Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
  • visibility 397
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rambo

Lahir dipelukan Sang Fajar

“From Palu, My Story Begins”

ini adalah awal dari sebuah petualangan,  abadi dalam gambar peristiwa yang akan jadi kenangan. dalam dekapan fajar Kota Palu, dipeluk sunyi di depan rumah sakit ibu dan anak, lahir seorang anak yang bertubuh mungil, dengan tangis lalu menggigil. Sekali lagi, ini awal dari sebuah petualangan. Nyaris dilahirkan di rumah sakit, tapi kenyataan selalu punya warnanya sendiri, maka lahirlah tubuh mungil itu di dalam kendaraan mobil tepat di depan rumah sakit. Itulah sebabnya, ada nama kecil yang dinobatkan padanya, “Topanjayo” yang dalam bahasa Suku Kaili Ledo yang mendiami wilayah teluk Palu berarti penjelajah, pengembara.

“Topanjayo, dengan harapan, kelak akan menjadi pengembara, menjelajahi sudut-sudut Indonesia,” Kata Wanita cantik yang melahirkannya.

Perkataan adalah doa, apalagi diucapkan oleh sosok perempuan yang dengan ketulusan hati, mengandung lalu melahirkan. Terbukti, sudut-sudut Indonesia itu di usia topanjayo yang masih terbilang muda, hampir semua sudah terjamah olehnya. Hanya tersisa satu sudut, yaitu sudut paling timur Indonesia, Pulau Cendrawasih.

Dibesarkan di “Surga” lalu diberi nama Yojo  sebagai bentuk terima kasih orang tua kepada sang pencipta karena telah dititipkan sosok mungil yang kelak menjadi tombak perjuangan keluarga. “Surga” itu adalah singkatan dari nama jalan tempat di mana ia tinggal. Sebab itulah, untuk melengkapi namanya yang hanya satu kata itu, disempurnakanlah menjadi dua kata, Yojo Baraka, yang berarti anak laki-laki yang berkah.  Si paling cepat menerka aroma, enggan untuk berkacamata, sebenarnya kacamata yang enggan padanya karena susah tegak dan nyangkut, ya hidungnya pesek. Tak mau menggantung cita-cita setinggi-tingginya, takut tidak bisa diambil lagi karena tinggi badannya tidak lebih dari seratus lima puluh senti.

Kalau soal fisik, tak mau berbisik-bisik, apa adanya saja. Hidup dalam keterbatasan, bukan hanya fisik, mungkin juga mental, Yojo mencoba keluar dari zona keterbatasan itu. Kemudian mengikrarkan diri sebagai orang yang bebas dan terbang bersama kreativitas untuk menanggalkan batas-batas pengelihatan orang terhadapnya.

Tentara di atas Awan

Berjalannya waktu, membawa manusia ke dalam angan dan cita-citanya masing-masing, tidak terkecuali Yojo. Tumbuh di kaki  gunung yang kerapkali dihantam dengan berbagai pengkerdilan. Dianggap tidak punya masa depan, tidak berhak mengenyam pendidikan, bahkan tidak berhak untuk menjadi sukses. Pengkerdilan itu Sudah menjadi makanan pokok dari pagi hingga petang. Namun, sebagai seorang manusia, yang dalam Al-Qur’an disebutkan punya derajat yang sama di mata Allah, Yojo menjadikan segala bentuk pengkerdilan itu sebagai satu kekuatan baru. Layaknya Nietzsche, seorang Filsuf dan Filolog Jerman yang menjadikan segala benturan dalam hidupnya termasuk rasa sakit yang ia alami sebagai satu inspirasi dan motivasi untuk melahirkan karya-karya yang di kemudian hari bisa mengubah dunia.

