Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi Kader?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
  • visibility 1.020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faishal Hazza

Potensi dan Bakat

Dalam suatu forum tentang mapping diri, aku dapat insight menarik soal potensi dan bakat bagi seorang manusia. Dua hal ini adalah faktor pembentuk seorang manusia dalam menemukan kapasitas dirinya. Potensi adalah peluang seorang manusia untuk mencapai suatu kepandaian. Sebagai contoh, Lionel Messi adalah pemain sepak bola kelas dunia, maka anak dari Messi berpotensi untuk menjadi pemain sepak bola kelas dunia pula. Meskipun potensi menujukkan adanya peluang, hal ini tak menjamin seorang manusia dapat mencapainya.

Sebut saja contohnya founding fathers Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, apakah anaknya ada yang meneruskan beliau jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah? Sependek pengetahuan saya tidak ada. Justru yang melanjutkan posisi Muhammadiyah 01 itu adalah saudara dan murid dari KH Ahmad Dahlan sendiri. Padahal jika dipikir, anak-anak KH Ahmad Dahlan memiliki potensi besar untuk melanjutkan kepemimpinannya di Muhammadiyah. Perlu kita pahami bahwa potensi yang dimiliki seorang manusia itu bukanlah suatu jaminan, terlebih jika seorang manusia itu tak memiliki bakat yang sesuai dengan potensinya.

Berbanding terbalik dengan potensi, bakat adalah kepandaian seorang manusia yang sudah melekat sejak lahir. Menurut Prof. Dr. Sukarni Catur, bakat adalah kepandaian bawaan dari seorang manusia yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi keahlian. Jika potensi adalah peluang, maka bakat adalah penyempurna dari peluang itu sendiri. Bila kita kembali pada konteks tidak adanya sosok Ketua Umum PP Muhammadiyah dari anak-anak KH Ahmad Dahlan, maka hal ini mungkin akan menjawab kritik dari sebagian kader ortom Muhammadiyah.

“Kenapa Anak Pimpinan Muhammadiyah, Banyak yang Tidak Menjadi kader?”

Kritik ini mungkin tak salah, karena memang realitanya seperti itu hari ini. Banyak pimpinan Muhammadiyah yang anaknya justru tidak menjadi kader penerus, padahal sebagian besar dari mereka adalah jebolan dari sekolah Muhammadiyah yang unggul. Hari ini kader ortom Muhammadiyah memang didominasi oleh mereka yang secara biologis tidak lahir dari orang tua pimpinan Muhammadiyah. Apakah hal ini adalah masalah? Tentu saja tidak. Kembali ke topik, bagi mereka yang mengeluhkan soal minimnya kader dari anak pimpinan Muhammadiyah, kenapa kritik ini bisa ada?

Mereka beranggapan bahwa anak dari pimpinan Muhammadiyah memiliki banyak privellege dalam ber-Muhammadiyah, yang apabila dimaksimalkan akan sangat membantu kinerja organisasi dalam banyak lini. Sehingga kritik ini bisa dikatakan ada sebagai bentuk “kegregetan” atas mubazirnya potensi anak seorang pimpinan Muhammadiyah. Namun, apakah bagi mereka kader yang bukan anak pimpinan Muhammadiyah tidak bisa berkesempatan demikian? Tentu saja sama-sama bisa. Namun secara potensi yang berbeda.

Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa menjadi kader Muhammadiyah itu tidak bisa asal-asalan, tapi juga menghendaki adanya kapasitas pada diri seseorang. Memang pada faktanya, potensi dan bakat dalam diri seseorang lah yang akan menentukan kapasitas dirinya. Faktanya, banyak anak pimpinan Muhammadiyah yang secara potensi diunggulkan dan dielu-elukan untuk jadi kader penerus, namun ternyata tak memiliki bakat atas potensi itu. Karena tak berbakat, sebagian dari mereka biasanya memilih untuk jadi simpatisan saja. Namun di sisi lain, mereka yang terlahir bukan dari anak seorang pimpinan Muhammadiyah, faktanya justru lebih banyak yang berbakat menjadi kader penerus.

Dua fakta memiliki satu kesamaan jika dilihat dari perspektif psikologi, yaitu sama-sama tentang seorang yang memilih jalan hidupnya. Hal ini sejalan dengan konsep Self-Determination Theory atau teori penentuan nasib sendiri yang dikemukakan oleh Edward Deci dan Richard Ryan. Teori ini menjelaskan bahwa siapapun berhak memilih jalan hidupnya tanpa tendesi dari orang lain.

