Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kopi Ngaji Bodeh Sleman: Jadilah Orang Tua yang Asyik!

Kopi Ngaji Bodeh Sleman: Jadilah Orang Tua yang Asyik!

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 657
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Sleman – Udara pagi segar dan burung yang saling bersautan, menyambut datangnya jama’ah “Kopi Ngaji” dari penjuru Jogja ke Bodeh, Sleman. Pengajian ini rutin diadakan setiap sabtu ba’da subuh. Mentari belum bersinar, tapi mata jama’ah sudah berbinar, melihat hamparan sawah hijau yang ada di kanan-kiri tempat ngaji ini. Cemilan, teh atau kopi hangat, jadi teman duduk ngaji jama’ah.

Aku pilih teh hangat saja, selain lebih soft, juga menenangkan hati yang gundah karena tugas kuliah. Kopi Ngaji edisi 16 Desember 2023 ini terasa berbeda, biasanya narasumber berdialog slowly khas Jogja, namun kali ini begitu energik sedari awal. Ustadz Misbahul Huda, MBA. namanya, motivator nasional & tokoh publik masyarakat Jawa Timur.

Beliau membawakan kajian bertajuk, “Spiritual Parenting: Mendidik Anak Berbudi dan Berprestasi”. Jujur saja, aku terkesima dengan mukadimah yang disampaikan oleh Ustadz Misbah. Beliau memainkan kata lewat rima silang yang dibumbui dengan humor khas bapack-bapack, nampak sekali jama’ah begitu antusias menunggu tiap lontaran kata Ustadz Misbah.

Antusias ini tak lepas dari penguasaan ruang dialog yang dilakukan Ustadz Misbah pada 30 detik pertama, di waktu itu pendengar akan cenderung kehilangan konsentrasi jika pembicara tidak menarik perhatian. Kalau aku boleh berpendapat, Ustadz Misbah ini model dakwahnya 11 12 dengan Ustadz Das’ad Latif, seni dakwahnya sangat kultural sekali.

Ustadz Misbah membuka topik dengan membedah dua point of view antara berbudi dan berprestasi. “Dalam konteks spiritual parenting, berbudi itu tidak hanya soal baiknya akhlak anak terhadap kita sebagai orang tua, tapi juga kepada orang lain.” Ujar Ustadz Misbah menegaskan kedudukan akhlaq dalam proses tumbuh kembang budi seorang anak. Khususnya dalam mengenalkan nilai-nilai Islam yang dibungkus dengan cara family friendly.

Dalam kajian ini pula, Ustadz Misbah terus terang dengan mengisahkan permasalahan anaknya yang ketahuan berkata kasar di sosial media kepada teman sekolahnya, padahal jika di rumah anaknya itu tak pernah berlaku yang demikian.

“Saya sita HP-nya, tidak saya marahi, tapi saya laporkan masalah ini kepada wali kelasnya di sekolah,” terang Ustadz Misbah setelah anaknya menangis usai ditanya-tanya.

Setiap orang tua perlu membuat forum empat mata dengan anaknya, sekedar ngobrolin masalah di sekolah, perilaku teman, hingga gundah gulananya. Sehingga anak akan merasa terbuka untuk bercerita pada orang tua, hal ini yang dapat menjaga anak untuk berbudi baik pada siapapun.

Sebagai praktisi parenting, Ustadz Misbah memberikan perspektif baru yang asyik bagi para jama’ah yang masih “menjabat” sebagai orang tua terhadap anaknya. Bahwa pendidikan akhlak itu harus dimulai dari keteladanan akhlak orang tuanya. “Masa orang tua nyuruh anaknya shalat, tapi dia sendiri gak shalat? Kan lucu,” jelas Ustadz Misbah sambil tertawa kecil.

“Bapak, ibu, jama’ah Kopi Ngaji Rahimakumullah. Berprestasi itu tidak hanya anak dapat ranking 1 di sekolah ya,” tegas Ustadz Misbah melanjutkan kajian.

Setiap anak dari orang tua yang seperti apapun, pasti memiliki potensi prestasi yang harus diarahkan orang tua. Ustadz Misbah menceritakan anaknya yang suka ngotak-ngatik motor dan tertarik soal dunia permotoran.

“Anak saya itu ada yang hobi mainin motor, sering ke bengkel, rakit ini itu, seperti dunianya sendiri,” ujar Ustadz Misbah.

