Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kopi Ngaji Bodeh Sleman: Jadilah Orang Tua yang Asyik!

Kopi Ngaji Bodeh Sleman: Jadilah Orang Tua yang Asyik!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 575
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Sleman – Udara pagi segar dan burung yang saling bersautan, menyambut datangnya jama’ah “Kopi Ngaji” dari penjuru Jogja ke Bodeh, Sleman. Pengajian ini rutin diadakan setiap sabtu ba’da subuh. Mentari belum bersinar, tapi mata jama’ah sudah berbinar, melihat hamparan sawah hijau yang ada di kanan-kiri tempat ngaji ini. Cemilan, teh atau kopi hangat, jadi teman duduk ngaji jama’ah.

Aku pilih teh hangat saja, selain lebih soft, juga menenangkan hati yang gundah karena tugas kuliah. Kopi Ngaji edisi 16 Desember 2023 ini terasa berbeda, biasanya narasumber berdialog slowly khas Jogja, namun kali ini begitu energik sedari awal. Ustadz Misbahul Huda, MBA. namanya, motivator nasional & tokoh publik masyarakat Jawa Timur.

Beliau membawakan kajian bertajuk, “Spiritual Parenting: Mendidik Anak Berbudi dan Berprestasi”. Jujur saja, aku terkesima dengan mukadimah yang disampaikan oleh Ustadz Misbah. Beliau memainkan kata lewat rima silang yang dibumbui dengan humor khas bapack-bapack, nampak sekali jama’ah begitu antusias menunggu tiap lontaran kata Ustadz Misbah.

Antusias ini tak lepas dari penguasaan ruang dialog yang dilakukan Ustadz Misbah pada 30 detik pertama, di waktu itu pendengar akan cenderung kehilangan konsentrasi jika pembicara tidak menarik perhatian. Kalau aku boleh berpendapat, Ustadz Misbah ini model dakwahnya 11 12 dengan Ustadz Das’ad Latif, seni dakwahnya sangat kultural sekali.

Ustadz Misbah membuka topik dengan membedah dua point of view antara berbudi dan berprestasi. “Dalam konteks spiritual parenting, berbudi itu tidak hanya soal baiknya akhlak anak terhadap kita sebagai orang tua, tapi juga kepada orang lain.” Ujar Ustadz Misbah menegaskan kedudukan akhlaq dalam proses tumbuh kembang budi seorang anak. Khususnya dalam mengenalkan nilai-nilai Islam yang dibungkus dengan cara family friendly.

Dalam kajian ini pula, Ustadz Misbah terus terang dengan mengisahkan permasalahan anaknya yang ketahuan berkata kasar di sosial media kepada teman sekolahnya, padahal jika di rumah anaknya itu tak pernah berlaku yang demikian.

“Saya sita HP-nya, tidak saya marahi, tapi saya laporkan masalah ini kepada wali kelasnya di sekolah,” terang Ustadz Misbah setelah anaknya menangis usai ditanya-tanya.

Setiap orang tua perlu membuat forum empat mata dengan anaknya, sekedar ngobrolin masalah di sekolah, perilaku teman, hingga gundah gulananya. Sehingga anak akan merasa terbuka untuk bercerita pada orang tua, hal ini yang dapat menjaga anak untuk berbudi baik pada siapapun.

Sebagai praktisi parenting, Ustadz Misbah memberikan perspektif baru yang asyik bagi para jama’ah yang masih “menjabat” sebagai orang tua terhadap anaknya. Bahwa pendidikan akhlak itu harus dimulai dari keteladanan akhlak orang tuanya. “Masa orang tua nyuruh anaknya shalat, tapi dia sendiri gak shalat? Kan lucu,” jelas Ustadz Misbah sambil tertawa kecil.

“Bapak, ibu, jama’ah Kopi Ngaji Rahimakumullah. Berprestasi itu tidak hanya anak dapat ranking 1 di sekolah ya,” tegas Ustadz Misbah melanjutkan kajian.

Setiap anak dari orang tua yang seperti apapun, pasti memiliki potensi prestasi yang harus diarahkan orang tua. Ustadz Misbah menceritakan anaknya yang suka ngotak-ngatik motor dan tertarik soal dunia permotoran.

“Anak saya itu ada yang hobi mainin motor, sering ke bengkel, rakit ini itu, seperti dunianya sendiri,” ujar Ustadz Misbah.

Kemudian beliau mulai membuka forum dialog dengan anak laki-lakinya itu, “Le, kapan-kapan kita ke pameran variasi motor yok,” ajak Ustadz Misbah.

