Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
  • visibility 381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Hanif Syairafi Wiratama, Kader IMM Shabran UMS

Pada  era modern perdetik ini kita disuguhkan beberapa fenomenologi, yang kemudian mungkin sangat kental dikalangan kita pelajar bahkan mahasiswa, yakni narsistik. Apa itu narsistik salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. Mereka juga hampir selalu merasa lebih baik ketimbang orang lain. Mayoritas pengidapnya selalu membanggakan pencapaiannya, padahal itu adalah hal yang biasa saja. Pengidap narsistik juga biasanya memiliki tingkat empati yang rendah kepada orang lain. Sebab, mereka menganggap punya kepentingan yang lebih tinggi dari orang lain. Namun, perasaan mereka cenderung mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi saat mendapat kritikan.

Sebelum menjelajahi bahaya narsistik di kalangan kader IMM, penting untuk memahami konsep narsisme secara menyeluruh. Menurut DSM-5 (Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Jiwa), narsisme merupakan sebuah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang merujuk pada perasaan kepentingan diri yang berlebihan, kebutuhan akan pujian, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Individu dengan ciri-ciri narsistik cenderung memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal yang sehat dan stabil.

Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

Di tengah semangat berorganisasi seperti IMM, kehadiran individu dengan ciri-ciri narsistik dapat menyebabkan sejumlah masalah yang signifikan. Beberapa bahaya yang mungkin timbul kemungkinan seperti, manipulasi dan Ambisi Berlebihan. Terkdang Individu narsistik cenderung memprioritaskan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan kelompok atau organisasi. Mereka dapat menggunakan manipulasi untuk mencapai tujuan mereka sendiri, bahkan jika itu berarti bisa jadi merugikan organisasi secara keseluruhan.

Kurangnya Empati, kader yang narsistik mungkin kurang mampu memahami dan merespons kebutuhan serta pandangan anggota lain dalam organisasi. Ini dapat menghambat proses pengambilan keputusan yang inklusif dan berdampak negatif pada iklim sosial di dalam organisasi. Narsisisme seringkali berkaitan dengan hubungan interpersonal yang rapuh dan tidak stabil. Kader IMM yang narsistik dapat merusak hubungan dengan sesama kader dan bahkan dengan masyarakat luas, mengancam kerjasama dan kesatuan organisasi.

Bahaya narsistik di kalangan kader IMM tidak hanya mempengaruhi internal organisasi, tetapi juga bisa jadi memiliki implikasi yang lebih luas seperti merusak Reputasi Organisasi, kurangnya empati dari kader IMM yang narsistik dapat mencoreng reputasi organisasi secara keseluruhan. Hal ini dapat mengurangi dukungan dari masyarakat dan lembaga lain, serta menghambat pencapaian tujuan organisasi.

Menurunkan Kualitas Kepemimpinan, kader yang narsistik cenderung memperjuangkan kepentingan pribadi mereka sendiri daripada kepentingan kolektif. Hal ini dapat menghambat kemampuan organisasi dalam memimpin dan menginspirasi perubahan positif di masyarakat. Dengan hal demikian menyebarkan Kecurigaan dan Ketidakpercayaan dan kurangnya kejujuran dari kader IMM yang narsistik dapat menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara anggota organisasi dan masyarakat luas. Ini dapat menghambat kolaborasi dan kerjasama yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

Tindakan Pencegahan

Menghadapi bahaya narsistik di kalangan kader IMM, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan menjadi sangat penting. Mungkin ini bisa menjadi suatu alternative pencegahan yang dapat diterapkan seperti, memberikan pelatihan tentang kepemimpinan yang inklusif, empati, dan komunikasi yang efektif dapat membantu mencegah perilaku narsistik di kalangan kader IMM.

Mendorong budaya organisasi yang didasarkan pada nilai-nilai seperti kejujuran, transparansi, dan kolaborasi dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya perilaku narsistik. Mengidentifikasi dan mengatasi perilaku narsistik dengan tepat waktu melalui intervensi psikologis atau pembinaan kepemimpinan dapat membantu menjaga stabilitas dan integritas organisasi. Membentuk kesadaran diri melalui orang lain karena peran dari pada faktor lingkungan juga terkadang mempengaruhi hal tersebut.

