Shubuh Barokah Masjid Al-Munajat: Hidupkan Al-Qur’an, Hidupkan Masa Depan
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Masjid Al-Munajat Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Pagi Shubuh Barokah pada Sabtu (7/11/2026). Mengangkat tema “Hidupkan Al-Qur’an, Hidupkan Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan Ustadz Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) UMS, sebagai pemateri. Kajian berlangsung selepas salat Subuh dan diikuti oleh jamaah serta mahasantri Pondok Shabran.
Dalam penyampaiannya, Kharis menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur’an tidak seharusnya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi perlu dilanjutkan dengan menggali kandungannya serta mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi, sejak sekarang mulailah saja digali itu Qur’an itu. Ya, tidak hanya sekadar panduan dalam masalah-masalah ibadah mahdhah, dalam masalah rutinitas, tapi juga Qur’an itu dibuat untuk memberikan spirit dan solusi, ya, di dalam menghadapi masalah-masalah yang yang ada sekarang.”
Lebih lanjut, Kharis mendorong para mahasantri untuk mengembangkan tradisi intelektual melalui penulisan dan penerbitan karya. Ia mencontohkan pentingnya menyediakan wadah penerbitan yang dapat memfasilitasi karya-karya kader dengan perspektif Qur’ani agar mampu memberikan kontribusi bagi umat.
“Ya bikin aja penerbit apa, Sobron Press gitu, yang memfasilitasi karya-karya besar antum, ya, di bidang apa saja, tapi dengan framework, dengan apa namanya, cara pandang yang Qur’anik untuk memberikan solusi umat.”
Pada akhir penyampaiannya, Kharis mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah bersama Al-Qur’an. Ia meyakini bahwa berbagai persoalan yang akan dihadapi umat ke depan tetap memiliki solusi yang bersumber dari Al-Qur’an.
“Motivasi agar terus istiqamah dengan Al-Qur’an. Karena saya yakin masalah-masalah ke depan itu ya akan jauh lebih dahsyatlah. Tapi se-dahsyat apa pun, semuanya solusinya sudah ada dalam Al-Qur’an. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.”
Mempererat Kebersamaan Antarmahasantri
Selain menjadi ruang penguatan keilmuan dan spiritualitas, Shubuh Barokah juga menghadirkan kesempatan bagi mahasantri lintas semester untuk mempererat silaturahmi. Suasana kebersamaan berlanjut setelah kajian melalui interaksi dan sarapan bersama.
Hal tersebut dirasakan oleh M. Faldlan Anshori, mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Agama Islam sekaligus mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. Ia menilai kegiatan ini menjadi salah satu momen berkumpul yang mempertemukan kembali mahasantri dari berbagai jenjang semester.
“Kesannya ini adalah salah satu momen kumpul kita setiap subuh, meskipun kadang setiap subuh kita masih dipertemukan di ibadah rutin seperti shalat subuh, tapi jarang halnya kita bisa ngobrol bareng di bawah matahari pagi, di bawah langit yang pagi untuk menikmati hidangan setelah kajian.”
Menghidupkan Masjid melalui Kajian Rutin
Ketua Takmir Masjid Al-Munajat, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa Shubuh Barokah merupakan salah satu ikhtiar takmir dalam menghidupkan masjid, tidak hanya melalui salat berjamaah, tetapi juga dengan menghadirkan kajian yang memperluas wawasan keislaman dan memperkuat kedekatan mahasantri dengan Al-Qur’an.
“Shubuh Barokah ini menjadi salah satu ikhtiar Takmir untuk menghidupkan Masjid Al-Munajat, bukan hanya melalui salat berjamaah, tetapi juga dengan menghadirkan kajian yang dapat menambah wawasan keislaman dan memperkuat kedekatan mahasantri dengan Al-Qur’an.”
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan terakhir pada periode kepengurusan takmir saat ini. Ia berharap program Shubuh Barokah dapat diteruskan oleh kepengurusan berikutnya sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid.
“Kegiatan kali ini juga menjadi pelaksanaan terakhir pada periode kepengurusan kami. Harapannya, Shubuh Barokah tetap dapat dilanjutkan oleh kepengurusan takmir yang akan datang dan menjadi agenda rutin dalam menghidupkan masjid serta mempererat kebersamaan mahasantri.”
Melalui kegiatan Shubuh Barokah, Masjid Al-Munajat diharapkan terus menjadi ruang pembinaan keislaman, penguatan interaksi dengan Al-Qur’an, serta pengembangan ukhuwah di lingkungan Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.
Kontributor: Anqiya Zaki Mushoddiq
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda
