Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
  • visibility 296
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rambo

Lahir dipelukan Sang Fajar

“From Palu, My Story Begins”

ini adalah awal dari sebuah petualangan,  abadi dalam gambar peristiwa yang akan jadi kenangan. dalam dekapan fajar Kota Palu, dipeluk sunyi di depan rumah sakit ibu dan anak, lahir seorang anak yang bertubuh mungil, dengan tangis lalu menggigil. Sekali lagi, ini awal dari sebuah petualangan. Nyaris dilahirkan di rumah sakit, tapi kenyataan selalu punya warnanya sendiri, maka lahirlah tubuh mungil itu di dalam kendaraan mobil tepat di depan rumah sakit. Itulah sebabnya, ada nama kecil yang dinobatkan padanya, “Topanjayo” yang dalam bahasa Suku Kaili Ledo yang mendiami wilayah teluk Palu berarti penjelajah, pengembara.

“Topanjayo, dengan harapan, kelak akan menjadi pengembara, menjelajahi sudut-sudut Indonesia,” Kata Wanita cantik yang melahirkannya.

Perkataan adalah doa, apalagi diucapkan oleh sosok perempuan yang dengan ketulusan hati, mengandung lalu melahirkan. Terbukti, sudut-sudut Indonesia itu di usia topanjayo yang masih terbilang muda, hampir semua sudah terjamah olehnya. Hanya tersisa satu sudut, yaitu sudut paling timur Indonesia, Pulau Cendrawasih.

Dibesarkan di “Surga” lalu diberi nama Yojo  sebagai bentuk terima kasih orang tua kepada sang pencipta karena telah dititipkan sosok mungil yang kelak menjadi tombak perjuangan keluarga. “Surga” itu adalah singkatan dari nama jalan tempat di mana ia tinggal. Sebab itulah, untuk melengkapi namanya yang hanya satu kata itu, disempurnakanlah menjadi dua kata, Yojo Baraka, yang berarti anak laki-laki yang berkah.  Si paling cepat menerka aroma, enggan untuk berkacamata, sebenarnya kacamata yang enggan padanya karena susah tegak dan nyangkut, ya hidungnya pesek. Tak mau menggantung cita-cita setinggi-tingginya, takut tidak bisa diambil lagi karena tinggi badannya tidak lebih dari seratus lima puluh senti.

Kalau soal fisik, tak mau berbisik-bisik, apa adanya saja. Hidup dalam keterbatasan, bukan hanya fisik, mungkin juga mental, Yojo mencoba keluar dari zona keterbatasan itu. Kemudian mengikrarkan diri sebagai orang yang bebas dan terbang bersama kreativitas untuk menanggalkan batas-batas pengelihatan orang terhadapnya.

Tentara di atas Awan

Berjalannya waktu, membawa manusia ke dalam angan dan cita-citanya masing-masing, tidak terkecuali Yojo. Tumbuh di kaki  gunung yang kerapkali dihantam dengan berbagai pengkerdilan. Dianggap tidak punya masa depan, tidak berhak mengenyam pendidikan, bahkan tidak berhak untuk menjadi sukses. Pengkerdilan itu Sudah menjadi makanan pokok dari pagi hingga petang. Namun, sebagai seorang manusia, yang dalam Al-Qur’an disebutkan punya derajat yang sama di mata Allah, Yojo menjadikan segala bentuk pengkerdilan itu sebagai satu kekuatan baru. Layaknya Nietzsche, seorang Filsuf dan Filolog Jerman yang menjadikan segala benturan dalam hidupnya termasuk rasa sakit yang ia alami sebagai satu inspirasi dan motivasi untuk melahirkan karya-karya yang di kemudian hari bisa mengubah dunia.

