada siapa yang memimpin hari ini, melainkan pada siapa yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin esok hari.”
Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun budaya kepemimpinan yang berorientasi pada kaderisasi, pengembangan talenta, dan keberlanjutan organisasi. Regenerasi bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan upaya menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian institusi.
Penulis: Rohmat
- Penulis: M Nur Isholattudin