Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Refleksi Mahasiswa: Tahun Politik dan  Tugas Intelektual

Refleksi Mahasiswa: Tahun Politik dan  Tugas Intelektual

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
  • visibility 315
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Anas Asy’ari Nashuha*

“Hidup yang tak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani” ~ Socrates

Tatkala fajar menyingsing kesadaran kembali bangun melihat masa depan lebih indah. Kesadaran membuka matanya melihat keadaan yang tak biasa ia rasakan. Pagi yang cerah menyambut dengan kegembiraan sekaligus menimbulkan tanda tanya.

Tak lama kemudian ia mendapati berita bacapare-bacapres yang ramai menjadi perbincangan seluruh saluran televisi hingga media sosial hari saat ini. Yups ini adalah tahun politik dimana terdapat perubahan besar pada pemerintah dalam waktu dekat ini. Namun sudahkah Masyarakat Indonesia menyadari apa yang sebetulnya terjadi pada setiap kontestasi politik? Atau hanya mengerti bacapres dan koalisisnya dengan itung-itungan point tertentu saja?

Realita Negeriku

Berpindah dari berita diatas muncul kabar adanya BEM UI yang mengadakan undangan diskusi terbuka Bersama para bacapres guna menguji isi pemikiran dan bagaimana pikiran bacapres dalam memimpinn negeri ini dimasa depan.

 Dihadapan para akademisi inilah kemudian para bacapres layak untuk diuji dan digali sedalam-dalamnya apa sebetulnya pikiran para calon pemimpin kita ini. Hal yang mengagumkan ini kemudian menjadi pertanyaan mampukah seluruh mahasiswa Indonesia mengadakan hal serupa ini atau bagaimana respon para pemuda Indonesia melihat para bacapres ini.

Pasalnya apa yang ditampilkan oleh media hari ini menunjukkan menurunnya kualitas demokrasi. Benar memang indeks demokrasi negeri ini terus mengalami penurunan dari sebelumnya peringkat 52 ke 54 dari negara-negara lainnya.

Tentu realita ini menjadi pertanyaan saya sebagai warganegara untuk terus merefleksikan yang amat mengerikan ini. Seperti kata Socrates “hidup yang tidak diuji bukanlah hidup”. Maka dengan kenyataan yang Tengah berlangsung ini, hendaknya kita menguji sejauh mana pemahaman terkait negara demokrasi ini. Karena dengan menguji apakah kita termekanistis dengan system demokrasi atau tidak, kemudian kita akan menjadi pribadi yang bebas jika terus menguji hidup kita.

Sejatinya memang manusia hidup sebagai dirinya sendiri, namun berapa banyak dalam kehiodupan disekitar kita yang ia hanya hidup sekedar hidup. Inilah kemudian menjadi Upaya Bersama agar tidak terbawa sebuah system demokrasi yang carut marut ini dengan mempertanyakan segala aspek kehidupan yang kita jalani guna menguji hidup kita sendiri.

Insan bertanggunngjawab

Bukan suatu hal yang baru sebagai Masyarakat sudah seharusnya kita bertanggung jawab atas pilihan kita. Tentu dalam hal ini penulis mengajak pembaca terkait pemilihan bacapres 2024 mendatang. Namun sebelum itu ada yang tergores dalam memori ini saat hendak pemilihan presiden Jokowi pada periode keduanya di 2019 yang banyak memunculkan berbagai polemik. Namun apa yang ditampilkan pada akhir masa jabatan pak presiden hari-hari ini banyak diwarnai dengan berita-berita yang justru menunjukkan keberhasilan seorang presiden Jokowi.

Kenyataan diatas yang kemudian membawa saya pada corak berpikir apa sebetulnya yang benar-benar harus kita waspadai saat menjelang pemilu. Tentu hal ini harus menjadi refleksi kita Bersama karena dengan keadaan yang sekarang ramai diperbincangkan selalu muncul actor-aktor baru disaat menjelang pemilu.

Apakah semua  ini bernilai eksistensi semata yang mengharumkan nama masing-masing actor public atau memang ada tujuan tertentu. Lihat saja Ketika 2019 ada presma UI,UGM dll yang kemudian hari ini diantara mereka nyaleg, akhirnya menimbulkan segelintir isu yang terus eksis diperbincangkan.

Yang pasti sebagai manusia kita harus bertanggungjawab apabila kemudian saat menjelang pemilu kita bergerak sebagai aktor publik agar kemudian kita tidak hanya membawa bualan. Bertolak dari pemilu 2019 mari kita jadikan hal itu sebagai refleksi Bersama dalam melihat negara ini kedepan.

Sebagai agent of change yang biasa disematkan pada mahasiswa tentu memiliki harapan besar terkait Indonesia mendatang. Negeri ini sudah terlalu banyak orang pintar namun langka mereka yang berakhlak, apalagi saat berbicara akhlak berpolitik sangat langka yang merepresentasikan sebagai seorang muslim.

Yang unik dari bacapres saat ini kitab isa  tengok ada dua bacapres yang hadir sebagai alumni aktivis pergerakan mahasiswa pada masanya. Ini menjadi satu prestasi tersendiri saya sebagai mahasiswa Ketika melihat aktivis pergerakan yang turut membangun negeri ini.