Tentara, ya, itu adalah cita-cita Yojo. Kurang lebih ketia ia berusia 11 tahun, dengan tegas mengutarakan cita-citanya itu di sebuah panggung acara wisuda tempat ia belajar membaca Al-Qur’an. Sangat berani dan lantang!. hal yang mengejutkan adalah respon tawa yang menggelegar dari mulut-mulut mereka yang merasa punya. memenuhi ruang tenda terowongan yang panjanganya kurang lebih lima meter. Rasa-rasanya tidak keberetan jika tawa itu merujuk pada postur tubuhnya yang sangat mungil yang tidak memungkinkan untuk menjadi tentara. Lagi-lagi sangat disayangkan, ternyata gelegar tawa itu dilanjutkan dengan kata yang untuk anak usia 11 tahun sangat tidak baik bagi kesehatan mental.

“memangnya mampu, punya apa untuk bisa menjadi tentara?” Suara sumbang dari pojok tenda.

wisuda yang bagi banyak orang adalah momen bahagia, tapi tidak bagi Yojo yang pada waktu itu  dalam keadaan terpuruk, kedua orang tuanya pisah ditambah lagi perkataan yang kurang mengenakkan, Hanya bisa berdiri tegak dengan pandangan kosong di situasi-situasi sulit itu. Sejak saat itu, Yojo menganggap tentara adalah cita-cita yang utopis, sebagaimana Plato dengan pemikiran alam idenya yang beranggapan bahwa yang nyata itu hanya ada di sana, di alam ide.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    Kabut Asap Jadi Ancaman, KKN UMRI dan Pemdes Buluh Rampai Gaungkan Gerakan Pakai Masker

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARUH.ID; BULUH RAMPAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama Pemerintah Desa Buluh Rampai mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah desa. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara. Kondisi kabut asap yang terjadi menjadi perhatian bersama […]

  • Tapak Suci Pimda 159 Samarinda: Menjulang di GOR Segiri, Menginspirasi Lewat Prestasi

    Tapak Suci Pimda 159 Samarinda: Menjulang di GOR Segiri, Menginspirasi Lewat Prestasi

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Samarinda — Prestasi luar biasa berhasil ditorehkan oleh Tapak Suci Pimda 159 Kota Samarinda dalam event KONI Bayan Championship 2025 yang digelar pada 8 –10 Juli 2025 di GOR Segiri Samarinda. Dalam event bergengsi tersebut, Pimda 159 tampil dominan dan sukses keluar sebagai Juara Umum 1, sekaligus berhak membawa pulang dan menyimpan Piala Bergilir […]

  • Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    Kokohkan Identitas Dakwah: LDM-PM UMS Sukses Gelar Daurah Islamiyah 

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA  – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah dan Pengabdian Masyarakat ( LDM-PM ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyelenggarakan acara Daurah Islamiyah 1 pada Sabtu-Minggu, (6-7/12). Acara ini bertempat di Gedung Double Degree UMS dan diikuti oleh 12 peserta.  Acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars […]

  • Sekolah Vertical Rescue HW UMS 2025: “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”

    Sekolah Vertical Rescue HW UMS 2025: “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Hizbul Wathan UMS) kembali menunjukkan kiprahnya dalam bidang kemanusiaan dan kebencanaan melalui kegiatan Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1 yang bertajuk “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2025, bertempat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan beberapa titik latihan […]

  • MPKSDI Gelar Rakornas 2025: Transformasi Perkaderan di Era Society 5.0

    MPKSDI Gelar Rakornas 2025: Transformasi Perkaderan di Era Society 5.0

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jogyakarta, 21 Oktober 2025 – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 pada 24-26 Oktober 2025 atau bertepatan dengan 2-4 Jumadil Awal 1447 H di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini menjadi ajang strategis bagi sekitar 200 pengurus MPKSDI dari berbagai wilayah di Indonesia […]

  • Kemendikdasmen RI Perkuat Komunikasi Kebijakan melalui Temu Pegiat Media Daring

    Kemendikdasmen RI Perkuat Komunikasi Kebijakan melalui Temu Pegiat Media Daring

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam rangka memperkuat komunikasi kebijakan dan membangun kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) menyelenggarakan kegiatan Temu Pegiat Media Daring, yang dilaksanakan pada Jumat (18/7) bertempat di Media Kernel Office, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 69 peserta yang terdiri atas jurnalis media […]

expand_less