Tentara, ya, itu adalah cita-cita Yojo. Kurang lebih ketia ia berusia 11 tahun, dengan tegas mengutarakan cita-citanya itu di sebuah panggung acara wisuda tempat ia belajar membaca Al-Qur’an. Sangat berani dan lantang!. hal yang mengejutkan adalah respon tawa yang menggelegar dari mulut-mulut mereka yang merasa punya. memenuhi ruang tenda terowongan yang panjanganya kurang lebih lima meter. Rasa-rasanya tidak keberetan jika tawa itu merujuk pada postur tubuhnya yang sangat mungil yang tidak memungkinkan untuk menjadi tentara. Lagi-lagi sangat disayangkan, ternyata gelegar tawa itu dilanjutkan dengan kata yang untuk anak usia 11 tahun sangat tidak baik bagi kesehatan mental.

“memangnya mampu, punya apa untuk bisa menjadi tentara?” Suara sumbang dari pojok tenda.

wisuda yang bagi banyak orang adalah momen bahagia, tapi tidak bagi Yojo yang pada waktu itu  dalam keadaan terpuruk, kedua orang tuanya pisah ditambah lagi perkataan yang kurang mengenakkan, Hanya bisa berdiri tegak dengan pandangan kosong di situasi-situasi sulit itu. Sejak saat itu, Yojo menganggap tentara adalah cita-cita yang utopis, sebagaimana Plato dengan pemikiran alam idenya yang beranggapan bahwa yang nyata itu hanya ada di sana, di alam ide.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Humas UMS Dukung Kemenag Surakarta Perkuat Kompetensi Melalui Media Sosial

    Humas UMS Dukung Kemenag Surakarta Perkuat Kompetensi Melalui Media Sosial

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta menggelar Workshop Digitalisasi Layanan dan Pengelolaan Media Sosial pada Kamis (18/9) di Hotel FIM by Zigna, Surakarta. Kegiatan ini diikuti 49 peserta yang terdiri dari humas madrasah negeri maupun swasta, pondok pesantren, serta guru agama lintas agama. Workshop ini menghadirkan narasumber dari Humas Universitas Muhammadiyah Surakarta […]

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas Dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) Dan juga Sikap para kader IMM yang Mengenyampingkan humanitas dalam trikoda Dan hilang nya Kemasyarakatan pada idealisme […]

  • Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Rayakan Hari Santri Nasional dengan Semangat Kebersamaan

    Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Rayakan Hari Santri Nasional dengan Semangat Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara, 22 Oktober 2025 — Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional di Pantai Moro Rejo dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, asatidz, dan panitia pondok sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan pembangunan peradaban. Sejak pukul […]

  • Gelar Darul Arqom Paripurna: DPP IMM Ingin Ciptakan Kader yang Adaptif dan Kosmopolit

    Gelar Darul Arqom Paripurna: DPP IMM Ingin Ciptakan Kader yang Adaptif dan Kosmopolit

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kembali menggelar forum perkaderan tertingginya, Darul Arqam Paripurna (DAP), yang berlangsung di Semarang. Forum ini menjadi ruang strategis bagi kader-kader terpilih untuk merumuskan arah gerak organisasi di masa depan sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan pada level paripurna. Sebanyak 46 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam […]

  • Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kutai Kartanegara Mengadakan Silahturahim bersama Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Se- Kecamatan Tenggarong dalam rangka Syawalan yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2020, kegiatan ini dihadiri oleh  PDM Kutai Kartanegara, Kepala TK ABA 1-3, Kepala SD SMP SMA Muhammadiyah beserta para guru. Dengan adanya kegiatan ini Lazismu Kutai Kartanegara tetap memperhatikan […]

  • Kajian Tarjih UMS Bahas Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai Upaya Penyatuan Umat Islam

    Kajian Tarjih UMS Bahas Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai Upaya Penyatuan Umat Islam

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menjadi tema sentral dalam Kajian Tarjih yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kajian ini membedah prinsip, syarat, dan parameter KHGT yang telah resmi ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2025 sebagai hasil keputusan Munas Tarjih ke-32 di Pekalongan. Kajian tersebut […]

expand_less