Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

CHILDFREE : INDONESIA DAN JEPANG PART DUA?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
  • visibility 520
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belakangan ini diketahui seorang influencer muda memberikan pernyataan yang cukup kontroversial di tengah masyarakat Indonesia. Dirinya menyebutkan bahwa tidak memiliki anak adalah anti-aging terbaik atau resep awet muda versinya,

“Not having kids is indeed natural anti-aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you have the money to pay for botox,” tulisnya ketika membalas salah satu komentar postingan instagram pribadinya.

Namun, tidak berhenti di situ saja, perempuan yang saat ini tinggal di Jerman tersebut dengan tegas memberikan pernyataan bahwa baginya memiliki anak adalah beban, “Kamu nggak berhak dapat sisi G*** baik. Kalau kamu sampah, aku bakal mengikuti seperti kamu. Seolah anak itu membawa beban gitu ya jadinya buat mereka? Iya buat gua beban. Buat elo kan bukan, anugerah. Buat gua beban. Ya makanya gua gak gamau dan there’s nothing wrong with it,” ungkapnya.

Pernyataan tentang childfree tersebut menimbulkan kegeraman dan kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruh influencer ini untuk masa yang akan datang, terlebih mayoritas pengikutnya adalah anak-anak muda yang mungkin bisa jadi akan mengikuti ‘pilihan’ influencer tersebut.

CHILDFREE

Istilah childfree telah ada sejak tahun 1970-an dengan dua kondisi. Kondisi yang pertama disebut involuntary childfree (kondisi biologis) di mana seseorang tidak dapat memiliki anak (infertility) disebabkan faktor usia atau kondisi medis. Kondisi yang kedua ialah voluntary childfree (kemauan pribadi).

Menurut salah satu penelitian dari Universitas Gajah Mada, kebanyakan keputusan childfree datangnya dari wanita sebab wanita banyak terlibat dalam hal pengasuhan anak. Bahkan saat ini banyak anak muda yang sudah merencanakan tidak akan memiliki anak. Beberapa faktor seseorang memilih untuk voluntary childfree bermacam-macam yaitu tanggung jawab, trauma masa kecil, ketakutan akan penuaan dan perubahan penampilan serta hal lainnya mampu mendorong seseorang untuk melakukan childfree.

INDONESIA DAN JEPANG PART DUA

Dikabarkan saat ini Jepang mengalami depopulasi di mana tingkat kelahiran rendah dan angka lansia cenderung tinggi. Fenomena ini membuat Jepang kekurangan ahli waris sehingga pada postingan viral baru-baru ini memperlihatkan salah satu daerah di Jepang yang sepi penduduk, dan banyak tempat tinggal yang terlihat tidak berpenghuni.

Banyak masyarakat Jepang yang memilih untuk tidak memiliki anak atau voluntary childfree. Jepang dengan kemajuan negaranya dalam hal pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ternyata tidak sejalan dengan pertumbuhan penduduk usia muda yang mengalami penurunan drastis. Akibat dari fenomena ini, beberapa rumah yang tidak berpenghuni dibagi-bagikan dan beberapa sekolah ditutup sebab tidak lagi memiliki murid. Jika hal ini dibiarkan secara terus-menerus, Jepang pada tahun 2056 diprediksikan mengalami krisis kependudukan usia produktif. Hal itu akan berdampak pada tenaga kerja yang menyusut dan populasi yang menua.

Tentunya Indonesia sebagai negara berkembang masih membutuhkan tenaga kerja muda untuk mempertahankan produktivitas. Memandang dari sudut agama, dengan adanya pernyataan dari influencer tersebut yang notabene seorang muslim, ditambah mayoritas dari masyarakat Indonesia beragama Islam, mungkin saja dirinya akan dijadikan patokan bagi generasi muda muslim untuk menormalisasikan childfree.

Lantas, jika kebanyakan masyarakat memilih untuk melakukan voluntary child, bagaimana kabar negara berkembang ini ke depan? Apakah kelak gambaran depopulasi Jepang saat ini akan dirasakan Indonesia di masa yang akan mendatang? Apakah Indonesia akan menjadi Jepang part dua? Well, kita yang menentukan.

Red : ARM | Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan Kopdar ke-4 pada Sabtu, 1 November 2025, di Aula Masjid Al Fattah, Jl. Mayjend Suprapto, Tulungagung. Mengangkat tema “Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika,” kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan pengusaha dan pegiat bisnis. Sesi pertama menghadirkan […]

  • Memerdekakan Hati yang Terjajah oleh Hawa Nafsu

    Memerdekakan Hati yang Terjajah oleh Hawa Nafsu

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 774
    • 1Komentar

    Oleh : Hanif Syairafi Wiratama Pentingnya memerdekakan hati dari pengaruh buruk hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan dorongan-dorongan negatif dalam diri manusia yang dapat menghalangi kita untuk mencapai kesucian jiwa dan ketenangan batin. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk berusaha memerdekakan hatinya dari belenggu hawa nafsu tersebut. Hari kemerdekan telah berlalu, namun apakah […]

  • Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah di halaman Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat pagi, (6/6). Sejak sebelum matahari terbit, ribuan jemaah mulai berdatangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi UMS, civitas academica, warga sekitar kampus, hingga mahasiswa asing dari berbagai negara. Momentum penuh makna ini menjadi […]

  • Tujuh Kader HW UMS Ikut Tanam 1.000 Pohon untuk Kelestarian Gunung Lawu

    Tujuh Kader HW UMS Ikut Tanam 1.000 Pohon untuk Kelestarian Gunung Lawu

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGAWI– Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan tujuh pimpinan Kafilah Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Gunung Lawu via Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Minggu (15/2/2026). Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap masa depan lingkungan. Program yang digagas Lembaga Manajemen Infaq Ngawi ini bertujuan merehabilitasi kawasan […]

  • Be Champion, Be Different! Mahasiswa Bisnis Digital BIM University Raih Prestasi Gemilang di Bidang Startup IT dan Kepemudaan Kota Denpasar

    Be Champion, Be Different! Mahasiswa Bisnis Digital BIM University Raih Prestasi Gemilang di Bidang Startup IT dan Kepemudaan Kota Denpasar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, DENPASAR – Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital BIM University kembali menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Kali ini, I Kadek Redi Sastrawan berhasil mengukir dua capaian bergengsi sekaligus pada awal tahun 2026, yakni di bidang kewirausahaan teknologi dan kepemudaan Kota Denpasar. Prestasi pertama diraih melalui ajang Wirausaha Muda Denpasar (WMD) Competition 2026 pada kategori […]

  • Manhaj tarjih Muhammadiyah dikaji dalam penguatan AIK bagi guru IMBS Samarinda

    Manhaj tarjih Muhammadiyah dikaji dalam penguatan AIK bagi guru IMBS Samarinda

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 82
    • 0Komentar

      Pendalaman manhaj tarjih Muhammadiyah menjadi sorotan utama dalam kegiatan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang digelar IMBS Samarinda di UMKT, 19–21 Februari 2026. Sebanyak 123 guru dari tiga sekolah Muhammadiyah mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Kepala SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Arip Saripuddin, S.Pd.I., M.A., Ph.D., yang juga Sekretaris Majelis Tarjih PWM Kaltim, menjelaskan bahwa […]

expand_less