Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Balikpapan – Sebuah desa kecil bernama Desa Cisarua, Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 17 Desember 1999. Lahirlah seorang anak yang kelak akan menjadi salah satu pejuang dakwah di Ibukota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Ia bernama Moch Hisyam Ramadhan.

Kini, nama Hisyam tak asing lagi sebagai pendakwah di tanah regional IKN tepatnya mengabdi di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Selama Ramadhan 1445 H ia bertugas di berbagai daerah di balikpapan dan di Desa Itchi, Penajam Paser Utara, sebagai pendakwah yang bertugas dari Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Hisyam, demikianlah, memulai perjalanannya untuk menebarkan cahaya dakwah Islam.

Belajar di Pondok Pekaderan Muhammadiyah, Pondok Shabran UMS

Sebagaimana banyak anak kecil yang tumbuh besar lainnya, perjalanan pendidikan Hisyam dimulai sama dengan anak-anak lainnya. Dari SD Negeri hingga Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah (MA) ia lalui tumbuh di Pondok Pesantren yang bernama Pondok Modern Assalam Sukabumi. Sejak kecil bekalnya dalam memahami agama sudah ia lalui sedini mungkin.

Di balik itu, tersimpan kerinduan yang besar untuk mendalami Islam lebih jauh. Setelah lulus 6 tahun di Pondok Pesantren, keinginan itu semakin menggelora, hingga secara serius ia mendaftar Pondok Perkaderan Ulama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yaitu Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) atau yang dikenal dengan Pondok Shabran UMS.

“Saya tidak pernah terbayangkan akan menempuh perkaderan Muhammadiyah secara mendalam melalui Pondok Shabran,” ucap Hisyam. Pondok Shaban UMS, tempat ia menemukan jati dirinya.

Bukan sekadar memahami Islam, ia juga merasakan bagaimana agama harus hidup dalam jiwa dan perilaku. Ilmu yang ia dapatkan menjadi bekal yang tak ternilai harganya. Dengan semangat yang tak pernah pudar, ia mulai menapaki jalannya sebagai seorang pendakwah.

Dari Gunung Kidul Menuju Kalimantan

Pengalaman dakwahnya tak semata dari bangku pembelajaran ruang kelas. Salah satu pengalaman paling membekas di hati Hisyam adalah ketika ia diamanahkan Mubaligh Hijrah Pondok Shabran UMS menjadi imam selama Ramadhan di Gunung Kidul, Yogyakarta. “Itu adalah pengalaman yang sangat berkesan,” ujarnya.

Bukan hanya karena jarak yang jauh dari kampung halaman, tetapi karena di sanalah ia benar-benar merasakan bagaimana Islam menyatukan umat dalam kehangatan Ramadhan, meski masih berumur yang dirasa muda. Namun, Hisyam mampu menyelesaikan amanah tersebut dengan sangat baik.

Tak berhenti perjuangannya, Hisyam juga setelah lulus sarjana mengemban tugas mengabdi selama satu tahun di Regional IKN menjadi pengasuh sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Kemudian juga bertugas sampai ke Desa Itchi, Penajam Paser Utara.

Mengajar ngaji dan membimbing umat di IKN yang bertugas sebagai utusan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah memberikan pengalaman yang berbeda baginya. Hisyam menjadi saksi bagaimana Islam tumbuh di tengah dinamika kota besar dan juga desa terpencil, sekaligus menjadi pengingat bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis.

Mengabdi di Ibu Kota Nusantara Kalimantan

Tahun 2024 menjadi titik balik dalam perjalanan Hisyam. Selepas menyelesaikan Pendidikan di Pondok Shabran dan Sarjana Ilmu Al-Quran dan Tafsir UMS. Ia mendapat amanah untuk menjadi pengasuh dan pengajar tetap di Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Ini bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi sebuah langkah besar dalam karier dakwahnya. Ia kini bukan lagi santri atau mahasantri, melainkan pengasuh yang harus membimbing generasi penerus dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam sekaligus penggerak Muhammadiyah.

Menjadi pengasuh di usia yang masih muda bukanlah perkara mudah. Hisyam harus memastikan bahwa setiap santri mendapatkan pendidikan yang layak, baik secara akademis maupun spiritual.

“Tugas ini berat, tapi juga mulia. Saya merasakan bagaimana para pengajar saya dahulu berjuang untuk kami, dan sekarang giliran saya untuk membalas kebaikan itu dengan mendidik para santri,” jelasnya penuh semangat.

