Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengaruh Algoritma Media terhadap Personal Branding di Media Sosial

Pengaruh Algoritma Media terhadap Personal Branding di Media Sosial

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pertumbuhan media sosial yang semakin pesat menyebabkan pergeseran fungsi personal branding. Dulu personal branding seringkali dijadikan sebagai tempat kampanye politik. Akan tetapi sekarang menjadi tempat untuk membangun ideal diri di hadapan publik.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Agus Triyono, S.Sos., M.Si., membedah penyebab pergeseran fungsi personal branding akibat kecanggihan media digital.

Agus mengatakan sebelum pesatnya perkembangan media digital, personal branding sering kali disinkronkan dengan artis dan tokoh politik. Namun, sekarang semakin bergeser menjadi reproduksi bagi personal pribadi, tanpa harus menjadi publik figur tertentu. Menurutnya, masyarakat produsen konten saat ini menyeleksi setiap konten yang akan dipublikasikan kepada khalayak umum untuk menampakkan dirinya pada versi terbaiknya.

“Dalam konteks produksi konten, seseorang memiliki banyak waktu untuk menkurasi penampilan terbaiknya, sehingga dapat ditunjukkan dan dinikmati oleh khalayak ramai,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa personal branding akan memicu tuntutan bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, sekali orang memproduksi jenis konten, maka akan menjadi tuntutan untuk menunjukkan konten yang serupa.

“Seseorang jika menampilkan gaya hidupnya di media sosial, maka akan menuntutnya untuk menunjukan tipe gaya hidup versi terbaiknya secara berulang-ulang di media sosial,” kata dia.

Kajian personal branding dulu dijadikan sebagai ajang kampanye politik atau publik figur. tetapi, menurutnya kajian personal branding mulai bergeser pada anak-anak muda untuk menunjukkan dirinya sebagai diri yang paling ideal.

Meskipun tanpa adanya media sosial, Agus mengatakan bahwa tiap orang harus membangun brand atau merek pada dirinya. Amplifikasi personal branding era saat ini, menjadikan akselerasi konsumsi bagi masyarakat luas.

“Tidak salah bagi seseorang untuk membranding dirinya di media sosial, untuk membagun kepercayaan publik,” tuturnya.

Pada konteks produksi konten, mayoritas influencer saat ini memperlihatkan konten yang estetik dan produktif. Menurutnya, standar media sosial memberi tekanan bagi orang yang mengakses atau mengonsumsi media sosial.

“Orang yang masuk ke dunia digital harus siap dengan standar media sosial. Sebelum melesatnya perkembangan digital, tekanan hanya datang dari orang-orang terdekat, tapi sekarang tekanan orang lain datang dari pihak manapun,” jelasnya.

Agus berasumsi bahwa media sosial dapat membentuk budaya baru, Seperti tren “pelari kalcer” yang sedang marak, para influencer mulai terjun ranah lari untuk mendapatkan validasi publik.

“Aspek yang paling penting dalam produksi konten yakni akurasi konten yang akan dirilis seseorang, sehingga tujuan dalam konten dapat tersampaikan dengan baik,” tambahnya.

Dampak afirmasi atau engagement sangat mempengaruhi masyarakat. Banyak orang yang mengorbankan finansial untuk membeli follower dan like untuk demi engagement akun media sosial, yang menjadi tuntutan bagi para produsen konten.

Selanjutnya, Agus menegaskan perlunya membagun reputasi digital bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi. Banyak orang yang melihat profil seseorang untuk melamar kerja dari reputasi digital yang dimilikinya.

Personal branding yang autentik misal berdasarkan kompetensi yang dimiliki produsen konten, maka setiap kritik dari publik akan diterima sebagai evaluasi dan motivasi untuk memberikan konten yang lebih baik.

“Perbanyak reputasi digital yang sifatnya real atau asli, tanpa manipulasi reputasi untuk kepentingan apa pun,” tegasnya.

Namun, menurut Agus, terdapat orang yang antipati untuk membranding diri di media sosial, mereka berasumsi branding diri lewat dunia nyata dapat menunjang reputasi keahlian tertentu.

Pemahaman personal branding secara berlebihan akan menjadikan seseorang haus akan validasi masyarakat. Personal branding jika tidak diberi pagar atau batasan tertentu mengakibatkan konten yang serampungan atau asal-asalan.

“Orang akan merasa lelah dalam produksi konten jika tidak memiliki prinsip tertentu, mereka akan terlalu berharap pada validasi publik,” terangnya.

Lebih lanjut, Agus menyatakan algoritma media sosial menuntut eksistensi orang di media sosial, namun menghilangkan substansi yang disampaikan pada sebuah konten. Sehingga mengakibatkan seseorang akan kehilangan jati dirinya.

Kontributor: Affiq/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan Bulan Membangun Integritas

    Ramadan Bulan Membangun Integritas

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 916
    • 0Komentar

    | Oleh : Suharman, S.Pd (BPO KOKAM Kaltim / Unit INVAR) | Bulan suci Ramadan dimana semua amal perbuatan manusia yang positif akan bernilai ibadah dan perbuatan yang negatif bernilai dosa bahkan semuanya baik pahala dan dosa akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk membijaki itu maka diperlukannya sebuah konsistensi diri  atau integritas dalam menjalankan […]

  • RBD Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum, IMM Jawa Tengah Dukung Penuh Hasil Muktamar XX Palembang

    RBD Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum, IMM Jawa Tengah Dukung Penuh Hasil Muktamar XX Palembang

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 505
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – IMM sebagai rumah besar harus terus dirawat apapun keadaannya. Hal ini dibuktikan dengan terlaksanakannya Muktamar Palembang, Sumatera Selatan setelah ditunda yang harusnya pada akhir tahun 2023. DPD IMM Sumsel memberikan seluruh fasilitas yang maksimal meskipun tetap ada kekurangan. Sambutan hangat diberikan pada IMM Jateng sejak kedatangannya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. […]

  • Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    Wasathiyah sebagai Pilar, PERSADA UAD Siapkan Kader untuk Dunia Nyata

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – PERSADA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan ideologi dan nilai-nilai keislaman bagi pengurusnya melalui kegiatan Refreshing AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) yang memasuki sesi Materi 2 pada Sabtu, 19 April 2025 M/20 Syawal 1446 H. Bertempat di Ruang Sidang Bersama Fakultas Teknologi Industri, Lantai 5 Gedung Utama Kampus IV UAD, kegiatan […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • Fantasy Sedarah Bukan Hiburan! IMM Kaltim di Panggung Harlah NU: Suarakan Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini

    Fantasy Sedarah Bukan Hiburan! IMM Kaltim di Panggung Harlah NU: Suarakan Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Samarinda – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) turut ambil bagian dalam talk show dan diskusi bertema “Fantasy Sedarah: Ketika Rumah Tak Lagi Aman”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh TCR PPA Kaltim sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 yang digelar […]

  • UMS Terima Kunjungan Dua Sekolah dari Bantul dan Cepu, Sosialisasikan Program Studi dan PMB

    UMS Terima Kunjungan Dua Sekolah dari Bantul dan Cepu, Sosialisasikan Program Studi dan PMB

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menerima kunjungan kampus dari dua institusi pendidikan, yaitu SMAN 1 Bambanglipuro, Bantul, dan Pondok Pesantren At Tajdid Cepu, Blora, di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Siti Walidah, Selasa (14/10). Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Bagian Humas dan Media (Humed) UMS, Dr. Budi Santoso, M.Si., mewakili pimpinan […]

expand_less