Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Tulungagung – Di tengah arus perubahan yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit generasi muda yang memilih mencari peluang di kota-kota besar atau bahkan di luar negeri. Namun, bagi Syofatun Nadifah, potensi terbesar justru berada di tempat ia tumbuh. Dari hamparan batu alam Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, lahirlah sebuah ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mengusung semangat pemberdayaan, dakwah, dan kebermanfaatan.

Sebagai kader Muhammadiyah sekaligus mahasiswa STAI Muhammadiyah Tulungagung, Syofatun memilih menempuh jalan yang tidak selalu mudah. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi, ia membangun Eco Crafting ID, sebuah usaha yang mengolah batu alam menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dengan sentuhan inovasi dan kreativitas.

Baginya, membangun usaha bukan sekadar memenuhi kebutuhan finansial. Lebih dari itu, kewirausahaan menjadi ruang untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang selama ini ia pelajari di Muhammadiyah: bekerja keras, menghadirkan solusi, memberdayakan masyarakat, dan menebarkan kemaslahatan.

Berawal dari Potensi yang Terlupakan

Campurdarat telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil marmer dan batu alam berkualitas di Indonesia. Namun, Syofatun melihat bahwa kekayaan tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila hanya dijual sebagai bahan mentah.

Dari kegelisahan itulah lahir Eco Crafting ID. Ia memandang bahwa batu alam tidak hanya memiliki fungsi sebagai material bangunan, tetapi juga menyimpan nilai seni, estetika, dan peluang ekonomi yang sangat besar apabila diolah menjadi produk kreatif.

“Sejak awal saya melihat bahwa marmer bukan hanya material bangunan, tetapi memiliki nilai seni dan potensi ekonomi yang besar. Potensi lokal seperti ini seharusnya tidak berhenti sebagai bahan baku, melainkan mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Syofatun.

Melalui Eco Crafting ID, berbagai jenis batu alam diolah menjadi produk dekorasi interior, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan arsitektur yang mengikuti perkembangan desain modern tanpa meninggalkan karakter khas batu alam Campurdarat.

Langkah tersebut menjadi bentuk keberanian seorang perempuan muda dalam membaca peluang di tengah perubahan zaman. Ia tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita tentang potensi lokal yang layak dikenal lebih luas.

Belajar Menjadi Entrepreneur tanpa Meninggalkan Idealisme

Perjalanan membangun Eco Crafting ID tidak berlangsung secara instan. Sebagai mahasiswa, Syofatun menyadari bahwa dunia usaha menuntut proses belajar yang panjang.

Karena itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, seminar, workshop, hingga program pengembangan kewirausahaan. Salah satu capaian yang membanggakan adalah ketika ia berhasil lolos sebagai Top 150 BRI Pengusaha Muda Brilian (PMB) 2025 dari seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi ruang baginya untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mengasah kemampuan dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Menurutnya, proses belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah memiliki usaha.

“Sebagai generasi muda, kami harus terus belajar dan terbuka terhadap perubahan. Dunia usaha berkembang sangat cepat. Karena itu, inovasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar usaha tetap relevan,” tuturnya.

Semangat belajar inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam mengembangkan Eco Crafting ID. Ia percaya bahwa seorang entrepreneur tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat.

Dakwah Melalui Karya

Bagi Syofatun, menjadi kader Muhammadiyah memberikan cara pandang yang berbeda terhadap dunia usaha. Ia memaknai bisnis bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui tindakan nyata.

Nilai-nilai Islam Berkemajuan menjadi landasan dalam menjalankan usaha. Prinsip amanah, kejujuran, profesionalisme, keadilan, dan kebermanfaatan selalu diupayakan hadir dalam setiap proses bisnis.

“Dakwah tidak selalu dilakukan melalui mimbar. Ketika usaha mampu membuka peluang kerja, mengangkat potensi daerah, dan memberi manfaat bagi masyarakat, di situlah nilai dakwah hadir dalam bentuk yang nyata,” ujarnya.

