Fakultas Geografi UMS Siapkan Lulusan Geospasial Berkompetensi dan Bersertifikasi
- account_circle Alvian/Humas
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kebutuhan tenaga profesional dalam bidang geospasial mendorong Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menyiapkan mahasiswa tidak hanya untuk lulus tepat waktu, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi geospasial dan pengalaman kerja. Upaya itu dirangkum dalam strategi On Time, On Track, On Career.
Ketua Program Studi Geografi dan Sains Informasi Geografi UMS, Danardono, S.Si., M.Sc., menyampaikan strategi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional geospasial di Indonesia. Kebutuhan itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 dan Peraturan BIG Nomor 14 Tahun 2021, yang menjadi rujukan dalam penyiapan lulusan dengan kemampuan keilmuan dan keterampilan geospasial.
“Kami mengharapkan kualitas lulusan Fakultas Geografi tidak hanya unggul secara nilai atau IPK, tetapi memiliki bekal keterampilan teknologi geospasial yang mumpuni yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi,” ujar Danardono, Rabu (7/10/2026).
Strategi On Time, On Track, On Career tersebut diperkenalkan dalam Sosialisasi Proses Belajar Mengajar (PBM) bersama orang tua atau wali mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027, Senin (5/10/2026). Kegiatan digelar secara daring melalui Zoom untuk menjelaskan alur akademik sekaligus persiapan mahasiswa menuju dunia profesional.
Dalam aspek On Time, program studi menyiapkan pendampingan akademik sejak awal perkuliahan. Mahasiswa didampingi dosen Pembimbing Akademik (PA) yang didukung sistem pemantauan studi. Setiap awal semester, mahasiswa mendapat waktu bimbingan untuk membahas hasil studi sekaligus merencanakan pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS).
Persiapan penyelesaian studi juga dimulai sejak semester enam. Program studi mengintegrasikan praktikum Metodologi Penelitian Geografi (MPG) dengan coaching penyusunan proposal skripsi. Proposal tersebut kemudian menjadi prototipe untuk dikonsultasikan dengan dosen pembimbing skripsi sebelum mahasiswa mengikuti Seminar Proposal Bersama pada akhir semester enam. Dengan alur tersebut, semester tujuh dan delapan dapat digunakan untuk penyelesaian skripsi.
Sementara itu, aspek On Career disiapkan melalui kurikulum dan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri geospasial. Program studi melibatkan praktisi geospasial dalam pembelajaran. Mahasiswa juga mendapat keterampilan tambahan di luar kelas melalui seminar, diskusi ilmiah Geoscitalk, pelatihan teknis instrumen dan teknologi geospasial, serta kuliah umum.
“Untuk meningkatkan soft skill, prodi mendorong mahasiswa melalui mata kuliah lifeskill untuk membangun portofolio karier sejak awal masuk. Portofolio itu dibangun melalui peningkatan keahlian, prestasi dan rekognisi nasional maupun internasional, pengalaman organisasi, pelatihan, serta pengalaman kerja melalui magang,” kata Danardono.
Mahasiswa juga didorong membangun portofolio sejak awal melalui pengembangan hard skill dan soft skill. Portofolio tersebut mencakup keahlian, prestasi dan rekognisi, pengalaman organisasi, pelatihan, serta pengalaman kerja. Magang menjadi salah satu bagian penting dan didorong pada semester tujuh setelah mahasiswa menyelesaikan seminar proposal.
Menurut Danardono, magang dan sertifikasi kompetensi BNSP menjadi program yang paling menonjol dalam mempersiapkan lulusan. Sejumlah mahasiswa bahkan melanjutkan pekerjaan di instansi tempat mereka magang karena prestasi dan kinerja selama menjalani program. Sertifikat kompetensi BNSP menjadi pendamping ijazah untuk memperkuat bukti keterampilan lulusan di bidang geospasial.
Rangkaian tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak hanya mengarahkan mahasiswa menuju kelulusan, tetapi juga membangun kesiapan kompetensi dan pengalaman sebelum memasuki dunia profesional. Pendekatan itu diperkuat dengan keterlibatan orang tua dalam memantau perjalanan akademik mahasiswa sebagai bagian dari sinergi fakultas, mahasiswa, dan wali. (Alvian/Humas)
- Penulis: Alvian/Humas
- Editor: Unais Al bunayya