Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jateng » Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sistem pembayaran digital nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kembali menjadi sorotan internasional setelah Amerika Serikat mengkritik kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran di Indonesia, termasuk perusahaan asing, untuk mengadopsi sistem QRIS. Kritik tersebut disampaikan dalam laporan Special 301 Report oleh USTR (United States Trade Representative), yang menganggap kebijakan ini menghambat akses perusahaan besar seperti Visa dan Mastercard ke pasar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menilai protes AS tersebut menunjukkan ketakutan terhadap kemajuan Indonesia dalam menguasai ekosistem digital. “Kritik ini tidak hanya soal sistem pembayaran, tetapi lebih pada usaha Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan asing yang menguasai pasar pembayaran digital dunia,” ungkap Anton.

QRIS yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 2019 ditujukan untuk menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi antar berbagai penyedia layanan digital di Indonesia. Sistem ini dirancang agar transaksi menjadi lebih efisien, transparan, dan inklusif, terutama bagi masyarakat umum serta pelaku UMKM. QRIS ini juga membawa banyak manfaat, khususnya bagi sektor ekonomi mikro dan kecil yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengakses sistem pembayaran digital yang lebih luas.

Pakar Ekonomi UMS menilai bahwa protes Amerika Serikat terhadap QRIS mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi Indonesia dalam mendominasi ekosistem pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Meski pihak AS menyebut kebijakan Bank Indonesia sebagai penghambat kompetisi dan berpotensi merugikan perusahaan asing, ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut justru merupakan strategi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.

Guru Besar Ilmu Manajemen UMS, sekaligus Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si. (Foto: Lukman/Humas)

“Kritik ini mencerminkan kekhawatiran negara-negara besar terhadap kebangkitan negara-negara berkembang yang mulai memiliki sistem pembayaran yang dapat mengurangi ketergantungan pada infrastruktur internasional, ini bukan proteksionisme, melainkan upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pelaku ekonomi lokal untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujarnya.

Kritik AS yang menyebutkan ketidakadilan terhadap perusahaan asing seperti Visa dan Mastercard mencerminkan ketegangan antara globalisasi ekonomi dan upaya negara-negara berkembang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi mereka. Ia melihat ini sebagai tanda bahwa Indonesia sedang mengambil langkah berani dalam mengatur ekosistem pembayaran digital di dalam negeri.

“Selama ini, banyak negara berkembang yang terjebak dalam ketergantungan terhadap sistem pembayaran internasional yang tidak selalu berpihak pada kepentingan ekonomi domestik. QRIS memberikan ruang bagi Indonesia untuk merancang sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasional, tanpa harus tergantung pada perusahaan asing,” jelas Guru Besar UMS itu.

Salah satu poin yang sangat ditekankan adalah pentingnya kemandirian dalam mengelola data transaksi digital. “Dengan adanya QRIS, Indonesia mulai memiliki kontrol yang lebih besar terhadap data transaksi dan arus uang yang terjadi di dalam negeri. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan data dan mengurangi risiko kebocoran data ke pihak luar yang tidak terkontrol,” tambahnya.

Menurut Anton, sistem pembayaran digital berbasis QRIS tidak hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Ia menilai bahwa banyak pelaku usaha kecil merasa terbantu karena biaya transaksi melalui QRIS jauh lebih rendah dibandingkan sistem pembayaran internasional.

Melihat potensi tersebut, Anton menekankan pentingnya peran negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. Ia menyoroti bahwa pemerintah perlu merumuskan regulasi yang tidak hanya memperluas pemanfaatan QRIS, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam sektor keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagi Anton, protes AS terhadap QRIS seharusnya tidak menjadi alasan untuk mundur. Sebaliknya, hal ini harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk lebih memperkuat kebijakan ekonomi digital yang berfokus pada kepentingan nasional. “Kita harus terus maju dengan kebijakan yang mendukung kedaulatan ekonomi digital, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekonomi digital global,” tutupnya. (Al/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Masuk 3 Besar Nasional Prodi Teknik Industri Terakreditasi Unggul 2025

    UMS Masuk 3 Besar Nasional Prodi Teknik Industri Terakreditasi Unggul 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABAR.ID SURAKARTA – Program Studi Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatat prestasi bergengsi di tingkat nasional. Berdasarkan rilis resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2025, Prodi S1 Teknik Industri UMS berhasil masuk 3 besar nasional perguruan tinggi dengan akreditasi Unggul, bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut […]

  • UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Intercultural Sharing Session, yang menghadirkan mahasiswa internasional dari Uzbekistan, serta mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik dan budaya antar mahasiswa lintas negara. UMS mengadakan Program Inbound Mobility […]

  • Calon Alumni FEB UMS Periode II 2025–2026 Ikuti Pelepasan Perdana di Gedung Baru

    Calon Alumni FEB UMS Periode II 2025–2026 Ikuti Pelepasan Perdana di Gedung Baru

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan pelepasan calon alumni Periode II Tahun Akademik 2025–2026 yang menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di gedung baru Ahmad Syafii Maarif FEB UMS. Kegiatan ini diikuti oleh 102 calon wisudawan dan wisudawati yang akan mengikuti wisuda resmi pada 20 […]

  • Kopdar Bisnis & Kajian ke-8 SUMU Cirebon: UMKM Naik Kelas lewat Aset Produktif & Modal Syariah

    Kopdar Bisnis & Kajian ke-8 SUMU Cirebon: UMKM Naik Kelas lewat Aset Produktif & Modal Syariah

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cirebon – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Cirebon kembali menggelar agenda rutin Kopdar Bisnis & Kajian Bisnis, yang kini memasuki edisi ke-8. Acara ini sukses dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Jum’at, (19/9/25). Kegiatan ini menghadirkan Brili Agung Zaky Pradika, seorang pengusaha muda, Korda SUMU Banyumas, sekaligus tokoh yang dikenal luas dengan gagasan […]

  • Dosen UMY Latih Profesionalisme Berbasis Keislaman bagi Mahasiswa Keperawatan UMKLA

    Dosen UMY Latih Profesionalisme Berbasis Keislaman bagi Mahasiswa Keperawatan UMKLA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KLATEN – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan profesionalisme berbasis nilai-nilai Islam kepada 88 mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas profesional calon perawat Muslim sekaligus membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari […]

  • IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Hari itu, 27 April 2025 adalah hari yang terik. Matahari memancar dengan sengit, mengalirkan panas yang hampir tak tertahankan. Namun, di tengah terik yang membakar, puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) tak sedikit pun mengendurkan semangat. Mereka tengah mengikuti IMMortal Journey, sebuah program kerja […]

expand_less