Belajar empati terhadap orang lain karena dengan empati akan membentu suatu kepedulian kita terhadap sesame. Kemudian mencoba berkomunikasi yang tidak mengandung unsur merendahkan orang lain atau bahkan diri sendiri, serta terbuka terhadap kritik. Artinya menerima kritik dari orang lain terlebih di kalangan kader IMM, dan yang terakhir adalah konsultasi ke psikiater atau psikolog yang ahli pada bidangnya.

Dalam konteks berorganisasi seperti IMM, bahaya narsistik di kalangan kader merupakan masalah serius yang perlu diatasi dengan serius. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsep narsisme, implikasi perilaku narsistik, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, IMM dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih efektif, menjaga integritas organisasi, dan mempromosikan kepemimpinan yang sehat dan inklusif. Namun jika dari hal kecil masih belum bisa merubah hal itu, maka orang-orang terdekat perlu langsung menemui psikiater/psikolog untuk konsultasi agar lebih efektif dalam penyembuhan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuliah S2 di Dua Negara, Ini Cerita Alumni UMS Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit

    Kuliah S2 di Dua Negara, Ini Cerita Alumni UMS Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Yusuf R. Yanuri, S.Ag., mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagikan pengalamannya saat menempuh program S2 double degree dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan University of Edinburgh yang kini sedang menempuh pendidikan internasional di bawah skema beasiswa Indonesia Bangkit dari Kementerian Agama. Program yang ia jalani merupakan dual master degree selama […]

  • Medlink-Smart dan Nusa-Gritecture dari Mahasiswa UMS Raih Emas di Jepang

    Medlink-Smart dan Nusa-Gritecture dari Mahasiswa UMS Raih Emas di Jepang

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membawa pulang medali emas dan penghargaan spesial saat berkompetisi di ajang internasional Japan Design Innovation and Exhibition (JDIE) 5-6 Juli 2025, Jepang. Penghargaan ini mengukuhkan UMS sebagai kampus unggul dengan segudang prestasi mahasiswa. Kabiro Kemahasiswaan UMS Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., mengungkapkan rasa […]

  • Billybets Casino – Games Offered in New Zealand

    Billybets Casino – Games Offered in New Zealand

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Players from New Zealand searching for an online casino will have much to appreciate at Billybets. The platform’s game library is designed for local players, blending well-known international games with relatable themes. You can enjoy everything from the excitement of live dealer games to the newest video slots and classic table games. Billybets collaborates with […]

  • Kolaborasi Mahasiswa KKN Kelompok 3 dan Posyandu Kedungsoko Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

    Kolaborasi Mahasiswa KKN Kelompok 3 dan Posyandu Kedungsoko Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGANJUK – Layanan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, mendapat dorongan energi baru pada Sabtu (11/7) lalu. Bertempat di halaman rumah Kepala Desa, para lansia berkumpul untuk mengikuti kegiatan rutin Posyandu yang kali ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Kader Posyandu, Bidan Desa, serta mahasiswa KKN dari Kelompok 3. […]

  • Walikota Bandar Lampung Siap Hadir Menyapa Ribuan Kader Pelajar Muhammadiyah se-Lampung di Musywil XXIII IPM Lampung

    Walikota Bandar Lampung Siap Hadir Menyapa Ribuan Kader Pelajar Muhammadiyah se-Lampung di Musywil XXIII IPM Lampung

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung, 5 Juni 2026 – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung melaksanakan audiensi dengan Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, di Kantor Walikota Bandar Lampung, Jumat (5/6/2026). Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan kesiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII IPM Lampung yang akan diselenggarakan pada 9 –11 Juni 2026 di […]

  • Sekolah di Wilayah 3T dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi 2026

    Sekolah di Wilayah 3T dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi 2026

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pati – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, aman, dan merata melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Pada tahun 2026, fokus revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta satuan pendidikan dengan tingkat kerusakan berat yang memerlukan penanganan […]

expand_less