
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Prodi S2 PAI UMS meraih penghargaan Top Curriculum Innovation in PAI Study Program dalam ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang diselenggarakan di Bandung pada 14-16 Juli 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas inovasi kurikulum yang dikembangkan Prodi S2 PAI UMS dalam merespons dinamika pendidikan Islam di era global. Kurikulum yang diterapkan dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
AICIRE 2026 mengusung tema “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness”. Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola program studi pendidikan agama Islam dari berbagai negara untuk mendiskusikan strategi penguatan mutu pendidikan Islam yang berdaya saing global.

Dalam forum tersebut, Prodi S2 PAI UMS memperoleh Certificate of Appreciation Nomor PPPAII/SERT/AICIRE/VII/2026/002 sebagai Top Curriculum Innovation in PAI Study Program. Penghargaan diberikan oleh Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII), Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si., sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi UMS dalam mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang inovatif.
Ketua Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari komitmen seluruh civitas academica dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa inovasi kurikulum yang kami kembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan Islam di tingkat global. Bagi kami, kurikulum bukan hanya dokumen akademik, tetapi menjadi instrumen strategis untuk melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan, karakter keislaman, kemampuan riset, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat yang terus berubah,” ungkap Rochim, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum di Prodi S2 PAI UMS dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi berkala, kolaborasi dengan para pakar, pemangku kepentingan, alumni, serta jejaring akademik internasional. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia pendidikan.
Menurutnya, internasionalisasi kurikulum menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat posisi pendidikan Islam Indonesia di tingkat global.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Prodi S2 PAI UMS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik, peneliti, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia maupun dunia. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi internasional, serta menghasilkan karya-karya akademik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Keikutsertaan UMS dalam AICIRE 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan praktik baik pengembangan pendidikan Islam Indonesia kepada komunitas akademik dunia. Melalui forum tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman dan gagasan mengenai transformasi pendidikan Islam yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Capaian ini semakin memperkuat posisi UMS sebagai perguruan tinggi yang konsisten melakukan inovasi akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Pengakuan internasional tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi Prodi S2 PAI UMS untuk terus menghadirkan kurikulum yang adaptif, berkualitas, dan mampu mencetak lulusan berdaya saing global serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di masa depan. (Fika/Humas)
Editor : Amtsal Ajhar



