Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
  • visibility 450
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belakangan ini diketahui seorang influencer muda memberikan pernyataan yang cukup kontroversial di tengah masyarakat Indonesia. Dirinya menyebutkan bahwa tidak memiliki anak adalah anti-aging terbaik atau resep awet muda versinya,

“Not having kids is indeed natural anti-aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you have the money to pay for botox,” tulisnya ketika membalas salah satu komentar postingan instagram pribadinya.

Namun, tidak berhenti di situ saja, perempuan yang saat ini tinggal di Jerman tersebut dengan tegas memberikan pernyataan bahwa baginya memiliki anak adalah beban, “Kamu nggak berhak dapat sisi G*** baik. Kalau kamu sampah, aku bakal mengikuti seperti kamu. Seolah anak itu membawa beban gitu ya jadinya buat mereka? Iya buat gua beban. Buat elo kan bukan, anugerah. Buat gua beban. Ya makanya gua gak gamau dan there’s nothing wrong with it,” ungkapnya.

Pernyataan tentang childfree tersebut menimbulkan kegeraman dan kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruh influencer ini untuk masa yang akan datang, terlebih mayoritas pengikutnya adalah anak-anak muda yang mungkin bisa jadi akan mengikuti ‘pilihan’ influencer tersebut.

CHILDFREE

Istilah childfree telah ada sejak tahun 1970-an dengan dua kondisi. Kondisi yang pertama disebut involuntary childfree (kondisi biologis) di mana seseorang tidak dapat memiliki anak (infertility) disebabkan faktor usia atau kondisi medis. Kondisi yang kedua ialah voluntary childfree (kemauan pribadi).

Menurut salah satu penelitian dari Universitas Gajah Mada, kebanyakan keputusan childfree datangnya dari wanita sebab wanita banyak terlibat dalam hal pengasuhan anak. Bahkan saat ini banyak anak muda yang sudah merencanakan tidak akan memiliki anak. Beberapa faktor seseorang memilih untuk voluntary childfree bermacam-macam yaitu tanggung jawab, trauma masa kecil, ketakutan akan penuaan dan perubahan penampilan serta hal lainnya mampu mendorong seseorang untuk melakukan childfree.

INDONESIA DAN JEPANG PART DUA

Dikabarkan saat ini Jepang mengalami depopulasi di mana tingkat kelahiran rendah dan angka lansia cenderung tinggi. Fenomena ini membuat Jepang kekurangan ahli waris sehingga pada postingan viral baru-baru ini memperlihatkan salah satu daerah di Jepang yang sepi penduduk, dan banyak tempat tinggal yang terlihat tidak berpenghuni.

Banyak masyarakat Jepang yang memilih untuk tidak memiliki anak atau voluntary childfree. Jepang dengan kemajuan negaranya dalam hal pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ternyata tidak sejalan dengan pertumbuhan penduduk usia muda yang mengalami penurunan drastis. Akibat dari fenomena ini, beberapa rumah yang tidak berpenghuni dibagi-bagikan dan beberapa sekolah ditutup sebab tidak lagi memiliki murid. Jika hal ini dibiarkan secara terus-menerus, Jepang pada tahun 2056 diprediksikan mengalami krisis kependudukan usia produktif. Hal itu akan berdampak pada tenaga kerja yang menyusut dan populasi yang menua.

Tentunya Indonesia sebagai negara berkembang masih membutuhkan tenaga kerja muda untuk mempertahankan produktivitas. Memandang dari sudut agama, dengan adanya pernyataan dari influencer tersebut yang notabene seorang muslim, ditambah mayoritas dari masyarakat Indonesia beragama Islam, mungkin saja dirinya akan dijadikan patokan bagi generasi muda muslim untuk menormalisasikan childfree.

Lantas, jika kebanyakan masyarakat memilih untuk melakukan voluntary child, bagaimana kabar negara berkembang ini ke depan? Apakah kelak gambaran depopulasi Jepang saat ini akan dirasakan Indonesia di masa yang akan mendatang? Apakah Indonesia akan menjadi Jepang part dua? Well, kita yang menentukan.

Red : ARM | Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wadahi Pertunjukan Seni dan Kreatifitas Santri, IPM Ponpes Al-Mujahidin Gelar Drama Arena 4.5

    Wadahi Pertunjukan Seni dan Kreatifitas Santri, IPM Ponpes Al-Mujahidin Gelar Drama Arena 4.5

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 320
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Panggung megah dengan kilauan warna warni cahaya lampu sorot, tepuk tangan dan tawa menghiasi kemeriahan Pagelaran Seni Drama Arena 4.5 yang digelar oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Putra Pondok Pesantren Terpadu Al-Mujahidin Balikpapan pada sabtu, (24/02) malam ini. Bertempat di lapangan utama pondok dan mengangkat tema “Dengan mengkaji sejarah, menjaga […]

  • Tingkatkan Kualitas Khutbah! PRM Pendoworejo adakan Pelatihan Khatib Jumat

    Tingkatkan Kualitas Khutbah! PRM Pendoworejo adakan Pelatihan Khatib Jumat

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 131
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Dalam upaya meningkatkan kualitas khutbah Jumat, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pendoworejo menggelar program Pelatihan Khatib Jumat pada Ahad, 26 Mei 2024 di Pondok Pesantren Al Islah. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang terdiri dari anggota PRM, utusan dari takmir masjid, serta individu perseorangan dari berbagai […]

  • Mengenal sang Penulis dan Mengintip Isi Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    Mengenal sang Penulis dan Mengintip Isi Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Oleh : Lisa Salsabila Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda, penjajahan ini  berdampak pada komponen yang sangat vital yaitu pola pikir masyarakat. Memang betul kemerdekaan sudah kita raih, akan tetapi efek penjajahan itu masih mengendap dalam kehidupan kita sehari-hari, di mana masyarakat sudah terbiasa dengan mental terjajah. Oleh karena itu, sistem pendidikan Indonesia […]

  • Jadi Pembicara di Business Gathering BUMM, Ghufron Mustaqim: SUMU Akan Hibahkan Jagalaba untuk Muhammadiyah

    Jadi Pembicara di Business Gathering BUMM, Ghufron Mustaqim: SUMU Akan Hibahkan Jagalaba untuk Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) jadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi panel acara Business Gathering Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta pada 25-26 September 2024. Sesi diskusi panel pagi itu dihadiri oleh KH. Saad Ibrahim (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Bambang Setiaji (Ketua Majelis Diktilitbang […]

  • PC IPM Weru Gelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1: Siap Membentuk Pemimpin Muda Berkemajuan di PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono

    PC IPM Weru Gelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1: Siap Membentuk Pemimpin Muda Berkemajuan di PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1, yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (18-19 Januari 2025), di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Muhammadiyah Atmo Wahjono. Dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai-Nilai Religius, Intelektual, Humanis, Mewujudkan Kader Berkemajuan”, pelatihan ini bertujuan mencetak kader muda yang unggul […]

  • COMSOCIA 2026 UMS Satukan Akademisi Lima Negara, Perkuat Jejaring Riset Internasional

    COMSOCIA 2026 UMS Satukan Akademisi Lima Negara, Perkuat Jejaring Riset Internasional

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan The International Conference on Communication, Society, and Digital Media (COMSOCIA) 2026. Konferensi internasional yang digelar secara hybrid di Hotel Mercure Surakarta, Kamis (9/7/2026), mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan […]

expand_less