Daerah Regional IKN, Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Tempat yang sedang berkembang pesat karena rencana pemindahan ibu kota negara, menjadi ladang dakwah baru bagi Hisyam. Di sana, sesekali ia bertugas dakwah, tepatnya Desa Itchi yang sangat dekat dengan titik nol IKN.

Setiap hari kesehariannya di Pondok Al-Mujahidin Balikpapan, Hisyam tidak pernah berhenti untuk menyebarkan kebaikan. Mengajar ngaji, mata pelajaran, mengisi kajian, dan membimbing para santri menjadi bagian dari rutinitas yang tak terpisahkan. LDK melalui program dai pengabdian bersama Pondok Shabran UMS. Selalu berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam aqidah.

Tantangan tentu saja ada. Hisyam mengakui bahwa tugas ini tidak mudah. “Ada suka dan duka dalam setiap langkah perjuangan. Namun, keyakinan bahwa Allah selalu bersama kami menjadi sumber kekuatan,” tegas Hisyam.

Penerimaan Masyarakat dengan baik, yang bahkan memberikan kontribusi dalam bentuk materi dan tenaga, menjadi bukti bahwa dakwahnya telah menyentuh hati banyak orang.

Hisyam berharap perjuangan ini akan terus berlanjut, tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga di seluruh nusantara. “Saya berharap kita semua selalu mendapat kekuatan dan keistiqomahan di jalan berdakwah dan mengabdi untuk persyarikatan,” tutup Hisyam. Perjalanan ini memang penuh tantangan, tetapi bagi Hisyam, inilah jalan hidupnya.

Redaktur : Najihus Salam

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Inovasi Board Game AR, Tim Pengabdian UMS Tingkatkan PHBS Santri Pesantren Muhammadiyah

    Melalui Inovasi Board Game AR, Tim Pengabdian UMS Tingkatkan PHBS Santri Pesantren Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim pengabdian Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Universitas Muhammadiyah Surakarta (DPPM UMS) kembali menggelar kegiatan edukatif dalam rangka peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi para santri Pesantren Muhammadiyah Mambaul Ulum Andong. Ketua tim Poskestren Digital Ayu Khoirotul Umaroh S.K.M., M.K.M., menjelaskan, kegiatan ini menjadi […]

  • Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Makassar – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag menyampaikan Pentingnya kemampuan metodologis yang baik bagi da’i komunitas. Hal itu disampaikan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi da’i komunitas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) (PWM) Sulawesi pada sambutannya, di Pusdiklat Unismuh Makassar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Acara ini […]

  • Roostino Casino in Deutschland – Die Schritte zur Kontoeröffnung

    Roostino Casino in Deutschland – Die Schritte zur Kontoeröffnung

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Die Registrierung in einem Online-Casino ist der Startschuss zu einem unterhaltsamen Spielerlebnis. Im Roostino Casino ist dieses Verfahren bewusst simpel und sicher gestaltet, um Ihnen einen zügigen Start zu ermöglichen. Wir erklären Ihnen in diesem Artikel den kompletten Prozess der Kontoeröffnung – von der ersten Registrierung über die Verifizierung bis hin zur ersten Einzahlung. So […]

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas Dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) Dan juga Sikap para kader IMM yang Mengenyampingkan humanitas dalam trikoda Dan hilang nya Kemasyarakatan pada idealisme […]

  • Bakti Sosial AMM di Desa Samiran: Menguatkan Tali Silaturahmi dan Pengabdian Sosial

    Bakti Sosial AMM di Desa Samiran: Menguatkan Tali Silaturahmi dan Pengabdian Sosial

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali – Ahad, 23 Juni 2024 menjadi hari bersejarah bagi Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Pada hari tersebut, Bakti Sosial Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diselenggarakan dengan penuh semangat dan dihadiri oleh 1000 tamu undangan. Acara berlangsung di Halaman Gedung Serbaguna Desa Samiran, dan dalam momen berharga ini, sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada […]

  • Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-113 dalam Kacamata Pelajar

    Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-113 dalam Kacamata Pelajar

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh: Hakim Muttaqie Azka (Kader PW IPM Jawa Barat) Organisasi Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912, dan pada 18 November 2025 Muhammadiyah ini sudah genap berusia 113 tahun dalam tahun Masehi. Milad ke 113 bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, tema ini menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya mengurusi persoalan organisasi semata, tetapi bergerak dalam pengabdian untuk […]

expand_less