Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jateng » Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

Protes AS terhadap QRIS Dinilai sebagai Tanda Reaksi Terhadap Kebangkitan Ekonomi Digital Indonesia

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sistem pembayaran digital nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kembali menjadi sorotan internasional setelah Amerika Serikat mengkritik kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran di Indonesia, termasuk perusahaan asing, untuk mengadopsi sistem QRIS. Kritik tersebut disampaikan dalam laporan Special 301 Report oleh USTR (United States Trade Representative), yang menganggap kebijakan ini menghambat akses perusahaan besar seperti Visa dan Mastercard ke pasar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menilai protes AS tersebut menunjukkan ketakutan terhadap kemajuan Indonesia dalam menguasai ekosistem digital. “Kritik ini tidak hanya soal sistem pembayaran, tetapi lebih pada usaha Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan asing yang menguasai pasar pembayaran digital dunia,” ungkap Anton.

QRIS yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 2019 ditujukan untuk menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi antar berbagai penyedia layanan digital di Indonesia. Sistem ini dirancang agar transaksi menjadi lebih efisien, transparan, dan inklusif, terutama bagi masyarakat umum serta pelaku UMKM. QRIS ini juga membawa banyak manfaat, khususnya bagi sektor ekonomi mikro dan kecil yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengakses sistem pembayaran digital yang lebih luas.

Pakar Ekonomi UMS menilai bahwa protes Amerika Serikat terhadap QRIS mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi Indonesia dalam mendominasi ekosistem pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Meski pihak AS menyebut kebijakan Bank Indonesia sebagai penghambat kompetisi dan berpotensi merugikan perusahaan asing, ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut justru merupakan strategi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.

Guru Besar Ilmu Manajemen UMS, sekaligus Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si. (Foto: Lukman/Humas)

“Kritik ini mencerminkan kekhawatiran negara-negara besar terhadap kebangkitan negara-negara berkembang yang mulai memiliki sistem pembayaran yang dapat mengurangi ketergantungan pada infrastruktur internasional, ini bukan proteksionisme, melainkan upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pelaku ekonomi lokal untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujarnya.

Kritik AS yang menyebutkan ketidakadilan terhadap perusahaan asing seperti Visa dan Mastercard mencerminkan ketegangan antara globalisasi ekonomi dan upaya negara-negara berkembang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi mereka. Ia melihat ini sebagai tanda bahwa Indonesia sedang mengambil langkah berani dalam mengatur ekosistem pembayaran digital di dalam negeri.

“Selama ini, banyak negara berkembang yang terjebak dalam ketergantungan terhadap sistem pembayaran internasional yang tidak selalu berpihak pada kepentingan ekonomi domestik. QRIS memberikan ruang bagi Indonesia untuk merancang sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasional, tanpa harus tergantung pada perusahaan asing,” jelas Guru Besar UMS itu.

Salah satu poin yang sangat ditekankan adalah pentingnya kemandirian dalam mengelola data transaksi digital. “Dengan adanya QRIS, Indonesia mulai memiliki kontrol yang lebih besar terhadap data transaksi dan arus uang yang terjadi di dalam negeri. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan data dan mengurangi risiko kebocoran data ke pihak luar yang tidak terkontrol,” tambahnya.

Menurut Anton, sistem pembayaran digital berbasis QRIS tidak hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Ia menilai bahwa banyak pelaku usaha kecil merasa terbantu karena biaya transaksi melalui QRIS jauh lebih rendah dibandingkan sistem pembayaran internasional.

Melihat potensi tersebut, Anton menekankan pentingnya peran negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. Ia menyoroti bahwa pemerintah perlu merumuskan regulasi yang tidak hanya memperluas pemanfaatan QRIS, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam sektor keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagi Anton, protes AS terhadap QRIS seharusnya tidak menjadi alasan untuk mundur. Sebaliknya, hal ini harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk lebih memperkuat kebijakan ekonomi digital yang berfokus pada kepentingan nasional. “Kita harus terus maju dengan kebijakan yang mendukung kedaulatan ekonomi digital, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekonomi digital global,” tutupnya. (Al/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Solusi Budidaya Jamur Tiram Modern dan Efisien

    Mahasiswa UMS Ciptakan Solusi Budidaya Jamur Tiram Modern dan Efisien

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Usaha bertajuk SmartMush: Budidaya Jamur Tiram Hemat Sumber Daya Hasil Lebih Melimpah berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Usaha ini digawangi oleh Syakila Eka Putrisari Sabarwo, mahasiswa Program Studi Manajemen UMS […]

  • Ahad Berbagi dan Bahagia Eps. 2 MCCC Balikpapan

    Ahad Berbagi dan Bahagia Eps. 2 MCCC Balikpapan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.530
    • 20Komentar

    KABARMUH.COM – Ketika siang hari datang disitulah hawa kemalasan, ngantuk, capek dan kekhawatiran bercampur baur menyelimuti diri di tengah suasana pandemi. Berat rasanya kaki melangkah, ingin rasanya untuk berdiam diri dirumah. namun, mereka yang berada di persimpangan jalan, terminal dan pasar menunggu kehadiran kami untuk berbagi. *to be continue Hari ini, ahad (12/04/2020), Rombongan Relawan […]

  • Musyker IMM PBII UAD: Optimalisasi Peran IMM sebagai Wadah Perkaderan

    Musyker IMM PBII UAD: Optimalisasi Peran IMM sebagai Wadah Perkaderan

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 401
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat PPkn, Bahasa Inggris, dan Indonesia (PBII) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Muskyer) Pada 12 Maret 2024 bertempat di Ruang Sidang Kampus 2A Lantai 3 Kampus 2 UAD. Mengusung tema “Eksplorasi bersama menuju pimpinan yang progresif dan adaptif”. Musyker IMM PBII merupakan agenda rutin tahunan di […]

  • UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARUMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar acara Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri), Kamis (18/9) malam. Bertempat di Lobi Gedung Induk Siti Wal idah UMS, kegiatan tersebut menjadi ajang temu hangat antara mahasiswa, wali, dan pimpinan universitas menjelang prosesi wisuda. Mengundang 207 calon wisudawan dari berbagai daerah luar […]

  • Prof. Rushami Ikuti Kegiatan Susur Sungai Mahakam Mahasiswa MM UMKT

    Prof. Rushami Ikuti Kegiatan Susur Sungai Mahakam Mahasiswa MM UMKT

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 410
    • 1Komentar

    SAMARINDA, KABARMUH.ID – Wisata susur sungai Mahakam menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat. Tak terkecuali civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT) di Samarinda. Apalagi mereka sedang kedatangan dosen tamu asal negeri jiran Malaysia. Tamu tersebut adalah Prof. Dr. Rushami Zien Yusoff. Beliau merupakan salahsatu Dosen fakultas ekonomi bisnis dan politik magister manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan […]

  • Darul Arqam Dasar 2024, IMM FAI UAD Optimalkan Spirit Intelektual Profetik!

    Darul Arqam Dasar 2024, IMM FAI UAD Optimalkan Spirit Intelektual Profetik!

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 364
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada hari Rabu (5/7) Pimpinan komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Darul Arqam Dasar di Aula Islamic Center UAD. Dengan tema “Menumbuhkan jiwa kader Islam berkemajuan di era disrupsi sebagai bentuk optimalisasi spirit intelektual profetik IMM FAI”. Pada pelatihan tersebut, diikuti sebanyak 45 Peserta. Di antaranya 41 […]

expand_less