Dalam konteks ini, anak seorang pimpinan Muhammadiyah pun berhak dan sah-sah saja menentukan diri dalam ber-Muhammadiyah, mau itu jadi kader, jama’ah pengajian, donatur, atau bahkan simpatisan. Kita tak boleh terus-terusan memberikan tendensi bagi anak seorang pimpinan Muhammadiyah untuk bisa sama dengan orang tuanya.

Sebaliknya, kita juga tak boleh meremehkan kader Muhammadiyah yang tidak ditakdirkan lahir dari seorang pimpinan. Mereka juga berhak untuk menjadi kader penerus dari seorang pimpinan Muhammadiyah. Pada akhirnya, setiap manusia berhak memilih atas jalan hidupnya. Begitupun dengan Muhammadiyah, ia berhak diteruskan oleh siapapun yang berjiwa ikhlas membesarkan!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Sabtu, 20 Juli 2024, menjadi hari bersejarah bagi Desa Ngasem. Balai desa yang biasanya hening, mendadak riuh dengan diskusi hangat. Para tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Desa, Bapak Jombor Setiawan hingga ketua Karang Taruna, berkumpul dengan satu tujuan: mewujudkan Desa Ngasem sebagai surga tanaman obat keluarga (TOGA). Inisiatif ini digagas oleh Tim […]

  • Dukung Kesiapan Karier Mahasiswa, IKA UMS Gelar Ultimate Talk 6

    Dukung Kesiapan Karier Mahasiswa, IKA UMS Gelar Ultimate Talk 6

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan diri generasi muda melalui penyelenggaraan Ultimate Talk 6 bertajuk “Graduate With Direction: Unlocking Your Career Path With Purpose by Aligning Passion and Skills”, Sabtu (13/12). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Auditorium Mohammad Djazman UMS serta daring melalui […]

  • Rakerwil LPP PWM Jateng menghasilkan Program Stategis Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah

    Rakerwil LPP PWM Jateng menghasilkan Program Stategis Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kudus – Rapat Kerja Pengurus Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah diselenggarakan 2 hari dari tanggal 19-20 Agustus 2023 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus menghasilkan banyak program strategis guna peningkatan mutu dan kualitas pesantren Muhammadiyah. Dalam Pembukaan Rakerwil, ketua LPP PWM Jateng KH. M. Irzal Fadholi menyampaikan peran penting Lembaga ini untuk […]

  • IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi  di Indonesia

    IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 409
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – IMM Cabang AR. Fachruddin Kota Yogyakarta menanggapi situasi demokrasi dan politik yang berkembang di Indonesia melalui pernyataan sikap yang dipublikasi melalui Konferensi Pers serta lewat media daring di Instagram @immarfakhruddin pada Minggu, 11 Februari 2024. IMM Cabang AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta telah mencermati sekaligus memperhatikan kondisi perpolitikan yang berkembang dan melihat bahwa […]

  • PCIM Maroko Perkuat Diplomasi Akademik UMRI dengan Yayasan Khaled El Hassan

    PCIM Maroko Perkuat Diplomasi Akademik UMRI dengan Yayasan Khaled El Hassan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Maroko – Kunjungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Maroko kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjembatani kerja sama internasional. Pada Sabtu (25/4), PCIM Maroko memfasilitasi pertemuan antara Universitas Muhammadiyah Riau dan Yayasan Khaled El Hassan di kantor yayasan yang berlokasi di Rabat. Pertemuan ini dihadiri oleh Dr. H. Saidul Amin, M.A., selaku Rektor UMRI, yang […]

  • RS UMS AR Fachruddin Resmi Beroperasi, Dorong Pelayanan Humanis dan Berempati

    RS UMS AR Fachruddin Resmi Beroperasi, Dorong Pelayanan Humanis dan Berempati

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 106
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan operasional Rumah Sakit UMS AR Fachruddin sebagai amal usaha strategis di bidang kesehatan. Peresmian ini menandai komitmen UMS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, islami, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta ramah keluarga. Badan Pembina Harian (BPH) RS UMS, Prof. Harun, S.H., M.H., […]

expand_less