Kemudian beliau mulai membuka forum dialog dengan anak laki-lakinya itu, “Le, kapan-kapan kita ke pameran variasi motor yok,” ajak Ustadz Misbah.

Interaksi antara bapak dan anak ini sangat penting bagi pengarahan potensi. Ustadz Misbah men-discalimer bahwa prestasi itu hanyalah bonus, tidak boleh dipaksakan, yang harus dipaksa adalah peran orang tua dalam mengarahkan dan mengetahui potensi anaknya.

Berjalannya waktu, chemistry tentang bongkar-membongkar permotoran ini sudah terbangun dengan baik antara Ustadz Misbah dan anak laki-lakinya.

“Saya menawarkan ke anak laki-laki saya itu untuk mencoba bisnis rakit sepeda fixie,” terang Ustadz Misbah mulai mengarahkan potensi anaknya.

Meskipun Ustadz Misbah tak memberi tahu kelanjutan dari kisah itu, setidaknya aku bisa menangkap bahwa peran orang tua sangat krusial dalam penggalian potensi dan prestasi dari seorang anak. Satu nilai penting dari kajian Ustadz Misbah ini, jadilah orang tua yang asyik bagi anaknya!

Red : Faishal Hazza | Ed : NS

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kesejahteraan Psikologis Ibu Rumah Tangga, Tim Psikologi UMS Gelar Pelatihan Kebersyukuran di Wonogiri

    Tingkatkan Kesejahteraan Psikologis Ibu Rumah Tangga, Tim Psikologi UMS Gelar Pelatihan Kebersyukuran di Wonogiri

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Kebersyukuran bagi komunitas ibu rumah tangga (IRT) sekaligus pelaku usaha mikro di Wonogiri, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari program pendampingan sebelumnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat melalui pendekatan psikologi dan […]

  • Bangga! Siswa Muhammadiyah Raih Medali di PON XXI

    Bangga! Siswa Muhammadiyah Raih Medali di PON XXI

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pelajar Muhammadiyah terus mendulang berbagai prestasi di tingkat nasional. Terbaru, prestasi membanggakan diraih oleh siswa kelas XI F2 SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta (MUHA) Lana Anindya Firjah Aqela. Melalui cabang olahraga Taekwondo, ia berhasil meraih medali perunggu PON XXI Aceh – Sumatera Utara pada 9-17 September 2024 lalu. Lana berlaga mewakili kontingen DI […]

  • Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Tantangan perubahan iklim semakin dekat lingkungan manusia. Sekjend PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa era pemanasan global sudah berakhir, kini memasuki apa yang disebut era pendidihan global. Dampak perubahan iklim semakin di depan mata, suhu udara yang belakangan ini begitu panas mengkonfirmasi fenomena perubahan iklim di era industrialisasi. Problem perubahan iklim ini lalu […]

  • PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 338
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes menggelar Jalan Sehat dalam Rangka Gebyar dan Semarak Milad Aisyiyah ke-107 dengan star dan finis di Halaman SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sabtu (18/05/2024). Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes, Hj. Siti Nur Khasanah, S.Pd sebelum melepas 5.000 peserta jalan sehat mengatakan bahwa dalam rangka Gebyar dan Semarak Milad […]

  • Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Pembukaan Mainstreaming Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Sawit, Jalan Basuki Rahmat No.34A, Samarinda, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang digagas Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kaltim itu menjadi tonggak penting perluasan edukasi lingkungan dan energi bersih di wilayah timur Indonesia. Gerakan 1000 Cahaya merupakan program nasional Muhammadiyah […]

  • Bicara Cara Memahami Al-Qur’an, Cendekiawan Muda Muhammadiyah: Tafsir Harus Up To Date

    Bicara Cara Memahami Al-Qur’an, Cendekiawan Muda Muhammadiyah: Tafsir Harus Up To Date

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Cendekiawan Muda Muhammadiyah, Muhamad Bukhari Muslim menyoroti fenomena perdebatan umat Islam yang kerap terjebak dalam dikotomi benar dan salah dalam memahami tafsir agama. “Pemahaman agama harus selalu up to date agar tetap sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman,” ujar Bukhari dalam peluncuran bukunya Tafsir dan Hal-hal yang Tak Selesai yang diadakan oleh […]

expand_less