Jawab Tantangan Nyata Industri, UMS Health Innovation Hackathon 2026 Jaring 50 Tim Inovator dari 8 Provinsi
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID.,SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjaring 50 tim inovator dari berbagai daerah di Indonesia melalui program UMS Health Innovation Hackathon 2026. Ajang yang berfokus pada pengembangan teknologi kesehatan tersebut mencatat partisipasi 233 talenta inovator dari kalangan dosen, mahasiswa, praktisi industri, hingga tenaga kesehatan.
Program yang diselenggarakan oleh Taskforce Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS ini mendapat dukungan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang Kemendiktisaintek serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pendaftaran resmi ditutup pada 20 Oktober 2026, dengan peserta berasal dari 30 perguruan tinggi dan institusi profesional di delapan provinsi.
Delapan provinsi tersebut meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Sebaran peserta ini menunjukkan keterlibatan berbagai institusi dalam mengembangkan solusi teknologi untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan.
Berdasarkan tahap pengembangan inovasi, sebanyak 31 tim telah memiliki purwarupa awal atau prototype. Sementara itu, tujuh tim telah memasuki tahap uji coba lapangan atau pilot, dan 12 tim lainnya mengajukan gagasan desain inovasi (idea) yang siap dikembangkan lebih lanjut.
Ketua Pelaksana Program sekaligus Ketua Taskforce UMS Health Innovation Hackathon 2026, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., IPU., mengapresiasi tingginya respons dari civitas academica dan praktisi nasional terhadap program tersebut.
“Hackathon ini dirancang bukan sekadar kompetisi ide di atas kertas, melainkan implementasi nyata dari pendekatan inovasi berbasis kebutuhan pengguna (demand-driven innovation). Seluruh proposal yang masuk merespons langsung tantangan operasional riil yang diajukan oleh mitra strategis rumah sakit dan industri manufaktur kesehatan. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kunci agar inovasi kampus benar-benar terhilirisasi dan memberi dampak sosial-ekonomi nyata,” ungkapnya, Kamis (22/20/2026).
Dalam program ini, para peserta mengembangkan solusi berdasarkan enam tantangan prioritas yang dirumuskan bersama mitra program. Tantangan tersebut mencakup transformasi digital layanan rumah sakit, pengembangan produk dan peralatan produksi medis, efisiensi industri herbal, hingga penguatan ekosistem hilirisasi produk kesehatan hasil riset perguruan tinggi.
RS AR Fachrudin UMS, misalnya, mengajukan kebutuhan transformasi digital melalui sistem cerdas informasi jadwal dokter, otomatisasi notifikasi preventif pasien, serta kesiapan integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Sementara itu, PT Likuid Pharmalab Indonesia (PT LKPI) mengangkat tantangan formulasi dan stabilisasi aroma disinfektan ruangan rumah sakit berbasis oksidator. Tantangan lainnya meliputi rekayasa peralatan otomatisasi produksi dan sistem penakaran presisi (precision dosing pump) untuk sediaan medis cair.
Pada sektor produk herbal, CV Arba’in Jaya Mandiri membutuhkan solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pengembangan agen kecerdasan artifisial (AI Agent) bagi pemasaran digital B2B dan sistem manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM) yang terintegrasi dengan pencatatan inventaris stok.
Adapun DPM DRPPS UMS mengajukan tantangan pengembangan platform cerdas untuk pemetaan pasar, kesiapan regulasi izin edar, serta percepatan pertemuan bisnis (business matchmaking) bagi portofolio produk kesehatan hasil riset perguruan tinggi.
Untuk mendukung pengembangan inovasi, program ini menyediakan total alokasi pendanaan dan apresiasi sebesar Rp125 juta. Sebanyak 15 tim yang lolos seleksi awal nantinya akan memperoleh bantuan pembuatan purwarupa sebesar Rp5 juta per tim untuk persiapan uji fungsi alat. Selain itu, lima tim terbaik akan mendapatkan hadiah pembinaan pada puncak kompetisi.
Informasi mengenai pengumuman hasil seleksi dan agenda kegiatan dapat dipantau melalui laman resmi https://ihub.ums.ac.id/hackathon. (Maysali/Humas)
Editor : Milka Andar Mafrinda
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi