Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bekali Aktivis Mahasiswa UAD Jiwa Kepemimpinan, LPSI adakan Pengajian ORTOM dan ORMAWA

Bekali Aktivis Mahasiswa UAD Jiwa Kepemimpinan, LPSI adakan Pengajian ORTOM dan ORMAWA

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Aktivis Mahasiwa Universitas Ahmad Dahlan terkhusus Organisasi Otonom Muhammadiyah (ORTOM) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD. Pengajian ini diadakan pada hari Sabtu sore (18/05) di Amphitarium Gedung Utama Kampus 4. Ustadz H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. selaku Kepala LPSI menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan salah satu program LPSI dalam rangka untuk meneguhkan atau memahamkan kembali terkait dengan kepemimpinn.

“Terkait dengan posisi kita semua bahwa pertama, UAD ini salah satu amal usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah di bidang Pendidikan. Maka apa yang kita lakukan itu tidak keluar dari rambu-rambu yang ditetapkan oleh pimpinan atau Muhammadiyah,” terangnya.

Dalam pengajian ini disampaikan secara khusus terkait dengan kepemimpinan oleh Ustadz Fajar Rachmadhani, Lc., M.Hum., Ph.D. Rahmadi juga menegaskan bahwa pengajian ini juga menjadi penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan berharap Mahasiswa bisa menjadikan AIK sebagai satu ruh di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Sehingga AIK bukan hanya sebagai mata kuliah tetapi seluruh ajaran Agama Islam.

Ustadz Fajar Rachmadhani menyampaikan terkait dengan tema “Kepemimpinan dalam Perspektif Islam dan Persyarikatan Muhammadiyah”. Dia mengawali dengan mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib yaitu “Kalau aku berdoa, menginginkan sesuatu lalu Allah kabulkan doaku persis dengan apa yang ku minta, maka aku bahagia. Namun jika Allah tidak mengabulkan apa yang aku minta, bahkan memberikan sebaliknya maka aku bahagianya dua kali lipat”.

Ini adalah perkataan yang tinggi tauhidnya. Karena pilihan pertama itu hamba yang lemah tidak mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya. Sedangkan yang kedua itu adalah pilihan Allah SWT. Dan pilihan itu yang terbaik karena setiap pilihan-Nya itu pasti ada hikmahnya.

Sebelum membahas kepemimpinan, Fajar mengajar para mahasiswa tentang pentingnya agama Islam dan Kemuhammadiyahan secara spesifik. Islam menjadi agama yang universal dan komprehensif, para ulama mengatakan “Shalihun likulli Zamanin wa makan” artinya agama yang ajarannya itu senantiasa relevan dari diturunkannya sampai hari kiamat. Dalam Islam urusan sepele saja seperti buang hajat diatur dalam beberapa kitab fikih hadis yaitu Bulughul Maram. Sehingga urusan yang lebih besar pun demikian juga, contohnya konsep kepemimpinan.

“Adik-adik kan aktif di organisasi bahkan adab berorganisasi dalam Islam itu ada aturannya, bahkan juga nanti kita kaji bagaimana perspekif Muhammadiyah dalam buku dari hasil Muktamar tahun 2000 di Jakarta yaitu Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah itu mengatur semua aspek,” terangnya.

Bicara tentang kepemimpinan dan memilih memipin dalam al-Qur’an dan Sunnah, setidaknya ditemukan empat terminologi yaitu Khilafah atau Khalifah, Imamah, ulil amri, dan ar-Rai atau ri’in. Setiap istilah ini kemudian para ulama mendefinisikan seperti ulil amri atau rain adalah setiap pribadi yang memegang kendali urusan kehidupan besar ataupun kecil, seperti pemimpin negara, pemimpin keluarga, pemimpin organisasi dan lain-lain. Bahkan diri seseorang pun masuk dalam kategori riin, seperti dalam hadis  bahwa setiap orang itu nanti dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.

“Yang menarik sebenarnya yang diungkapkan oleh Muhammad Abduh termasuk ulama-ulama yang lain bahwa ulil amri itu adalah tidak hanya terbatas pemimpin atau presiden tapi para ulama, panglima dan semua pemimpin dalam masyarat itu ulil amri,  ketua ortom ya dalam pandangan Muhammad Abduh ini ulil amri ormawa, yang mana kebijakannya itu akan diikuti oleh anggotanya” terangnya.

Kemudian, Fajar sampaikan empat sifat yang melekat pada diri nabi dan empat sifat ini yang diikhtiarkan ada pada diri umatnya sehingga kepemimpinan yang dijalani dapat membawa maslahat. Pertama, Shiddiq itu jujur. maksudnya ada integrasi kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Kedua, amanah yaitu dapat dipercaya dan tanggung jawab.

“Pemimpin harus amanah, apa yang dikampanyekan sebelum terpilih menjadi ortom atau ormawa ya harus diimplementasikan ketika sudah menjadi ketua” tegasnya.

