Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Luncurkan Wakaf Uang Berbasis Peternakan Domba
Muhammadiyah Kaltim mendorong modernisasi pengelolaan wakaf.
Samarinda – Inovasi dalam pengelolaan wakaf kembali diperkenalkan di Kalimantan Timur. Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda bersama Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur secara resmi menandatangani komitmen pelaksanaan program wakaf uang berbasis peternakan domba pada Jumat, 1 Mei 2026.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wakaf uang agar dapat dikelola secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi umat. Melalui skema tersebut, dana wakaf yang dihimpun akan digunakan untuk pengadaan, pemeliharaan, serta pengembangan peternakan domba yang hasilnya diperuntukkan bagi operasional pesantren, kesejahteraan santri, dan kegiatan sosial keagamaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Istiqamah, Ustadz Arip Saripudin, S.Pd.I., M.A, Ph.D

menjelaskan bahwa paradigma wakaf saat ini harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
“Selama ini masyarakat mengenal wakaf sebatas tanah, masjid, atau bangunan. Padahal wakaf bisa dikembangkan secara produktif dan modern sehingga manfaatnya terus berputar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menjadi sumber pembiayaan pesantren, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya wakaf produktif.
Menurutnya, model pengelolaan wakaf berbasis peternakan domba dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang stabil serta dapat dikelola secara terukur. Selain itu, hasil pengembangannya relatif cepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.
Penandatanganan komitmen dilakukan langsung oleh Ketua MPW PWM Kaltim, Abdul Qasim, yang menilai program ini sebagai salah satu bentuk konkret transformasi pengelolaan wakaf di lingkungan Muhammadiyah.
Ia mengatakan bahwa Majelis Pemberdayaan Wakaf memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan inovasi-inovasi pengelolaan wakaf yang relevan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat.
“Wakaf uang adalah instrumen besar jika dikelola dengan baik. Program seperti ini membuktikan bahwa wakaf bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi umat,” katanya.
Turut hadir sebagai saksi sekaligus Nazhir MPW PWM Kaltim, Alias Candra, M.E., CIMM., CWC, yang mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi sebagai wakif.
Ia menekankan bahwa wakaf produktif bukan hanya investasi sosial, tetapi juga investasi akhirat yang manfaatnya terus mengalir.
“Ini peluang besar. Wakaf tidak harus menunggu kaya. Dengan nominal terjangkau pun masyarakat sudah bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan peradaban,” ungkapnya.
Usai penandatanganan, rombongan melakukan survei langsung ke lokasi peternakan domba yang telah disiapkan sebagai pusat pengelolaan program.

Lokasi tersebut dirancang sebagai kawasan pengembangan ternak modern dengan sistem pengelolaan terintegrasi, mulai dari pembibitan hingga distribusi hasil peternakan.
Pihak pesantren optimistis program ini akan menjadi model percontohan pengembangan wakaf produktif di Kalimantan Timur.
Dalam jangka panjang, Pondok Pesantren Istiqamah berencana memperluas skala peternakan dengan melibatkan lebih banyak mitra strategis.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi berbasis wakaf yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Muhammadiyah Kaltim kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi inovatif bagi penguatan ekonomi umat.(als/ay.1)



