Hadapi Ancaman Wabah hingga Masalah Kesehatan Mental, RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Sinergi Lintas Sektor
- account_circle Sidiq Pramudito
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sistem kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Surakarta pada Senin–Selasa, 26–27 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di POP! Hotel Solo, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga unsur lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan masyarakat.
RS UMS A.R. Fachrudin turut berpartisipasi melalui kehadiran Da’i Maulana Hidayat, S.Tr.Kes., sebagai perwakilan rumah sakit. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta meningkatkan pemahaman mengenai strategi pencegahan penyakit, penanganan kejadian luar biasa (KLB), dan penguatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Penguatan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Wabah
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi KLB, wabah, zoonosis, dan penyakit infeksius baru yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Dalam pemaparan materi bertajuk Koordinasi Lintas Sektor dalam Penanggulangan Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru, Dr. Agus Nurrohman, S.KM., M.Kes.(Epid.), dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarlembaga dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit menular.
Penanganan zoonosis dan penyakit infeksius baru membutuhkan pendekatan One Health, yakni konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan mengingat munculnya penyakit infeksius baru tidak dapat dipisahkan dari interaksi manusia dengan hewan serta perubahan kondisi lingkungan.
Melalui koordinasi yang terintegrasi, pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu memperkuat surveilans, meningkatkan kemampuan deteksi dini, mempercepat pelaporan kasus, serta memastikan respons yang tepat ketika ditemukan potensi ancaman kesehatan.
Materi lainnya membahas kebijakan dan peran lintas sektor dalam penyusunan dokumen Rencana Kontingensi Penanggulangan KLB/Wabah.
Dokumen tersebut merupakan instrumen kesiapsiagaan yang memuat analisis risiko, pemetaan sumber daya, mekanisme koordinasi, hingga langkah operasional dalam menghadapi situasi kedaruratan kesehatan masyarakat.
Keberadaan rencana kontingensi yang terstruktur diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan wabah melalui pembagian tugas yang jelas, kesiapan sumber daya manusia, serta koordinasi antarlembaga sebelum, selama, dan setelah terjadinya kedaruratan kesehatan.

SEHATI Surakarta, Integrasi Pelayanan Kesehatan Mental
Selain membahas kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular, kegiatan ini turut menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, M.K.M., hadir memberikan sambutan sekaligus menyampaikan materi mengenai SEHATI Surakarta, yaitu Sehat Mental Terintegrasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kota Surakarta.
Program SEHATI Surakarta mengangkat pentingnya integrasi kesehatan mental ke dalam pelayanan kesehatan sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa dapat memperoleh perhatian sejalan dengan pelayanan kesehatan fisik.
Penguatan integrasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, khususnya melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, deteksi dini permasalahan psikologis, dan kesinambungan pelayanan sesuai kebutuhan pasien.
Melalui pendekatan terintegrasi, fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung masyarakat memperoleh pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup.
Komitmen RS UMS A.R. Fachrudin dalam Pelayanan Berkelanjutan
Partisipasi RS UMS A.R. Fachrudin dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai rumah sakit yang berada dalam lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta, RS UMS A.R. Fachrudin memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus berkontribusi dalam penguatan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai pelayanan kesehatan Muhammadiyah yang menempatkan kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan terhadap pengembangan pelayanan kesehatan fisik dan mental yang terintegrasi, RS UMS A.R. Fachrudin berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Keikutsertaan dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan rumah sakit dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Surakarta yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.
Kontributor : Sidiq Pramudito | RS UMS A.R. Fachrudin
- Penulis: Sidiq Pramudito
- Editor: Annisa' Yasfa Azzahra
