Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Nabi Muhammad yang Sederhana

Nabi Muhammad yang Sederhana

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
  • visibility 286
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

Banyak sekali tulisan tentang kehidupan Nabi Muhammad baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Di antara tulisan penulis muslim yang klasik dan otoritatif adalah Sirah al-Nabawiah karya Ibnu Hisham (wafat 833 M). Tulisan penulis non muslim di antaranya adalah Muhammad: Prophet For Our Time (2006) karya orientalis Inggris Karen Armstrong.

Karya yang paling popular, bahkan menjadi bagian dari ritual umat Islam adalah Kitab Maulid al-Barzanji yang ditulis Ja’far bin Hasan al-Barzani. Kitab ini sangat popular dan dibaca dalam berbagai perayaan saat kelahiran dan perataan Maulid Nabi pada Bulan Rabiul Awwal. Sebagian umat Islam membaca dari tanggal 1-12 Rabiul Awwal. Sebagian lainnya membaca sepanjang Bulan Rabiul Awwal.

Selain menjelaskan tentang keluarga, kepribadian, dan perjuangan, semua tulisan menjelaskan kunci sukses perjuangan dan kepemimpinan Nabi Muhammad adalah akhlaknya yang luhur. “Dan, sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah seorang yang benar-benar berakhlak mulia’ (Qs. Al-Qalam [68]: 4). Akhlak Nabi Muhammad sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah Radliya Allah ‘Anha adalah Alquran.

Elite, Tidak Elitis

Dilihat dari silsilah keluarga, Nabi Muhammad adalah seorang yang elite. Nabi Muhammad adalah keturunan Bani Hashim dari suku Quraish yang memiliki kedudukan tinggi dan sangat dihormati. Dalam masyarakat Arab, silsilah keluarga sangat menentukan kehormatan dan penghormatan seseorang.

Masyarakat Arab jahiliah sangat bangga dengan keluarga dan golongan. Setiap tahun, bangsa Arab menyelenggarakan lomba bersyair yang berisi pemujaan terhadap leluhur. Masyarakat Arab seringkali terlibat perang antar suku.

Demi membela suku, mereka rela mati. Perang suku hampir terjadi ketika masing-masing kabilah bersikukuh meletakkan kembali Hajar Aswad ke Ka’bah. Para kepala suku sudah bersumpah dengan mencelupkan tangan ke dalam bejana yang berisi darah.

Peperangan dapat dihindari karena kebijaksanaan Muhammad muda yang mengajak semua kepala mengangkat bersama-sama Hajar Aswad yang diletakkan di atas sorban yang terbentang. Dalam masyarakat jahiliah, nasab tidak hanya menentukan kehormatan, tetapi juga nasib seseorang. Karena nasab, seseorang banyak mendapatkan keistimewaan dalam masyarakat.

Mengikuti teori piramida sosial, seorang dari kalangan ningrat, priyayi, atau darah biru adalah elite yang berada di puncak hirarki. Perbudakan dan feodalisme dalam masyarakat Arab jahiliah berakar pada persoalan trah atau nasab seseorang.

Meskipun berasal dari keluarga elit, Nabi Muhammad tidak elitis. Seorang ningrat yang tetap merakyat, sugih (kaya) yang tidak semugih, priyayi yang tidak mriyayi. Dalam Kitab Maulid al-Barzanji bab ke 18, Imam al-Barzanji menulis:

“Nabi Muhammad adalah seorang yang pemalu dan tawadhu, mau memperbaiki terompahnya sendiri, menjahit pakaian sendiri, memerah kambing, dan membantu keperluan (pekerjaan) dalam rumah tangganya.”

Walaupun berasal dari keluarga elite, Nabi Muhammad bergaul dengan siapa saja. Beberapa riwayat menyebutkan beliau justru lebih banyak bergaul dengan komunitas akar rumput, kaum lemah, masyarakat kelas bawah.

Nabi Muhammad disebut Abu al-Yatama antara lain karena kedekatan, cinta, dan pelayanan anak-anak yatim. Nabi Muhammad adalah pribadi yang memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kaitan ini, Imam Al-Barzanji menulis; Beliau menyukai orang fakir dan miskin, suka duduk bersama, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, dan tidak pernah menghina seseorang betapa pun sangat miskin dan melarat.

Transformasi

Nabi Muhammad adalah uswah hasanah bagi manusia yang berharap rahmat Allah, percaya hari akhir, dan senantiasa ingat Allah (Qs. Al-Ahzab [33]: 21).

Disebut uswah hasanah (teladan yang baik) karena dalam diri Rasulullah terdapat keutamaan. Keutamaan ini melekat dan menjadi milik Nabi. Kedua, keteladanan itu menjadi sumber ajaran, nilai, dan inspirasi bagi kaum beriman yang senantiasa dekat dengan Allah.

Ketiga, berusaha mengikuti dan menginternalisasi nilai-nilai ajaran dan kepribadian Nabi sehingga manusia memiliki kepribadian utama serta meraih hasanah: kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup. Dalam kehidupan yang serba hedonis dan materialistis manusia seringkali terjebak dan larut dalam arus kehidupan yang glamor, hidup mewah, megah, dan wah.

