Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
  • visibility 344
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender islam yang disebut kalender hijriah. Bulan ini adalah salah satu bulan yang diistimewakan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak keutamaan-keutamaan di bulan ini, salah satunya dalam bulan ini juga Nabi Muhammad SAW banyak melakukan puasa sunnah. Banyak dalil-dalil syar’i yang menerangkan demikian, seperti hadist dari Aisyah r.a :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
Sejarah Asal kata bulan Sya’ban
 
Di Channel Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi menjelaskan Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban. Jadi pada saat zaman jahiliah atau pra islam, bulan ke-8 pada zaman itu masyarakat jahiliah membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mencari sumber air di wilayah padang pasir dan menyiapkan wadah untuk menampung air tersebut untuk persiapan menyambut bulan ke-9 yang begitu terik dan panas membakar sehingga berpotensi menjadikan sumber-sumber air kering dan aktivitas-aktivitas pun menjadi terbatas.
Bulan ke-9 yang panas dan terik memancar inilah disebut Ramadhan, berasal dari kata رمض yang artinya terik, panas, dan membakar. Maka ketika diubah bentuknya menjadi superlative yang artinya lebih meningkat lagi, lebih membakar lagi, maka tambahkan alif (ا) dan nun (ن) diakhirnya, maka masyarakat menyebutnya ramadhan (رمضان) yang berrati bulan, masa atau waktu yang sangat panas, sangat terik, dan membakar. Maka dari itu sebulan sebelumnya masyarakat jahiliah berkelompok-kelompok membagi tugas.
Pengelompokkan yang menyebar dan membagi tugas ini disebut “tasya’ub” yang kemudian keadaannya ini lah yang di sebut “sya’ban”. Jadi bulan “sya’ban” atau bulan ke-8 ini adalah waktu dimana masyarakat jahiliah dulu membagi kelompok untuk bertugas mencari sumber-sumber air kemudian ditampung untuk persiapan bulan ke-9 yaitu bulan Ramadhan.
Bulan persiapan untuk Ramadhan
 
Di masa islam, nama-nama bulan dipertahankan dalam perjalanan di tahun hijriyah dari Muharram hingga Dzulhijjah. Pada bulan Sya’ban sampai Ramadhan, ada pergantian atau pelebaran makna, yang sebelumnya bermakna sangat terik, panas, atau yang berhubungan dengan suasana, iklim, dan cuaca. Maka secara metafor makna tersebut dibawa dalam nilai syariah dan pendidikan spiritual. Ustadz Adi Hidayat mengatakan “Di bulan Ramadhan, orang-orang yang ingin meningkatkan amalnya, membangun ketaatan, meninggalkan maksiat, bertobat kepada Allah Swt. maka ramadhan akan memberikan panas, terik, membakar dosa-dosanya, menggugurkan kesalahan-kesalahannya, mendekatkan diri kepada Allah dengan taqarrub yang sangat indah sehingga berpeluang diterimanya amal, dan diberikan kemuliaan, dan mungkin juga berpotensi wafat dalam keadaan husnul khatimah.”
Maka dari itu, memang butuh persiapan sebelum bulan ramadhan datang. Jika di zaman jahiliah sebelum islam datang orang-orang mengumpulkan air untuk persiapan bulan yang cuacanya sangat panas. Maka, di saat ini sudah sepatutnya kita siapkan menuju ramadhan adalah ‘air-air spiritual’ yang tidak hanya melapangkan dahaga kita, tetapi juga bisa menyuburkan hati-hati yang kering, membakar semua kesalahan-kesalahan dan menumbuhkan nilai-nilai ketaatan dengan harapan hal ini menjadi kebiasaan di bulan Ramadhan nanti. Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kita bahwa tidak muda untuk menjalani ramadhan “karena itu, mari manfaatkan bulan sya’ban ini yang telah masuk kita diawalnya untuk mengumpulkan banyak air spiritual, berlatih ibadah, meningkatkan ketaatan, sehingga nanti mampu terbiasa saat masuk bulan Ramadhan.”
Bulan Sya’ban sebagai momentum amal shaleh
 
