Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengaruh Algoritma Media terhadap Personal Branding di Media Sosial

Pengaruh Algoritma Media terhadap Personal Branding di Media Sosial

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pertumbuhan media sosial yang semakin pesat menyebabkan pergeseran fungsi personal branding. Dulu personal branding seringkali dijadikan sebagai tempat kampanye politik. Akan tetapi sekarang menjadi tempat untuk membangun ideal diri di hadapan publik.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Agus Triyono, S.Sos., M.Si., membedah penyebab pergeseran fungsi personal branding akibat kecanggihan media digital.

Agus mengatakan sebelum pesatnya perkembangan media digital, personal branding sering kali disinkronkan dengan artis dan tokoh politik. Namun, sekarang semakin bergeser menjadi reproduksi bagi personal pribadi, tanpa harus menjadi publik figur tertentu. Menurutnya, masyarakat produsen konten saat ini menyeleksi setiap konten yang akan dipublikasikan kepada khalayak umum untuk menampakkan dirinya pada versi terbaiknya.

“Dalam konteks produksi konten, seseorang memiliki banyak waktu untuk menkurasi penampilan terbaiknya, sehingga dapat ditunjukkan dan dinikmati oleh khalayak ramai,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa personal branding akan memicu tuntutan bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, sekali orang memproduksi jenis konten, maka akan menjadi tuntutan untuk menunjukkan konten yang serupa.

“Seseorang jika menampilkan gaya hidupnya di media sosial, maka akan menuntutnya untuk menunjukan tipe gaya hidup versi terbaiknya secara berulang-ulang di media sosial,” kata dia.

Kajian personal branding dulu dijadikan sebagai ajang kampanye politik atau publik figur. tetapi, menurutnya kajian personal branding mulai bergeser pada anak-anak muda untuk menunjukkan dirinya sebagai diri yang paling ideal.

Meskipun tanpa adanya media sosial, Agus mengatakan bahwa tiap orang harus membangun brand atau merek pada dirinya. Amplifikasi personal branding era saat ini, menjadikan akselerasi konsumsi bagi masyarakat luas.

“Tidak salah bagi seseorang untuk membranding dirinya di media sosial, untuk membagun kepercayaan publik,” tuturnya.

Pada konteks produksi konten, mayoritas influencer saat ini memperlihatkan konten yang estetik dan produktif. Menurutnya, standar media sosial memberi tekanan bagi orang yang mengakses atau mengonsumsi media sosial.

“Orang yang masuk ke dunia digital harus siap dengan standar media sosial. Sebelum melesatnya perkembangan digital, tekanan hanya datang dari orang-orang terdekat, tapi sekarang tekanan orang lain datang dari pihak manapun,” jelasnya.

Agus berasumsi bahwa media sosial dapat membentuk budaya baru, Seperti tren “pelari kalcer” yang sedang marak, para influencer mulai terjun ranah lari untuk mendapatkan validasi publik.

“Aspek yang paling penting dalam produksi konten yakni akurasi konten yang akan dirilis seseorang, sehingga tujuan dalam konten dapat tersampaikan dengan baik,” tambahnya.

Dampak afirmasi atau engagement sangat mempengaruhi masyarakat. Banyak orang yang mengorbankan finansial untuk membeli follower dan like untuk demi engagement akun media sosial, yang menjadi tuntutan bagi para produsen konten.

Selanjutnya, Agus menegaskan perlunya membagun reputasi digital bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi. Banyak orang yang melihat profil seseorang untuk melamar kerja dari reputasi digital yang dimilikinya.

Personal branding yang autentik misal berdasarkan kompetensi yang dimiliki produsen konten, maka setiap kritik dari publik akan diterima sebagai evaluasi dan motivasi untuk memberikan konten yang lebih baik.

“Perbanyak reputasi digital yang sifatnya real atau asli, tanpa manipulasi reputasi untuk kepentingan apa pun,” tegasnya.

Namun, menurut Agus, terdapat orang yang antipati untuk membranding diri di media sosial, mereka berasumsi branding diri lewat dunia nyata dapat menunjang reputasi keahlian tertentu.

Pemahaman personal branding secara berlebihan akan menjadikan seseorang haus akan validasi masyarakat. Personal branding jika tidak diberi pagar atau batasan tertentu mengakibatkan konten yang serampungan atau asal-asalan.

“Orang akan merasa lelah dalam produksi konten jika tidak memiliki prinsip tertentu, mereka akan terlalu berharap pada validasi publik,” terangnya.

Lebih lanjut, Agus menyatakan algoritma media sosial menuntut eksistensi orang di media sosial, namun menghilangkan substansi yang disampaikan pada sebuah konten. Sehingga mengakibatkan seseorang akan kehilangan jati dirinya.

Kontributor: Affiq/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NGOPAQ #2 MPQ UMS Bahas Adab dan Hakikat Kritik dalam Perspektif Islam

    NGOPAQ #2 MPQ UMS Bahas Adab dan Hakikat Kritik dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Seputar Qur’an (NGOPAQ) #2 bertajuk “Ketaatan Tanpa Kritik: Kesalehan atau Pembungkaman? (Hakikat Kritik dan Demonstrasi dalam Perspektif Islam)” pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Kampus 2 UMS, ini diikuti sekitar 27 orang, termasuk pemantik dan […]

  • UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Berkontribusi Tingkatkan Derajat Kesehatan Nasional

    UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Berkontribusi Tingkatkan Derajat Kesehatan Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABAR.MUH, SURAKARTA – Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Rumah Sakit AR Fachruddin UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., dalam pembahasannya mengenai kondisi kesehatan nasional dan peran perguruan tinggi dalam menjawab […]

  • Wujud Kepedulian, IMM Sukoharjo Laksanakan IMM Nawasena

    Wujud Kepedulian, IMM Sukoharjo Laksanakan IMM Nawasena

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 273
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Agenda IMM Nawasena sebagai wujud dari implementasi kemasyaratan dengan agenda sosial yang diselenggarakan oleh PC IMM Sukoharjo. Kegiatan ini berlangsung di MIM Pundungrejo, Tawangsari Kab Sukoharjo (3-4/08/2024). Agenda ini terdapat beberapa kegiatan didalamnya, seperti bakti sosial, bazar pakaian dan sayur, tanam 1000 pohon, tabligh akbar, cek kesehatan gratis, kerjabakti. IMM Nawasena ini […]

  • Milad Aisyiyah ke-109, PWA Kaltim Gelar Edukasi Kesehatan Mental untuk Lansia

    Milad Aisyiyah ke-109, PWA Kaltim Gelar Edukasi Kesehatan Mental untuk Lansia

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-109, Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Day Care Lansia menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kesehatan Mental bagi populasi lansia di Senior School Khusnul Hatimah atau Balai Lansia PWA Kaltim, Jalan Wiratama Samarinda, Senin (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Motivasi Bagi Senior” tersebut bertujuan memberikan […]

  • Mahasiswi UMS Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Wonogiri dan Beasiswa

    Mahasiswi UMS Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Wonogiri dan Beasiswa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Program studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Ajeng Adela Selandani, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswi asal Wonogiri itu berhasil meraih penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi Kabupaten Wonogiri sekaligus menerima beasiswa pendidikan senilai Rp12 juta dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Penghargaan diserahkan secara resmi pada Kamis (27/11) lalu dalam sebuah […]

  • UMS Raih Bronze Medal IPITEx 2026, ZIMO Hadirkan Inovasi AI untuk Pantau Gizi dan Aktivitas Remaja

    UMS Raih Bronze Medal IPITEx 2026, ZIMO Hadirkan Inovasi AI untuk Pantau Gizi dan Aktivitas Remaja

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS berhasil meraih Bronze Medal pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5 – 9 Januari 2026 di Bangkok, Thailand. Penghargaan ini diraih melalui […]

expand_less