Tingkatkan Pemahaman Siswa, Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan Inovasi Peta Interaktif di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto mahasiswa PLP 2 UMS bersama siswa siswi setelah pembelajaran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA — Pembelajaran Geografi kini tak lagi sebatas menghafal teori. Melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menerapkan inovasi pembelajaran kreatif dan interaktif di SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta.
Inovasi tersebut diusung oleh tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi UMS, Shavona Aurora Calista dan Atha Ibnu Rafif. Sebagai bagian dari luaran kegiatan PLP 2, mereka merancang metode Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media peta interaktif untuk membantu siswa memahami materi Letak Geologis Indonesia.
Solusi Belajar Geografi yang Menyenangkan dan Konkret
Materi mengenai letak geologis Indonesia—seperti posisi lempeng tektonik, potensi bencana gempa bumi, hingga aktivitas gunung api—sering kali dianggap rumit jika hanya dipelajari melalui teks bacaan. Metode pengajaran satu arah (teacher-centered) kerap membuat siswa pasif dan kesulitan membayangkan fenomena geologi secara nyata.
Melihat tantangan tersebut, tim PLP 2 UMS mengajak siswa kelas XI untuk aktif berdiskusi dan menganalisis studi kasus fenomena alam secara langsung. Dengan bantuan media peta, para siswa mengamati letak lempeng tektonik serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar secara visual.
Atha Ibnu Rafif, mahasiswa PLP 2 UMS yang akrab dipanggil Atha, menjelaskan alasan di balik pemilihan metode ini.
“Pembelajaran yang berbasis visual, visualisasi interaktif, dan simulasi terbukti efektif membantu pemahaman siswa dibandingkan dengan hanya mengandalkan teks atau teori hafalan,” ujar Atha.
Melalui pendekatan ini, suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif. Siswa antusias bekerja sama dalam kelompok, bertukar pikiran, hingga mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas.
Inovasi ini pun mendapat respons positif dari para siswa. Akmal, salah satu siswa kelas XI 1, mengaku lebih mudah memahami materi geologi melalui metode baru tersebut.
“Metodenya sangat menyenangkan dan tidak membosankan karena materi jadi lebih mudah dihafal serta memberikan gambaran yang jelas,” ungkap Akmal.
Pendidikan Geografi UMS: Mencetak Pendidik Unggul dan Inovatif
Keberhasilan mahasiswa dalam menghadirkan solusi pembelajaran di sekolah mitra ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di Prodi Pendidikan Geografi FKIP UMS.
Prodi Pendidikan Geografi UMS berkomitmen tinggi melahirkan calon guru dan tenaga ahli geografi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman, serta berkarakter Islami.
Melalui kegiatan PLP 2 ini, mahasiswa UMS membuktikan bahwa calon pendidik masa kini mampu membawa perubahan positif dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi generasi muda.
Kontributor: Atha, Shavona
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Kabar Muhammadiyah
Saat ini belum ada komentar