Interaksi antara bapak dan anak ini sangat penting bagi pengarahan potensi. Ustadz Misbah men-discalimer bahwa prestasi itu hanyalah bonus, tidak boleh dipaksakan, yang harus dipaksa adalah peran orang tua dalam mengarahkan dan mengetahui potensi anaknya.

Berjalannya waktu, chemistry tentang bongkar-membongkar permotoran ini sudah terbangun dengan baik antara Ustadz Misbah dan anak laki-lakinya.

“Saya menawarkan ke anak laki-laki saya itu untuk mencoba bisnis rakit sepeda fixie,” terang Ustadz Misbah mulai mengarahkan potensi anaknya.

Meskipun Ustadz Misbah tak memberi tahu kelanjutan dari kisah itu, setidaknya aku bisa menangkap bahwa peran orang tua sangat krusial dalam penggalian potensi dan prestasi dari seorang anak. Satu nilai penting dari kajian Ustadz Misbah ini, jadilah orang tua yang asyik bagi anaknya!

Red : Faishal Hazza | Ed : NS

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    Budaya Sekolah Islami di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Tanamkan Karakter Disiplin Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta terus memperkuat karakter disiplin siswa melalui penerapan budaya sekolah Islami dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin tidak hanya diterapkan melalui aturan sekolah, tetapi juga dibangun melalui pembiasaan, kegiatan keagamaan, keteladanan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kepala SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Upik Mairina S.Pd, menjelaskan […]

  • Merawat Rasa Kemanusiaan, HW UMS Kirimkan Personil Giat Banjir Demak

    Merawat Rasa Kemanusiaan, HW UMS Kirimkan Personil Giat Banjir Demak

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 254
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Demak – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) mengirimkan personil dalam giat cleaning pasca banjir di daerah Karanganyar, Demak, Jawa Tengah pada Hari Jum’at (1/3/2024). Kegiatan yang diorganisir oleh Bina Karya Mandiri Medical and Disaster Response (BKM MDR) HW UMS merupakan bentuk respon dari HW UMS terhadap bencana banjir yang melanda di daerah […]

  • Membangun sistem Pendidikan yang inklusif dan Merata: Kerja Sama Pemerintah dan Mahasiswa

    Membangun sistem Pendidikan yang inklusif dan Merata: Kerja Sama Pemerintah dan Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Oleh Aulia Safitri, Ketua Bidang Immawati PC IMM Kota Metro Dalam menyambut Indonesia Emas 2025, kita dihadapkan pada tantangan serius yang memerlukan perhatian mendalam. Banyak sekolah negeri yang kekurangan siswa, bahkan beberapa sekolah terpaksa ditutup karena tidak lagi diminati. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan masalah angka, tetapi juga menggambarkan ketidaksetaraan akses pendidikan yang merata di […]

  • UMS Peduli Mualaf: Menembus Samudra, Menyalakan Harapan di Kepulauan Mentawai

    UMS Peduli Mualaf: Menembus Samudra, Menyalakan Harapan di Kepulauan Mentawai

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Mentawai – Tangis haru dan senyum kebahagiaan mewarnai perjalanan dakwah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. Menembus batas perairan Indonesia, rombongan yang dipimpin oleh KH. Yayuli (Kepala Pondok Shabran UMS) bersama Ustadz Ahmad Mardalis dan Ustadz Muk Andhim menggelar Safari Dakwah dan Pembinaan Mualaf di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa […]

  • Pendidikan Rusak Rusakan, Perlunya Kesadaran Dalam Evaluasi Dunia Pendidikan

    Pendidikan Rusak Rusakan, Perlunya Kesadaran Dalam Evaluasi Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh : Naufal Febrian (PC IMM AR-Fachruddin DIY) Sepasang siswa laki-laki dan perempuan berseragam putih abu-abu bersandar di city car. Siswa, di sisi kiri mobil, dengan gaya macho, memakai kacamata hitam, tangan  kanan berkacak pinggang, tangan kiri menyangga kepala, seperti membenahi kacamatanya yang hitam legam. Sang siswi tengah membelakangi dan di sebelah kanan mobil kelihatan […]

  • Min Reelle Oplevelse med Stake Casino Multi Tab Performance i Danmark

    Min Reelle Oplevelse med Stake Casino Multi Tab Performance i Danmark

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Som en dansk gambler, der tit har glæde af at have flere spil kørende samtidigt, har jeg i en længere periode testet Stake Casinos platform for at evaluere dens performance under multi tab-forhold https://casinoostake.eu/da-dk/. Det er en afgørende faktor for min spiloplevelse, da jeg ønsker at blande live casino, slots og sportsspil uden at systemet […]

expand_less