Ketiga, Tabligh yaitu transparan atau tidak ditutup-tutupi. Keempat, fathonah yaitu cerdas memiliki intelektualitas, problem solving. Di zaman masa kini yaitu di era simulakra (kepura-puraan) atau pencitraan negeri ini dalam hadis disebutkan:

“Aku datang kepada masyarakat masa-masa penuh kedustaan. Pendusta dianggap jujur dan orang jujur dianggap pendusta. Penghianat dianggap amanah dan orang amanah dianggap pengkhianat.” (H.R. Ibnu Majah no. 4036)

Inilah menjadikan rusaknya era zaman kini, sehingga perlu dipahami betul oleh para calon pemimpin. Kemudian kepemimpinan dalam perspektif persyarikatan Muhammadiyah. Dalam hal ini, Muhammadiyah memiliki buku pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Di dalamnya mengenai hidup seseorang dengan keluarga, masyarakat bahkan organisasi. Muhammadiyah mengatakan dalam buku PHIWM disebutkan bahwa setiap anggota kader pimpinan Muhammadiyah berkewajiban memelihara melangsungkan dan menyempurnakan gerak dan langkah persyarikatan dengan penuh komitmen yang istiqomah, kepribadian yang mulia, wawasan yang luas, keahlian yang tinggi dan amaliah yang unggul. Sehingga muhammadiyah menjadi gerakan Islam yang benar-benar menjadi rahmatan lil alamin.

Dalam lingkungan persyarikatan juga hendaknya dikembangkan disiplin tepat waktu baik dalam menyelenggarakan rapat, pertemuan, pengajian dan selalu mengindahkan waktu shalat jamaah dan menggiatkan peribadatan sesuai ajaran al-Qur’an dan Sunnah nabi. Lalu selanjutnya, setiap anggota Muhammadiyah terutama pimpinannya jangan mengejar-ngejar jabatan dalam persyarikatan. Ini pandangan yang sangat moderat tapi tidak boleh berhenti dari sana untuk tidak menghindarkan diri dari manakala memperoleh amanah. Sehingga pimpinan itu tidak diminta tapi juga tidak ditolak.

“kalau dirumuskan phiwm-nya dalam kehidupan berorganisasi kita simpulkan, menegakkan amanah menjadikan gerakan Muhammadiyah rahmatan lil alamin dengan mengedepankan musyarawarah, menggairahkan ruh Islam dan Jihad dalam persyarikatan, membudayakan disiplin waktu, intensifikasi kultum sebagai media amar maruf nahi munkar, in syaa Allah saya optimis 10-20 tahun yang akan datang Muhammadiyah ini dipimpin oleh orang-orang hebat,” tutupnya.

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Open Recruitment Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Yuk Gabung!

    Open Recruitment Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Yuk Gabung!

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 188
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) open recruitment koordinator daerah di seluruh wilayah Indonesia. Inilah saatnya memperkuat jaringan dengan seluruh pengusaha di daerah Anda. Serikat Usaha Muhammadiyah adalah komunitas pengusaha dan calon pengusaha terbuka bagi siapapun. SUMU memiliki visi “Mengantarkan 30 Anggota SUMU Menjadi Top 100 Orang Terkaya Indonesia Pada Tahun 2045”. Syarat dan Proses […]

  • Menyalakan Api Kaderisasi: IMM FKM UMKT Gelar Darul Arqam Dasar Gelombang 3

    Menyalakan Api Kaderisasi: IMM FKM UMKT Gelar Darul Arqam Dasar Gelombang 3

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 56
    • 0Komentar

    “IMM di kampus Muhammadiyah bukan sekadar organisasi yang mengadakan kegiatan, tetapi ruan   Samarinda (10/11/2025) — Semangat kaderisasi kembali menyala di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Melalui kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Gelombang 3, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMKT meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berjiwa ilmu, amal, dan iman. […]

  • MUHAMMADIYAH DAN SARANMU LAMPUNG JADIKAN KALIREJO MENUJU DESA MIGRAN BERKEMAJUAN

    MUHAMMADIYAH DAN SARANMU LAMPUNG JADIKAN KALIREJO MENUJU DESA MIGRAN BERKEMAJUAN

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 305
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Tengah – Di tengah hiruk-pikuk isu pekerja migran, sebuah angin segar berhembus dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, bersama SaranMu (Sahabat Migran Berkemajuan) Lampung, akan meresmikan desa Kalirejo dalam waktu dekat sebagai proyek percontohan Desa Migran Berkemajuan tingkat nasional. Langkah inovatif ini bertujuan untuk […]

  • Pemikiran Reformis Pendidikan KH. Mas Mansur

    Pemikiran Reformis Pendidikan KH. Mas Mansur

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Oleh: Ade Irpansyah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Muhammadiyah, yang jadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, udah duluan banget dalam nggabungin ajaran Islam sama kebutuhan zaman sekarang, terutama lewat perubahan di bidang pendidikan. Di masa penjajahan Belanda yang penuh tantangan, KH. Mas Mansur (1896-1946) muncul sebagai pemikir keren yang ngepimpin Muhammadiyah hampir dua puluh tahun (1923-1942). […]

  • UMS Perkuat Kolaborasi Nasional, Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Berdampak

    UMS Perkuat Kolaborasi Nasional, Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Berdampak

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya inovasi di bidang kesehatan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From Pharmaceutical Innovation to Public Awareness, Selasa (14/7/2026), di Ruang Seminar Lantai 8 Gedung Ahmad Syafii Maarif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS. Kegiatan yang diikuti sekitar 200 […]

  • Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

    Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Oleh: Ali Muthahari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia Suasana berbeda terasa di SD Muhammadiyah Trayu pada Rabu pagi itu. Anak-anak berseragam putih merah tampak antusias memainkan peran baru: bukan lagi sebagai murid, melainkan sebagai seorang apotekar. Mereka belajar meracik obat, mengenali jenis-jenisnya, hingga memilah makanan sehat dan tidak sehat. Kegiatan ini […]

expand_less