Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jateng » Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sistem pembayaran digital nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kembali menjadi sorotan internasional setelah Amerika Serikat mengkritik kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran di Indonesia, termasuk perusahaan asing, untuk mengadopsi sistem QRIS. Kritik tersebut disampaikan dalam laporan Special 301 Report oleh USTR (United States Trade Representative), yang menganggap kebijakan ini menghambat akses perusahaan besar seperti Visa dan Mastercard ke pasar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menilai protes AS tersebut menunjukkan ketakutan terhadap kemajuan Indonesia dalam menguasai ekosistem digital. “Kritik ini tidak hanya soal sistem pembayaran, tetapi lebih pada usaha Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan asing yang menguasai pasar pembayaran digital dunia,” ungkap Anton.

QRIS yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 2019 ditujukan untuk menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi antar berbagai penyedia layanan digital di Indonesia. Sistem ini dirancang agar transaksi menjadi lebih efisien, transparan, dan inklusif, terutama bagi masyarakat umum serta pelaku UMKM. QRIS ini juga membawa banyak manfaat, khususnya bagi sektor ekonomi mikro dan kecil yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengakses sistem pembayaran digital yang lebih luas.

Pakar Ekonomi UMS menilai bahwa protes Amerika Serikat terhadap QRIS mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi Indonesia dalam mendominasi ekosistem pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Meski pihak AS menyebut kebijakan Bank Indonesia sebagai penghambat kompetisi dan berpotensi merugikan perusahaan asing, ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut justru merupakan strategi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.

Guru Besar Ilmu Manajemen UMS, sekaligus Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si. (Foto: Lukman/Humas)

“Kritik ini mencerminkan kekhawatiran negara-negara besar terhadap kebangkitan negara-negara berkembang yang mulai memiliki sistem pembayaran yang dapat mengurangi ketergantungan pada infrastruktur internasional, ini bukan proteksionisme, melainkan upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pelaku ekonomi lokal untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujarnya.

Kritik AS yang menyebutkan ketidakadilan terhadap perusahaan asing seperti Visa dan Mastercard mencerminkan ketegangan antara globalisasi ekonomi dan upaya negara-negara berkembang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi mereka. Ia melihat ini sebagai tanda bahwa Indonesia sedang mengambil langkah berani dalam mengatur ekosistem pembayaran digital di dalam negeri.

“Selama ini, banyak negara berkembang yang terjebak dalam ketergantungan terhadap sistem pembayaran internasional yang tidak selalu berpihak pada kepentingan ekonomi domestik. QRIS memberikan ruang bagi Indonesia untuk merancang sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasional, tanpa harus tergantung pada perusahaan asing,” jelas Guru Besar UMS itu.

Salah satu poin yang sangat ditekankan adalah pentingnya kemandirian dalam mengelola data transaksi digital. “Dengan adanya QRIS, Indonesia mulai memiliki kontrol yang lebih besar terhadap data transaksi dan arus uang yang terjadi di dalam negeri. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan data dan mengurangi risiko kebocoran data ke pihak luar yang tidak terkontrol,” tambahnya.

Menurut Anton, sistem pembayaran digital berbasis QRIS tidak hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Ia menilai bahwa banyak pelaku usaha kecil merasa terbantu karena biaya transaksi melalui QRIS jauh lebih rendah dibandingkan sistem pembayaran internasional.

Melihat potensi tersebut, Anton menekankan pentingnya peran negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. Ia menyoroti bahwa pemerintah perlu merumuskan regulasi yang tidak hanya memperluas pemanfaatan QRIS, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam sektor keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagi Anton, protes AS terhadap QRIS seharusnya tidak menjadi alasan untuk mundur. Sebaliknya, hal ini harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk lebih memperkuat kebijakan ekonomi digital yang berfokus pada kepentingan nasional. “Kita harus terus maju dengan kebijakan yang mendukung kedaulatan ekonomi digital, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekonomi digital global,” tutupnya. (Al/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rafiq, Sosok Kader yang Sukses Menjadi Duta Wisata PPU

    Rafiq, Sosok Kader yang Sukses Menjadi Duta Wisata PPU

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 510
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PENAJAM – Salah satu sosok Kader Muhammadiyah yang patut diteladani adalah Rafiq Achmad Azhra yang saat ini sangat aktif mengikuti kegiatan internal maupun eksternal sekolah. Walaupun ia tidak lagi sekolah di Muhammadiyah secara formal, tapi jiwa Muhammadiyah nya tak pernah luntur, dibuktikan dengan semangatnya untuk aktif di Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Babulu, Penajam […]

  • PDNA & PC IMM Sukoharjo Langkah Aksi Nyata dengan Eco-Surya Sukoharjo

    PDNA & PC IMM Sukoharjo Langkah Aksi Nyata dengan Eco-Surya Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo mengadakan Launching Program Eco-Surya sekaligus Talkshow Pembalut Kain yang bertempat di GOR Putri Ponpes Imam Syuhodo’ Kabupaten Sukoharjo. Acara ini memiliki tema “Menggiatkan Dakwah Lingkungan, Memajukan Peradaban”. Program Eco-Surya ini merupakan implementasi ikhtiar menyelamatkan alam semesta yang disupport oleh LazisMU […]

  • MDMC Kaltim Kirimkan Enam ‘Aisyiyah Tangguh untuk Bantu Korban Gempa Palu

    MDMC Kaltim Kirimkan Enam ‘Aisyiyah Tangguh untuk Bantu Korban Gempa Palu

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 822
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Timur (Kaltim) terjunkan relawan untuk membantu korban bencana Palu, Donggala dan Sigi pada Selasa (23/10). MDMC Kaltim terjunkan enam punggawa ‘Aisyiyah untuk menjadi relawan korban bencana di Sulawesi. “Palu salah satu tetangga terdekat kami, tentunya tetangga yang baik tidak akan berdiam diri saja saat tetangganya membutuhkan bantuan baik […]

  • PDM Lebong Siap Lebih Maju, Ikuti Pelatihan Penggerak Madya Muhammadiyah

    PDM Lebong Siap Lebih Maju, Ikuti Pelatihan Penggerak Madya Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bengkulu – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong turut ambil bagian dalam Pelatihan Penggerak Madya yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Ahad, 12–14 September 2025 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bengkulu, dengan mengusung tema “Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan, Profesional, dan Modern.” Pelatihan tersebut menghadirkan tokoh nasional Muhammadiyah, […]

  • Santri Juara Dunia! Fahri Taqwa Harumkan Nama SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan di Kejuaraan Dunia Tapak Suci

    Santri Juara Dunia! Fahri Taqwa Harumkan Nama SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan di Kejuaraan Dunia Tapak Suci

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan — Muhammad Fahri Taqwa, santri dari Pondok Pesantren Al-Mujahidin sekaligus siswa kelas 12 SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil meraih Juara 3 dalam dua kategori sekaligus pada ajang bergengsi 2nd World Tapak Suci Championship yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Kejuaraan internasional ini berlangsung mulai 30 […]

  • DPD IMM DIY Dorong Dana Riset Abadi Ikatan untuk Bangun Ekosistem Riset IMM Masa Depan

    DPD IMM DIY Dorong Dana Riset Abadi Ikatan untuk Bangun Ekosistem Riset IMM Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta, 13 Juli 2025 — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem riset yang kokoh, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai keilmuan Islam melalui dorongan pembentukan dana riset abadi Ikatan. Hal ini disampaikan dalam acara penutupan Muhammadiyah Research School yang diselenggarakan di Balai Besar Guru dan […]

expand_less