Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
  • visibility 315
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rambo

Lahir dipelukan Sang Fajar

“From Palu, My Story Begins”

ini adalah awal dari sebuah petualangan,  abadi dalam gambar peristiwa yang akan jadi kenangan. dalam dekapan fajar Kota Palu, dipeluk sunyi di depan rumah sakit ibu dan anak, lahir seorang anak yang bertubuh mungil, dengan tangis lalu menggigil. Sekali lagi, ini awal dari sebuah petualangan. Nyaris dilahirkan di rumah sakit, tapi kenyataan selalu punya warnanya sendiri, maka lahirlah tubuh mungil itu di dalam kendaraan mobil tepat di depan rumah sakit. Itulah sebabnya, ada nama kecil yang dinobatkan padanya, “Topanjayo” yang dalam bahasa Suku Kaili Ledo yang mendiami wilayah teluk Palu berarti penjelajah, pengembara.

“Topanjayo, dengan harapan, kelak akan menjadi pengembara, menjelajahi sudut-sudut Indonesia,” Kata Wanita cantik yang melahirkannya.

Perkataan adalah doa, apalagi diucapkan oleh sosok perempuan yang dengan ketulusan hati, mengandung lalu melahirkan. Terbukti, sudut-sudut Indonesia itu di usia topanjayo yang masih terbilang muda, hampir semua sudah terjamah olehnya. Hanya tersisa satu sudut, yaitu sudut paling timur Indonesia, Pulau Cendrawasih.

Dibesarkan di “Surga” lalu diberi nama Yojo  sebagai bentuk terima kasih orang tua kepada sang pencipta karena telah dititipkan sosok mungil yang kelak menjadi tombak perjuangan keluarga. “Surga” itu adalah singkatan dari nama jalan tempat di mana ia tinggal. Sebab itulah, untuk melengkapi namanya yang hanya satu kata itu, disempurnakanlah menjadi dua kata, Yojo Baraka, yang berarti anak laki-laki yang berkah.  Si paling cepat menerka aroma, enggan untuk berkacamata, sebenarnya kacamata yang enggan padanya karena susah tegak dan nyangkut, ya hidungnya pesek. Tak mau menggantung cita-cita setinggi-tingginya, takut tidak bisa diambil lagi karena tinggi badannya tidak lebih dari seratus lima puluh senti.

Kalau soal fisik, tak mau berbisik-bisik, apa adanya saja. Hidup dalam keterbatasan, bukan hanya fisik, mungkin juga mental, Yojo mencoba keluar dari zona keterbatasan itu. Kemudian mengikrarkan diri sebagai orang yang bebas dan terbang bersama kreativitas untuk menanggalkan batas-batas pengelihatan orang terhadapnya.

Tentara di atas Awan

Berjalannya waktu, membawa manusia ke dalam angan dan cita-citanya masing-masing, tidak terkecuali Yojo. Tumbuh di kaki  gunung yang kerapkali dihantam dengan berbagai pengkerdilan. Dianggap tidak punya masa depan, tidak berhak mengenyam pendidikan, bahkan tidak berhak untuk menjadi sukses. Pengkerdilan itu Sudah menjadi makanan pokok dari pagi hingga petang. Namun, sebagai seorang manusia, yang dalam Al-Qur’an disebutkan punya derajat yang sama di mata Allah, Yojo menjadikan segala bentuk pengkerdilan itu sebagai satu kekuatan baru. Layaknya Nietzsche, seorang Filsuf dan Filolog Jerman yang menjadikan segala benturan dalam hidupnya termasuk rasa sakit yang ia alami sebagai satu inspirasi dan motivasi untuk melahirkan karya-karya yang di kemudian hari bisa mengubah dunia.

Tentara, ya, itu adalah cita-cita Yojo. Kurang lebih ketia ia berusia 11 tahun, dengan tegas mengutarakan cita-citanya itu di sebuah panggung acara wisuda tempat ia belajar membaca Al-Qur’an. Sangat berani dan lantang!. hal yang mengejutkan adalah respon tawa yang menggelegar dari mulut-mulut mereka yang merasa punya. memenuhi ruang tenda terowongan yang panjanganya kurang lebih lima meter. Rasa-rasanya tidak keberetan jika tawa itu merujuk pada postur tubuhnya yang sangat mungil yang tidak memungkinkan untuk menjadi tentara. Lagi-lagi sangat disayangkan, ternyata gelegar tawa itu dilanjutkan dengan kata yang untuk anak usia 11 tahun sangat tidak baik bagi kesehatan mental.