Dan satu bacapres lahir dari militer. Bukan masalah peran individu pada latar belakang masing-masing, namun lebih dari itu perpolitikan 2024 harus kita maknai sebagai ajang beradu pikiran dan beradu argument yang bertanggung jawab. Karena salah satu ciri berpikir filsafat adalah tanggunngjawab maka dengan tulisan ini saya mengajak pembaca sekaligus  pemilih pada perhelatan politik 2024 nanti untuk bertanggungjawab atas segala pilihannya.

Tugas Intelektual

Tugas berat dibebankan kepada intelektual dimasa mendatang, menyikapi politik tahun politik ini dengan sebijak mungkin. Tentu bukan hal yang mudah dimana terdapat banyak tawaran dari berbagai koalisi yang turut hadir. Disinilah keteguhan hati dan kedalaman intelektual diuji bagaimana keputusan yang ia berikan akan sangat berdampak pada negeri ini pasca pemilu mendatang. Refleksi sebagai satu Upaya intelektual untuk terus diketengahkan agar kemudian Masyarakat indonsia tidak gagap dan sialu dengan eksistensi semata.

Tugas berat selanjutnya sebagai seorang intelektual mampu menyalurkan refleksi yang mednalam tersebut pada setiap sendi Masyarakat yang membawa ketentraman. Memngingat apatisme semakin marak akibat akhlak politik oknum politisi yang tidak menampilkan sebagaimana mestinya.

Tugas yang berat ini lagi-lagi harus dibebankan kepada intelektual dimana ia yang terus bergerak ditengah masa hidup yang terus dinamis ini.

Akhirnya intelektual sebagai aktor pergerakan ditengah realita politik akan selalu hadir pada garda terdepan dalam mengantarkan kehidupan yang asri dan nyaman pada negeri ini.


*Penulis adalah Ketua Umum PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran UMS

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggung Enterpreneur AMM Grogol Season 2 : Motivasi dan Inspirasi untuk Pemuda

    Panggung Enterpreneur AMM Grogol Season 2 : Motivasi dan Inspirasi untuk Pemuda

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Grogol, 13 Juli 2025 – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) PCPM Grogol kembali mengadakan kegiatan Panggung Enterpreneur yang kedua setelah launching pada tanggal 22 Juni 2025. Kegiatan ini diadakan satu tahun 24 kali, yaitu satu bulan 2 kali, dengan tujuan memotivasi dan menginspirasi pemuda-pemudi Grogol untuk menjadi enterpreneur sukses. Pada kegiatan kedua ini, AMM Grogol […]

  • Seminar UMKM Dorong Immawati IMM Tulungagung Menjadi Mandiri, Kreatif, dan Berdaya

    Seminar UMKM Dorong Immawati IMM Tulungagung Menjadi Mandiri, Kreatif, dan Berdaya

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Dalam rangka memperingati semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memberdayakan perempuan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tulungagung melalui bidang Immawati menggelar seminar bertajuk “Marketing UMKM: Menciptakan Immawati Mandiri, Kreatif dan Berdaya” pada Senin (21/4/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Panti Asuhan Yatim (PAY) Siti Fatimah. Seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan […]

  • BEM FAI UMS Sukses Laksanakan Program Pengabdian Masyarakat, Wujudkan Generasi Islam Kaffah Sejak Dini

    BEM FAI UMS Sukses Laksanakan Program Pengabdian Masyarakat, Wujudkan Generasi Islam Kaffah Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama satu tahun, mulai dari Maret hingga November 2024. Program ini fokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan pembentukan generasi Islam yang kaffa sejak dini. Selama satu tahun, BEM FAI melaksanakan berbagai […]

  • Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID JAKARTA – Belum tuntas mengupas dampak program pemberdayaan, arena gerakan filantropi malah dikabarkan oleh Kemenag RI akan dibuatkan tampilan data visual (dashboard) bersama yang berbasis waktu nyata dalam agenda pengentasan kemiskinan. Badan dan lembaga amil zakat akan bersama-sama menyajikan data itu dari aksi layanannnya. Kendati jalan program pemberdayaannya berbeda-beda, tujuannya sama yaitu pengentasan kemiskinan […]

  • Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kutai Kartanegara Mengadakan Silahturahim bersama Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Se- Kecamatan Tenggarong dalam rangka Syawalan yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2020, kegiatan ini dihadiri oleh  PDM Kutai Kartanegara, Kepala TK ABA 1-3, Kepala SD SMP SMA Muhammadiyah beserta para guru. Dengan adanya kegiatan ini Lazismu Kutai Kartanegara tetap memperhatikan […]

  • IIUM Malaysia dan FEB UMS Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Benchmarking

    IIUM Malaysia dan FEB UMS Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Benchmarking

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan _benchmarking_ dari Kulliyyah of Economics and Management Sciences, International Islamic University Malaysia (IIUM), Rabu (24/9). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Badan Pembina Harian (BPH), lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan dan sejumlah dosen FEB UMS. Kehadiran […]

expand_less