Keberadaan bulan Sya’ban yang diapit oleh bulan Rajab dan bulan Ramadhan menjadikan banyak orang menyepelekan dan melalaikannya. Hal ini telah disinggung Nabi SAW dalam haditsnya :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان
Artinya : “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan” (HR An-Nasai no. 2357, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai).
Itu artinya, bulan Sya’ban banyak ujian dan cobaannya, sehingga seseorang akan lulus dalam ujian manakala memanfaatkannya dengan memperbanyak amal shalih di bulan Sya’ban. Dan hanya manusia-manusia istimewa yang diberi taufiq Allah yang mampu mengisi bulan ini dengan beragam amal ibadah.
Maka dari itu, sudah sepatutnya bulan sya’ban ini menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak amalan shalih guna meningkatkan ketakwaan agar menjadi kebiasaan jika bulan Ramadhan telah tiba.
  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PK IMM KIP dan PK IMM Buya Hamka UMP Bersama Lazismu Banyumas Galang Donasi untuk NTT

    PK IMM KIP dan PK IMM Buya Hamka UMP Bersama Lazismu Banyumas Galang Donasi untuk NTT

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 128
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOKERTO — Bidang Sosial Pemberdayaan Manusia (SPM) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ilmu Keguruan dan SPM PK IMM Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan aksi penggalangan dana pada Jumat (25/09/2026) untuk membantu masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid AR Sutan Mansur UMP setelah pelaksanaan […]

  • Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Cetak Kader Muda Lintas Iman Penjaga Bumi dan Kebhinnekaan

    Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Cetak Kader Muda Lintas Iman Penjaga Bumi dan Kebhinnekaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta, 1 Mei 2026 — Eco Bhinneka Muhammadiyah resmi membuka Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai ruang pembelajaran kolaboratif bagi kader muda lintas iman untuk memperkuat peran mereka dalam merespons krisis lingkungan sekaligus merawat kerukunan di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Aula Asrama Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas […]

  • Kajian dan Santunan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah Batuliman Indah Wujudkan Semangat Al-Ma’un

    Kajian dan Santunan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah Batuliman Indah Wujudkan Semangat Al-Ma’un

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Selatan — Dalam semangat kepedulian dan gerakan sosial Islam, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PRM Batuliman Indah bekerja sama dengan Aisyiyah LAZISMU Batuliman Indah menggelar kegiatan Kajian Islam dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Masjid Muhammadiyah Nurul Muttaqin Gaya Indah Desa Batuliman Indah. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Surat Al-Ma’un, yang […]

  • RSM Kalikapas Gelar Edukasi dan Forum Diskusi Management Pre Eklampsia  Bagi Tenaga Kesehatan di Lamongan

    RSM Kalikapas Gelar Edukasi dan Forum Diskusi Management Pre Eklampsia Bagi Tenaga Kesehatan di Lamongan

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan (RSMKL) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Manajemen Preeklampsia pada Ibu Hamil”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pusat Pelatihan RS Muhammadiyah Lamongan pada Kamis (26/6/2025), dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari bidan, perawat, serta dokter dari berbagai Puskesmas dan klinik di wilayah Lamongan. Seminar ini menghadirkan narasumber […]

  • UMS Perkuat Kesiapan Tim PPK Ormawa Lolos Pendanaan 2026 Melalui Pembekalan Internal

    UMS Perkuat Kesiapan Tim PPK Ormawa Lolos Pendanaan 2026 Melalui Pembekalan Internal

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Internal PPK Ormawa Lolos Pendanaan Tahun 2026 pada Rabu (3/6) bertempat di Ruang BPH Lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini diikuti oleh 5 tim ORMAWA yang berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK […]

  • BEM FAI UMP,PK IMM Buya HAMKA, dan HMPS PAI UMP Dorong Gen Z Jadi Konten Kreator Islami

    BEM FAI UMP,PK IMM Buya HAMKA, dan HMPS PAI UMP Dorong Gen Z Jadi Konten Kreator Islami

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM FAI UMP) berkolaborasi dengan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka UMP dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UMP sukses menggelar acara puncak lomba video konten kreatif, Ahad 21 Mei 2026. Bertempat di Ruang L.II.5 Gedung […]

expand_less