Desa Cerdas, PK IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Kepedulian Lingkungan
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID.,SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ sukses menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO) di Dukuh Badran, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, pada 18 Juli hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Desa Cerdas”.
PPO dirancang sebagai ruang bagi kader IMM untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus berkontribusi melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan lingkungan. Program ini tidak hanya berorientasi pada terlaksananya kegiatan, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran, partisipasi, dan semangat gotong royong warga.
Nur Layli Mafaza, selaku Ketua Pelaksana PPO, menjelaskan bahwa pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan serangkaian program kerja.
“Pengabdian itu tentang bagaimana menghadirkan manfaat, menumbuhkan kepedulian, serta membangun hubungan yang bermakna antara mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya, Kamis, (22/10/2026).
Ia menambahkan, bagi mahasiswa PPO menjadi kesempatan untuk membawa ilmu dari bangku perkuliahan ke tengah kehidupan nyata. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi teman bertumbuh, berbagi pengetahuan, dan menguatkan potensi yang telah dimiliki warga.
Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam PPO ini. Kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dihadirkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, sekaligus mengenalkan nilai-nilai Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan literasi dan kreativitas menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian berekspresi, dan semangat belajar. Lomba mewarnai turut digelar sebagai sarana menyalurkan kreativitas dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Pendidikan itu investasi jangka panjang. Perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Mendampingi anak membaca atau memberi mereka ruang untuk berani mencoba pun sudah merupakan langkah yang berarti,” tuturnya.
Semangat Desa Cerdas juga diwujudkan melalui perhatian pada kesehatan dan lingkungan. Mahasiswa menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi warga agar masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga melalui interaksi yang hangat.
Di bidang lingkungan, PPO menghadirkan edukasi Metaplast atau Media Tanam Plastik dengan pemateri Bunda Ismokoweni, S.E., M.M.
Peserta diajak melihat sampah plastik dari sudut pandang yang berbeda, bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan menjadi media tanam kreatif yang bernilai guna. Melalui penyampaian materi dan praktik langsung, peserta mengenal cara memanfaatkan plastik sekaligus belajar membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan penanaman pohon juga menjadi bagian dari rangkaian PPO. Selain menghadirkan penghijauan, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan tidak hanya berhenti pada tindakan sesaat.
“Menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Kreativitas dan kemauan untuk memulai bisa menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih baik,” kata Mafaza.
Sebagai organisasi mahasiswa Islam, IMM memiliki tanggung jawab menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Karena itu, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dari PPO di Dukuh Badran.
Salah satunya adalah tabligh akbar dengan pemateri Ustadz M. Uqbah Aziz, Lc., M.H. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keislaman, memperkuat keimanan, dan mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat. Masyarakat diajak menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kajian Ahad pagi di Masjid Nurul Huda turut digelar untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan interaksi sosial.
Dalam pengabdian ini, masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, kepedulian, dan semangat membangun masyarakat. IMM berupaya menunjukkan bahwa dakwah dapat dilakukan melalui penyampaian ilmu maupun tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Bagi para kader, PPO bukan sekadar agenda organisasi yang harus diselesaikan. Di dalamnya terdapat proses belajar tentang komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat.
Mafaza mengungkapkan, berinteraksi langsung dengan warga memberikan pengalaman yang tidak selalu didapat di ruang kuliah. Setiap masyarakat memiliki karakteristik, kebiasaan, potensi, dan tantangan yang berbeda, sehingga pengabdian membutuhkan keterbukaan untuk mendengar dan kesediaan menyesuaikan program dengan kondisi di lapangan.
“Sebagai ketua pelaksana, saya belajar bagaimana menyatukan berbagai gagasan, mengoordinasikan kader, dan memastikan setiap kegiatan punya tujuan yang jelas. Keberhasilan pengabdian bukan ditentukan oleh banyaknya program yang terlaksana, tetapi oleh kualitas proses dan manfaat yang dirasakan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi hal penting dalam perjalanan ini. Mahasiswa tidak dapat berjalan sendiri, dan masyarakat pun tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat. Keduanya perlu menjadi bagian dari proses yang saling menguatkan.
Melalui PPO, kader mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari dalam organisasi, yakni humanitas, religiusitas, dan tanggung jawab sosial. Pengalaman ini diharapkan membentuk kader yang tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan di sekitarnya.
Mendampingi anak-anak belajar, berbagi pengetahuan tentang lingkungan, menumbuhkan kesadaran kesehatan, hingga menghidupkan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya.
“Desa Cerdas bukan sekadar nama program, melainkan semangat untuk menghadirkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Cerdas menumbuhkan pengetahuan, cerdas menjaga kesehatan, cerdas merawat lingkungan, dan cerdas membangun hubungan sosial yang dilandasi nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, ia berharap kebersamaan yang terjalin selama PPO dapat menjadi awal dari hubungan baik yang terus terpelihara antara kader IMM dan warga Dukuh Badran.
“Pengabdian bukan hanya tentang apa yang dibawa mahasiswa ketika datang, tetapi juga tentang apa yang dapat dipelajari, ditumbuhkan, dan ditinggalkan ketika program berakhir,” pungkasnya. (TimPPO/Adi/Humas)
Editor : Milka Andar Mafrinda
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi