Gagas Pengelolaan Sampah Mandiri, DPM DRPPS UMS Gelar FGD Bersama Pakar dan Pemangku Kebijakan
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat,Publikasi dan Sentra KI (DPM DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk gagasan pengelolaan sampah mandiri pada Senin, 2 November 2026. Forum strategis yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DRPPS UMS ini digelar sebagai langkah awal mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas internal kampus.
Langkah ini diambil guna mengidentifikasi sekaligus merumuskan solusi atas masalah sampah perguruan tinggi secara komprehensif. Selama ini, sistem pengelolaan sampah di lingkungan UMS masih sangat bergantung pada pihak luar. Melalui inisiatif ini, UMS menargetkan agar seluruh rantai pengelolaan limbah dapat dituntaskan secara mandiri,sehingga sampah yang dihasilkan dari dalam kampus dapat selesai di dalam lingkungan kampus sendiri.
Kegiatan FGD tersebut menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang pengelolaan limbah, yakni Muhammad Imam Santosa, M.M. (Founder Si Merah Waste Management) dan Muhammad Nur Muntaha (Founder & Owner Ndalem Kamaggotan). Sesi diskusi turut dihadiri para dosen yang aktif bergerak dalam isu lingkungan, Tim Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) UMS, serta beberapa pimpinan unit terkait.
Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi DRPPS UMS, Prof. Dr. Muhtadi , M.Si., menyambut positif kolaborasi lintas sektor ini. Ia menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama untuk mewujudkan visi lingkungan kampus.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk mengawali pengelolaan sampah di kampus.Sehingga kampus UMS mampu menjadi contoh dalam mewujudkan kampus mandiri sampah,” ujar Muhtadi, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari narasumber mengenai analisis potensi dan kebutuhan sumber daya yang diperlukan apabila pengelolaan sampah diselesaikan secara internal di kampus. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan menggali gagasan serta masukan dari masing-masing unsur pemangku kebijakan untuk memetakan skema tata kelola sampah terbaik bagi UMS.
Sementara itu, dalam paparannya, Founder Si Merah Waste Management, Muhammad Imam Santosa, M.M., menekankan bahwa kesadaran kolektif memiliki porsi yang tidak kalah penting dibanding pengadaan fasilitas fisik.
“Selama ini ketika hadir di kampus, selalu aspek teknologi yang dibicarakan untuk mengelola sampah. Padahal, selain aspek teknologi, kesiapan pola pikir dan kesadaran bahwa sampah adalah masalah bersama harus dimunculkan. Saya percaya, bahwa UMS bisa mengawali pendirian Bank Sampah Kampus,” ungkap Imam Santosa.
Kegiatan FGD ini mendapat respons yang sangat baik dari seluruh pihak yang hadir. Sebagai langkah nyata, forum ini dalam waktu dekat akan dilanjutkan pada tahap perumusan dokumen tindak lanjut serta rencana aksi konkret dalam mengeksekusi pengelolaan sampah mandiri di UMS.
Kontributor: Maysali/Humas
Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi
