Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Nabi Muhammad yang Sederhana

Nabi Muhammad yang Sederhana

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

Banyak sekali tulisan tentang kehidupan Nabi Muhammad baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Di antara tulisan penulis muslim yang klasik dan otoritatif adalah Sirah al-Nabawiah karya Ibnu Hisham (wafat 833 M). Tulisan penulis non muslim di antaranya adalah Muhammad: Prophet For Our Time (2006) karya orientalis Inggris Karen Armstrong.

Karya yang paling popular, bahkan menjadi bagian dari ritual umat Islam adalah Kitab Maulid al-Barzanji yang ditulis Ja’far bin Hasan al-Barzani. Kitab ini sangat popular dan dibaca dalam berbagai perayaan saat kelahiran dan perataan Maulid Nabi pada Bulan Rabiul Awwal. Sebagian umat Islam membaca dari tanggal 1-12 Rabiul Awwal. Sebagian lainnya membaca sepanjang Bulan Rabiul Awwal.

Selain menjelaskan tentang keluarga, kepribadian, dan perjuangan, semua tulisan menjelaskan kunci sukses perjuangan dan kepemimpinan Nabi Muhammad adalah akhlaknya yang luhur. “Dan, sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah seorang yang benar-benar berakhlak mulia’ (Qs. Al-Qalam [68]: 4). Akhlak Nabi Muhammad sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah Radliya Allah ‘Anha adalah Alquran.

Elite, Tidak Elitis

Dilihat dari silsilah keluarga, Nabi Muhammad adalah seorang yang elite. Nabi Muhammad adalah keturunan Bani Hashim dari suku Quraish yang memiliki kedudukan tinggi dan sangat dihormati. Dalam masyarakat Arab, silsilah keluarga sangat menentukan kehormatan dan penghormatan seseorang.

Masyarakat Arab jahiliah sangat bangga dengan keluarga dan golongan. Setiap tahun, bangsa Arab menyelenggarakan lomba bersyair yang berisi pemujaan terhadap leluhur. Masyarakat Arab seringkali terlibat perang antar suku.

Demi membela suku, mereka rela mati. Perang suku hampir terjadi ketika masing-masing kabilah bersikukuh meletakkan kembali Hajar Aswad ke Ka’bah. Para kepala suku sudah bersumpah dengan mencelupkan tangan ke dalam bejana yang berisi darah.

Peperangan dapat dihindari karena kebijaksanaan Muhammad muda yang mengajak semua kepala mengangkat bersama-sama Hajar Aswad yang diletakkan di atas sorban yang terbentang. Dalam masyarakat jahiliah, nasab tidak hanya menentukan kehormatan, tetapi juga nasib seseorang. Karena nasab, seseorang banyak mendapatkan keistimewaan dalam masyarakat.

Mengikuti teori piramida sosial, seorang dari kalangan ningrat, priyayi, atau darah biru adalah elite yang berada di puncak hirarki. Perbudakan dan feodalisme dalam masyarakat Arab jahiliah berakar pada persoalan trah atau nasab seseorang.

Meskipun berasal dari keluarga elit, Nabi Muhammad tidak elitis. Seorang ningrat yang tetap merakyat, sugih (kaya) yang tidak semugih, priyayi yang tidak mriyayi. Dalam Kitab Maulid al-Barzanji bab ke 18, Imam al-Barzanji menulis:

“Nabi Muhammad adalah seorang yang pemalu dan tawadhu, mau memperbaiki terompahnya sendiri, menjahit pakaian sendiri, memerah kambing, dan membantu keperluan (pekerjaan) dalam rumah tangganya.”

Walaupun berasal dari keluarga elite, Nabi Muhammad bergaul dengan siapa saja. Beberapa riwayat menyebutkan beliau justru lebih banyak bergaul dengan komunitas akar rumput, kaum lemah, masyarakat kelas bawah.

Nabi Muhammad disebut Abu al-Yatama antara lain karena kedekatan, cinta, dan pelayanan anak-anak yatim. Nabi Muhammad adalah pribadi yang memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kaitan ini, Imam Al-Barzanji menulis; Beliau menyukai orang fakir dan miskin, suka duduk bersama, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, dan tidak pernah menghina seseorang betapa pun sangat miskin dan melarat.

Transformasi

Nabi Muhammad adalah uswah hasanah bagi manusia yang berharap rahmat Allah, percaya hari akhir, dan senantiasa ingat Allah (Qs. Al-Ahzab [33]: 21).

Disebut uswah hasanah (teladan yang baik) karena dalam diri Rasulullah terdapat keutamaan. Keutamaan ini melekat dan menjadi milik Nabi. Kedua, keteladanan itu menjadi sumber ajaran, nilai, dan inspirasi bagi kaum beriman yang senantiasa dekat dengan Allah.

Ketiga, berusaha mengikuti dan menginternalisasi nilai-nilai ajaran dan kepribadian Nabi sehingga manusia memiliki kepribadian utama serta meraih hasanah: kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup. Dalam kehidupan yang serba hedonis dan materialistis manusia seringkali terjebak dan larut dalam arus kehidupan yang glamor, hidup mewah, megah, dan wah.

Manusia terlena dalam kebahagiaan fana dengan memamerkan harta. Banyak orang yang suka flexing demi gengsi dan harga diri. Bahkan, untuk itu, banyak manusia yang lupa diri, aji mumpung, dan menghalalkan segala cara mengejar kenikmatan dunia. Banyak orang yang tidak merasa malu menggunakan fasilitas yang bukan haknya. Empati dan simpati kepada yang papa dan menderita mulai sirna.

Sekarang ini, tidak sedikit orang yang mempertontonkan perilaku jahiliah dengan memanfaatkan dan memanipulasi silsilah dalam wujud nepotisme dan oligarki.

Kesederhanaan adalah sikap hidup yang sangat mulia. Seorang hidup sederhana bukan karena tidak berpunya, tetapi memilih untuk hidup secukupnya. ”Seseorang hidup sederhana dengan sikap qanaah dan zuhud, senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Harta yang berlebih, disedekahkan buat sesama dan mereka yang membutuhkan. Nabi Muhammad adalah seorang yang berharta (sugih) tetapi tidak sok kaya (semugih). Dalam al-Barzanji disebutkan Nab Muhammad adalah seorang yang pemaaf, setia kawan, rendah hati, tetapi tidak rendah diri. Kalau berjalan lebih suka di belakang.

Nabi Muhammad adalah pemimpin yang melayani. Sosok pemimpin seperti ini, sekarang ini, sangat diperlukan. Pemimpin muslim , umat Muhammad, perlu menjadikan dirinya sebagai servant leader dan mengembangkan servant leadership yang dekat dan berpihak kepada kaum dhuafa, komunitas marginal yang seringkali terpinggirkan.

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, kita semua dapat meneladani dan mentransformasikan kehidupan Nabi, terutama sikap hidup sederhana, bersahaja, melayani, dan menghargai sesama.

*Tulisan ini diunggah di Suara Merdeka dan Muhammadiyah pada Kamis 5 September 2024

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Musycab Kunduran, Meriah dan Mencerahkan

    Semarak Musycab Kunduran, Meriah dan Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kunduran, dalam rangka menyambut Musycab (musyawarah cabang) Muhammadiyah dan Aisyiyah periode muktamar ke 48, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kunduran selenggarakan rangkaian acara yang menarik sejak  jum’at lalu ( 21/7/2023). Rangkaian acara dimulai dari kegiatan Pawai Ta’aruf, menurut laporan panita kurang lebih ada sekitar 700 peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kepesertaan […]

  • Leon Casino – Current Promotions Exciting Offers and Real Time Bonuses in New Zealand

    Leon Casino – Current Promotions Exciting Offers and Real Time Bonuses in New Zealand

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Leon Casino in New Zealand stands out for its vibrant live promotions and instant bonuses that draw players. With a focus on captivating experiences, it offers numerous incentives that enhance gameplay and foster a sense of community. From bountiful welcome packages to limited-time offers, there’s never a dull moment. But what truly sets Leon Casino […]

  • Perkuat Ekosistem Filantropi, Lazismu Salurkan Rp 17 Miliar kepada 22 Majelis, Lembaga, dan Ortom Muhammadiyah

    Perkuat Ekosistem Filantropi, Lazismu Salurkan Rp 17 Miliar kepada 22 Majelis, Lembaga, dan Ortom Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID TANGERANG – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) tingkat pusat secara resmi melakukan pentasarufan (penyaluran) dana kepada Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (Ortom) di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penyerahan dana ini dilangsungkan dalam rangkaian agenda Pengkajian Ramadan 1447 H yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (25/2). Ketua Badan Pengurus Lazismu […]

  • Berbagi Nasi Kotak untuk Sopir Angkot, Ojol dan Pedagang Kecil

    Berbagi Nasi Kotak untuk Sopir Angkot, Ojol dan Pedagang Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Balikpapan – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Balikpapan, melalui Divisi Sosial melakukan pembagian nasi kotak di sekitar Terminal Batu Ampar Balikpapan Utara, senin (6/4/20) kemarin. Pembagian nasi kotak ini diperuntukkan para Sopir Angkot, Ojol, dan Pedagang Kecil di sekitaran terminal. Pembagian nasi kotak ini merupakan salahsatu program sosial MCCC Balikpapan yang diprakarsai oleh Nasyiatul Aisyiyah […]

  • K.H. Siswanto: Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan, Tapi Petunjuk Kehidupan

    K.H. Siswanto: Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan, Tapi Petunjuk Kehidupan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Balikpapan – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Tarbiyah Muhammadiyah Balikpapan, Jumat (24/10/2025), ketika Ketua PWM Kaltim, K.H. Siswanto, menyampaikan khutbah bertajuk pentingnya kembali kepada Al-Qur’an. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jamaah bahwa manusia tidak boleh hidup tanpa panduan wahyu. “Sang Pencipta telah menyiapkan desain manusia dengan sempurna, dan menurunkan manual book untuknya, yaitu Al-Qur’an,” ujar K.H. Siswanto. […]

  • Dari Wanasari ke Panggung Provinsi, Santri MBS Wanasari Brebes Ukir Prestasi MAPSI dengan Doa dan Kerja Keras

    Dari Wanasari ke Panggung Provinsi, Santri MBS Wanasari Brebes Ukir Prestasi MAPSI dengan Doa dan Kerja Keras

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ~ Bumiayu-Brebes || Suasana haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) KH. Mas Mansur Wanasari, Brebes. Dua santrinya, Yasir Rizqi Robani dan Zahira Ainun Mudila, berhasil menyabet Juara I pada cabang Tahfidz Putra dan Putri dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat […]

expand_less