“memangnya mampu, punya apa untuk bisa menjadi tentara?” Suara sumbang dari pojok tenda.

wisuda yang bagi banyak orang adalah momen bahagia, tapi tidak bagi Yojo yang pada waktu itu  dalam keadaan terpuruk, kedua orang tuanya pisah ditambah lagi perkataan yang kurang mengenakkan, Hanya bisa berdiri tegak dengan pandangan kosong di situasi-situasi sulit itu. Sejak saat itu, Yojo menganggap tentara adalah cita-cita yang utopis, sebagaimana Plato dengan pemikiran alam idenya yang beranggapan bahwa yang nyata itu hanya ada di sana, di alam ide.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU, LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF

    ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU, LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tanjung Jaya – LAZISMU Lampung merespon kebutuhan air bersih di TPA Al Falah Muhammadiyah Tanjung Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah dengan menyalurkan program Sumur Wakaf. Pengeboran sumur wakaf ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2024 sebagai upaya antisipasi kebutuhan air bersih dan musim kemarau. Kegiatan ini dihadiri oleh Nurholis, S.H.I., Ketua Pimpinan […]

  • Lonjakan Pendaftar di UMS Capai 20.200: Prodi Baru dan Jalur UTBK Dorong Antusiasme Camaba

    Lonjakan Pendaftar di UMS Capai 20.200: Prodi Baru dan Jalur UTBK Dorong Antusiasme Camaba

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat peningkatan signifikan jumlah pendaftar mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2025/2026. Hingga pertengahan Juni 2025, sebanyak 20.151 calon mahasiswa telah mendaftar di UMS, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap institusi pendidikan yang terus bertransformasi unggul ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., […]

  • Tim UMS Dorong Literasi Kesehatan, Latih Penggunaan Sistem Poskestren Digital dan Pembuatan Edukasi Digital

    Tim UMS Dorong Literasi Kesehatan, Latih Penggunaan Sistem Poskestren Digital dan Pembuatan Edukasi Digital

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program pengabdian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pesantren Muhammadiyah Mambaul Ulum Andong yang dihadiri oleh seluruh warga pesantren, termasuk 27 santri dan 9 pengurus pesantren.   Ketua tim pengabdian masyarakat Ayu Khoirotul Umaroh S.K.M., M.K.M., mengungkapkan kegiatan […]

  • LDK PP Muhammadiyah Membentuk FORDIGIMU, “Kopassus” Media Dakwah Digital

    LDK PP Muhammadiyah Membentuk FORDIGIMU, “Kopassus” Media Dakwah Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membentuk FORDIGIMU (Forum Dai Digital Muhammadiyah) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (24/5/2026). Pembentukan FORDIGIMU menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah di ruang digital. Kehadiran media sosial yang semakin berkembang dinilai perlu direspons melalui gerakan dakwah yang adaptif, […]

  • RAKER IMM Shabran: Aktulisasi Nilai Ikatan untuk IMM yang Representatif

    RAKER IMM Shabran: Aktulisasi Nilai Ikatan untuk IMM yang Representatif

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Jumat, (26/01/2024). Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dari berbagai bidang yang tergabung dalam PK IMM Shabran. Dalam Raker yang berlangsung, dibahas program kerja serta waktu pelaksanaan periodesasi PK IMM Shabran selama […]

  • Maaf: Satu Kata yang Sulit Terucap oleh Manusia

    Maaf: Satu Kata yang Sulit Terucap oleh Manusia

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh: Rahmat Balaroa (Direktur Lingkar Studi Syahwat Intelektual) Manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan sedikit kelebihan dibanding makhluk yang lain. Diantaranya diciptakanya akal untuk berfikir.. Manusia juga sering disebut sebagai makhluk sosial yang berarti adanya hubungan timbal balik anatara satu dengan yang lain (saling membutuhkan). Berbicara tentang manusia, pasti yang terbesit di benak kita […]

expand_less