Prinsip tersebut juga tercermin dalam komitmennya untuk menerapkan praktik usaha yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Ia mengedepankan transaksi yang transparan, menjaga kualitas produk, membangun kepercayaan pelanggan, serta menghindari praktik bisnis yang merugikan pihak lain.

Baginya, keberhasilan usaha bukan hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut mampu menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

Menggerakkan Potensi Lokal

Eco Crafting ID tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk. Di balik setiap karya yang dihasilkan, terdapat semangat untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.

Syofatun menyadari bahwa Campurdarat memiliki potensi besar sebagai sentra batu alam nasional. Karena itu, ia berupaya menjadikan Eco Crafting ID sebagai ruang kolaborasi bersama para perajin, pelaku UMKM, hingga mitra usaha lainnya.

Menurutnya, kolaborasi jauh lebih penting daripada sekadar bersaing.

“Kami terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kontraktor, arsitek, desainer interior, hingga pelaku UMKM lainnya. Melalui kolaborasi, kami dapat terus belajar sekaligus memperluas manfaat yang bisa diberikan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga memanfaatkan media sosial dan teknologi digital sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya memperkenalkan produk, Eco Crafting ID juga menghadirkan cerita mengenai proses produksi, kualitas material, serta nilai yang terkandung di balik setiap karya.

Strategi tersebut membuat bisnis tidak hanya dikenal sebagai penjual produk, tetapi juga sebagai media untuk mengenalkan kekayaan alam Campurdarat kepada masyarakat yang lebih luas.

Tantangan Menjadi Ruang Bertumbuh

Membangun usaha di usia muda tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga kualitas produk di tengah perubahan kebutuhan pasar yang berlangsung begitu cepat.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang memandang batu alam hanya sebagai material bangunan. Padahal, menurut Syofatun, marmer memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk dekoratif dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Namun, ia memilih menjadikan setiap tantangan sebagai ruang pembelajaran.

“Kami terus berinovasi, mendengarkan kebutuhan pelanggan, dan melakukan evaluasi. Tantangan bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi bagian dari proses yang membentuk sebuah usaha menjadi lebih kuat dan lebih matang,” katanya.

Konsistensi menjaga kualitas, memperluas jejaring, serta meningkatkan kemampuan tim menjadi strategi yang terus dilakukan agar Eco Crafting ID mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda

Bagi Syofatun, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku perubahan melalui kewirausahaan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi akan memberikan manfaat lebih besar apabila diolah dengan kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab.

Ia berharap semakin banyak anak muda, khususnya kader Muhammadiyah, yang berani memulai usaha tanpa meninggalkan nilai-nilai idealisme.

“Jangan takut memulai. Banyak anak muda terlalu lama menunggu waktu yang dianggap tepat, padahal kesempatan terbaik untuk belajar justru dimulai ketika kita berani mengambil langkah pertama. Bangun usaha dengan kualitas, integritas, dan niat untuk memberi manfaat, karena dari sanalah kepercayaan akan tumbuh,” pesannya.

Menurutnya, kewirausahaan bukan sekadar tentang menciptakan keuntungan, tetapi juga tentang membangun kemandirian, membuka peluang bagi orang lain, dan menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat.

Semangat belajar, berkarya, dan berdaya yang terus ia jalani menjadi cerminan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia usaha. Dari batu alam Campurdarat, Syofatun Nadifah membuktikan bahwa perempuan muda Muhammadiyah mampu menjadi entrepreneur yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan menghidupkan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui karya nyata.

Di tengah tantangan zaman, kisah Syofatun menjadi pengingat bahwa kewirausahaan bukan sekadar pilihan profesi. Bagi kader Muhammadiyah, ia dapat menjadi jalan dakwah, ruang pengabdian, dan ikhtiar menghadirkan kemajuan yang berpihak pada kemanusiaan serta kesejahteraan umat.