Manusia terlena dalam kebahagiaan fana dengan memamerkan harta. Banyak orang yang suka flexing demi gengsi dan harga diri. Bahkan, untuk itu, banyak manusia yang lupa diri, aji mumpung, dan menghalalkan segala cara mengejar kenikmatan dunia. Banyak orang yang tidak merasa malu menggunakan fasilitas yang bukan haknya. Empati dan simpati kepada yang papa dan menderita mulai sirna.

Sekarang ini, tidak sedikit orang yang mempertontonkan perilaku jahiliah dengan memanfaatkan dan memanipulasi silsilah dalam wujud nepotisme dan oligarki.

Kesederhanaan adalah sikap hidup yang sangat mulia. Seorang hidup sederhana bukan karena tidak berpunya, tetapi memilih untuk hidup secukupnya. ”Seseorang hidup sederhana dengan sikap qanaah dan zuhud, senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Harta yang berlebih, disedekahkan buat sesama dan mereka yang membutuhkan. Nabi Muhammad adalah seorang yang berharta (sugih) tetapi tidak sok kaya (semugih). Dalam al-Barzanji disebutkan Nab Muhammad adalah seorang yang pemaaf, setia kawan, rendah hati, tetapi tidak rendah diri. Kalau berjalan lebih suka di belakang.

Nabi Muhammad adalah pemimpin yang melayani. Sosok pemimpin seperti ini, sekarang ini, sangat diperlukan. Pemimpin muslim , umat Muhammad, perlu menjadikan dirinya sebagai servant leader dan mengembangkan servant leadership yang dekat dan berpihak kepada kaum dhuafa, komunitas marginal yang seringkali terpinggirkan.

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, kita semua dapat meneladani dan mentransformasikan kehidupan Nabi, terutama sikap hidup sederhana, bersahaja, melayani, dan menghargai sesama.

*Tulisan ini diunggah di Suara Merdeka dan Muhammadiyah pada Kamis 5 September 2024

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesilat SMP Muhammadiyah Rawa Bening OKU Timur Almira Meyda Safira Sabet Medali Emas O2SN Sumsel 2024 Go Nasional.

    Pesilat SMP Muhammadiyah Rawa Bening OKU Timur Almira Meyda Safira Sabet Medali Emas O2SN Sumsel 2024 Go Nasional.

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 296
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2024 kembali mempertontonkan prestasi gemilang bagi siswa-siswi Indonesia. Kompetisi yang digelar secara bertingkat dari tingkat daerah hingga nasional ini telah berhasil menarik perhatian dari seluruh penjuru negeri, dengan melibatkan peserta terbaik dari 38 provinsi. Mekanisme bertingkat ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang setara dan adil bagi […]

  • Kuliah di UM Bandung, Lebih dari Sekadar Menimba Ilmu dan Pengetahuan

    Kuliah di UM Bandung, Lebih dari Sekadar Menimba Ilmu dan Pengetahuan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 215
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Hendar Riyadi MAg memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Stadium Generale Fakultas Agama Islam (FAI) karena sebagai momen berharga bagi mahasiswa baru untuk memperdalam ilmu dan wawasan. Acara ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung UM Bandung, pada Senin (30/09/2024), dengan dihadiri oleh ratusan […]

  • Eksperimen Es Krim, Langkah Kreatif Mahasiswa UMS Tumbuhkan Minat Sains

    Eksperimen Es Krim, Langkah Kreatif Mahasiswa UMS Tumbuhkan Minat Sains

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Belajar sains tak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membuktikannya dengan mengajak anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Malaysia, membuat es krim dari tangan sendiri dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (16/6/2026) dan diikuti oleh 18 anak yang tampak antusias […]

  • 650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan — Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 042 Kota Balikpapan sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) selama dua hari, 10–11 Mei 2025. Mengangkat tema “Mewujudkan Ksatria Muslim yang Berakhlak Mulia, Beriman, Nasionalis, dan Berwawasan Global”, kegiatan ini melibatkan 650 peserta yang terdiri dari 357 putra dan 293 putri. Kegiatan […]

  • Klinik Bisnis Management SDM SUMU Tulungagung Batch 2 Kembali Digelar, Pelaku Usaha Diajak Benahi Pengelolaan Karyawan

    Klinik Bisnis Management SDM SUMU Tulungagung Batch 2 Kembali Digelar, Pelaku Usaha Diajak Benahi Pengelolaan Karyawan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG –Program Klinik Bisnis Management SDM Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali digelar untuk Batch 2 pada Minggu (27/9/26). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk mengidentifikasi sekaligus membedah berbagai persoalan nyata dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Pelaksanaan Batch 2 digelar setelah program serupa pada Batch 1 mendapatkan respons […]

  • Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas melalui inovasi dan kreativitas mahasiswa dari Tim Baharat, pada kompetisi World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi berlangsung pada 21-25 September 2025 di SEGi University, Kuala Lumpur, Malaysia. World Invention Competition and Exhibition (WICE) […]

expand_less