Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bincang Buku Santai, Ikhtiar Pegiat Seni Kampung Inggris Menumbuhkan Budaya Literasi

Bincang Buku Santai, Ikhtiar Pegiat Seni Kampung Inggris Menumbuhkan Budaya Literasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Kediri – Upaya menghidupkan kembali budaya membaca dan berdiskusi terus dilakukan oleh Pegiat Seni Kampung Inggris (PSK). Komunitas yang berbasis di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, ini secara rutin menggelar forum diskusi terbuka bertajuk Bincang Buku Santai setiap dua pekan sekali.

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi gagasan bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga para tutor yang berada di kawasan Kampung Inggris. Diskusi berlangsung di Kedai Kopi Uni, sebuah kedai yang menyediakan ruang khusus bagi komunitas sekaligus menyimpan beragam koleksi buku yang dapat diakses para pengunjung.

Melalui kolaborasi antara Pegiat Seni Kampung Inggris dan Kedai Kopi Uni, agenda literasi ini kembali digelar pada Sabtu (4/7/2026). Pada kesempatan tersebut, peserta mendiskusikan buku Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan karya Herry Sutresna dengan menghadirkan Fajri sebagai pembicara.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengajak siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap dunia literasi untuk datang, membaca, berdiskusi, serta saling bertukar pandangan dalam suasana yang santai namun tetap bernas.

Salah satu penggerak komunitas, Rizal Firmansyah Putra Moka, yang juga merupakan kader Muhammadiyah dan saat ini menjadi tutor di salah satu lembaga kursus di Kampung Inggris Pare, menilai bahwa ruang-ruang diskusi semacam ini penting untuk memperkuat budaya intelektual di kawasan pendidikan tersebut.

“Kampung Inggris pada prinsipnya merupakan pusat pendidikan bahasa asing. Tetapi di saat yang sama, ia mesti dibarengi dengan wadah pengembangan keilmuan dan nalar kritis. Pegiat Seni Kampung Inggris dalam hal ini berupaya mengambil peran tersebut seolah turut melengkapi potongan puzzle yang hilang,” ungkap Rizal.

Menurutnya, kemampuan berbahasa seharusnya berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan membaca. Karena itu, Pegiat Seni Kampung Inggris berkomitmen menghadirkan ruang dialog yang inklusif, sehingga masyarakat tidak hanya belajar bahasa asing, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan melalui diskusi buku.

Melalui kegiatan Bincang Buku Santai yang diselenggarakan secara berkala, komunitas ini berharap budaya literasi di Kampung Inggris terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kehadiran ruang diskusi yang terbuka juga diharapkan mampu mempertemukan berbagai latar belakang peserta untuk saling bertukar ide, pengalaman, serta perspektif terhadap berbagai isu yang diangkat melalui buku-buku pilihan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FAI UMS Latih Guru SMP Muhammadiyah Kartasura Pendekatan Deep Learning

    FAI UMS Latih Guru SMP Muhammadiyah Kartasura Pendekatan Deep Learning

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian dari Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat dengan agenda “Sosialisasi dan Pelatihan Guru Penggerak dan Pendekatan Pembelajaran “Deep Learning” Guru SMP Muhammadiyah PCM Kartasura Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sebagai wujud komitmen UMS dalam mengimplementasikan […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    Menumbuhkan Cinta IMM: Implementasi Perkaderan Menggembirakan

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh: Ulinnuha Ardhaniswari Kader IMM Surakarta Berbicara tentang cinta, IMM, dan perkaderan menggembirakan, tak jauh dari salah satu peranan perkaderan utama yaitu Darul Arqam Dasar (DAD). Baru-baru ini semarak perkaderan utama di beberapa komisariat maupun cabang cukup menyita perhatian. Momentum perkaderan utama DAD itu, akan memberikan pengaruh besar kepada setiap pelaku perkaderannya, objek perkaderan, dan […]

  • Berbagi Kebahagiaan Bersama Pandu Hizbul Wathan

    Berbagi Kebahagiaan Bersama Pandu Hizbul Wathan

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikapapan – Kai Masidun, lelaki lanjut usia yang kesehariannya beradu nasib menjual buah pisang, nanas, pepaya dan ubi di warung sederhananya yang berteduhkan payung warna-warni yang sudah mulai kusam. Kai Masidun merupakan seorang perantauan yang datang sejak 4 tahun lalu ke Kota Balikpapan bersama istrinya. Tinggal di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak, […]

  • Medlink-Smart dan Nusa-Gritecture dari Mahasiswa UMS Raih Emas di Jepang

    Medlink-Smart dan Nusa-Gritecture dari Mahasiswa UMS Raih Emas di Jepang

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membawa pulang medali emas dan penghargaan spesial saat berkompetisi di ajang internasional Japan Design Innovation and Exhibition (JDIE) 5-6 Juli 2025, Jepang. Penghargaan ini mengukuhkan UMS sebagai kampus unggul dengan segudang prestasi mahasiswa. Kabiro Kemahasiswaan UMS Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., mengungkapkan rasa […]

  • Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tulungagung menggelar acara Refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109 pada Ahad (17/5/2026) di Hall Walidah Tulungagung. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, momentum ini menjadi bukti nyata konsistensi gerakan perempuan berkemajuan yakni ‘Aisyiyah dalam menjawab tantangan zaman melalui aksi-aksi sosial yang konkret. Dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang […]

expand_less