Kontributor: Jihan Muthaharoh

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berjuang Seharian, Tim Futsal SMP Muhmmadiyah 3 Al Mujahidin Raih Juara 3

    Berjuang Seharian, Tim Futsal SMP Muhmmadiyah 3 Al Mujahidin Raih Juara 3

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 310
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Tim Futsal SMP Muhammadiyah 3 Al Mujahidin berhasil meraih Juara 3 pada Kompetisi All Stars Cup 2024 Tingkat SMP/MTs se Balikpapan yang digelar oleh Universitas Mulia di Balikpapan Sports Center (BSC) pada Ahad (21/01/24). Kompetisi All Stars Cup 2024 kali ini diikiti oleh 17 Tim yang dibagi menjadi 5 grub. Tim Futsal […]

  • SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb Perkuat Pendidikan Vokasi dan Siapkan Asrama Berkapasitas 100 Siswa

    SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb Perkuat Pendidikan Vokasi dan Siapkan Asrama Berkapasitas 100 Siswa

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang unggul dengan memadukan kompetensi kejuruan, pembinaan karakter Islami, dan penguatan kaderisasi Muhammadiyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan program pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap sekolah ini. Kepala SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb, Darul Ihsan, […]

  • Ketua LPP PWM Jawa Tengah: Panggung Gembira PP Miftahul Ulum Ajang Kreasi Santri Berkemajuan

    Ketua LPP PWM Jawa Tengah: Panggung Gembira PP Miftahul Ulum Ajang Kreasi Santri Berkemajuan

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Panggung Gembira santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan (IMBS Pekajangan) yang di komandoi santri akhir Ability Generation di halaman kampus pondok berlangsung meriah, Senin, (11/9/2023). Acara tersebut dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan KH.Imam Tobroni, S.Ag., MM.bersama Kasi Pontren H.Sujud,S.Ag.,MH., PDM dan PDA Kab. Pekalongan, PCM dan PCA Pekajangan serta turut hadir […]

  • Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 51
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom., Ph.D. baru-baru ini melakukan penelitian untuk mengembangkan model pendeteksi kebencian di media sosial. Pria yang akrab disapa Dadang itu berkolaborasi dengan Profesor Min Song dari Yonsei University, Korea Selatan, dan mahasiswa postdoctoral Yonsei University, Arida Ferti Syafiandini. Penelitian tersebut bertajuk […]

  • Perkuat Sinergi Pendidikan, Ponpes Modern Asy-Syifa’ Blimbingrejo Gelar Khutbah Ta’aruf dan Sosialisasi Program 2026

    Perkuat Sinergi Pendidikan, Ponpes Modern Asy-Syifa’ Blimbingrejo Gelar Khutbah Ta’aruf dan Sosialisasi Program 2026

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ​JEPARA – Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo resmi membuka tahun ajaran baru melalui agenda Khutbah Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pesantren 2026 pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menyamakan visi pendidikan serta mempererat tali silaturahmi antara pengelola pesantren dan para wali santri. ​Berlangsung di kompleks pesantren, acara ini dihadiri oleh jajaran […]

  • Menata Ulang Kompas Profetik: Penyusunan Alat Ukur Implementasi ISP dalam Grand Design PK IMM FAI UMY

    Menata Ulang Kompas Profetik: Penyusunan Alat Ukur Implementasi ISP dalam Grand Design PK IMM FAI UMY

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – PK IMM FAI UMY bersama Agung Rezki, Rahmat, Simin, dan Aden menggelar diskusi bersama Profesor Heddy Shri Ahimsa-Putra, Dosen Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Diskusi berlangsung di Taman Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Pertemuan ini diadakan untuk bersilaturrahmi sekaligus meminta pandangan Profesor Ahimsa tentang Upaya PK IMM FAI UMY dalam merumuskan indikator […]

expand_less