Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » JATAM Lampung Pererat Kolaborasi Menguatkan Pertanian Organik Capai Swasembada Pangan Nasional

JATAM Lampung Pererat Kolaborasi Menguatkan Pertanian Organik Capai Swasembada Pangan Nasional

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Lampung – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lampung gelar Temu Tani II JATAM se-Lampung dan mengusung semangat dengan tema Pertanian Organik Prospek dan Tantangan Dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA) pada 2 agustus 2025.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung yang diwakili oleh Wahyudi, S.Hut., Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P. Dekan Fakultas Pertanian UNILA, Mansur Hidayat, M.Sos.I. Wakil Ketua PWM Lampung, Ahmad Romadhoni, Ph.D. Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, Eddy Waluyo Ketua MPM PWM Lampung, Bank Jakarta Syariah, serta tamu udangan dan peserta dari perwakilan JATAM Daerah se-provinsi Lampung, peserta umum, dan akademisi.
Dalam sambutannya Eddy Waluyo mengapresiasi kinerja JATAM selama ini dan berharap semua lapisan masyarakat serta semua golongan dapat bergabung dengan JATAM Lampung. “Petani yang sudah bergabung dengan JATAM tidak boleh ragu-ragu, kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat sekelilingnya. JATAM itu namanya saja Jamaah Tani Muhammadiyah tapi petaninya ada yang dari NU, juga ada yang beragama Hindu, Budha, dan lainnya. Jadi pogres kami adalah semua lapisan dapat bergabung dengan JATAM,” pungkasnya.
Ia pun menyampaikan terimakasih atas partisipasi akademisi Fakultas Pertanian UNILA yang terus membersamai JATAM Lampung. “Secara tidak langsung partisipasi Fakultas Pertanian UNILA ini yang paling tinggi di JATAM Lampung, karena semua ilmu baik dari pertanian dan peternakan dari sini,” ujarnya.
Kuswanta Futas Hidayat dalam sambutannya mewakili Rektor UNILA dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan, pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi semata, tetapi juga sebagai pilar strategis untuk menjaga stabilitas sosial, politik dan lingkungan. “Sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Di pedesaan, pertanian sebagai sumber utama penghidupan, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Maka dari itu pembangunan pertanian secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat, pengurangan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan antar wilayah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan peran penting semua unsur dalam swasembada pangan termasuk perguruan tinggi. “Swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah dan petani, tetapi diperlukan keterlibatan aktif dari semua unsur, termasuk perguruan tinggi, sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan pembentukan sumberdaya manusia unggul. Sehingga butuh kolaborasi antara kampus, pemerintah, petani dan sektor-sektor swasta menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” tambahnya.
Selanjutnya ia juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Muhammadiyah, khususnya melalui lembaga-lembaga otonom dan amal usahanya yang telah konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat melalui Jamaah Tani Muhammadiyah. “Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat termasuk sektor pertanian. Melalui program pendampingan kepada petani, pelatihan pertanian organik, penyuluhan teknologi tepat guna, hingga pembentukan koperasi tani berbasis masjid dan pesantren, Muhammadiyah telah menunjukkan komitmen dengan membangun kemandirian pangan dari akar rumput. Ini adalah bentuk nyata dakwah yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Dalam sambutannya Mansur Hidayat menegaskan Jamaah Tani Muhammadiyah merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah. “Dakwah Muhammadiyah ini merambah pada semua kehidupan, bukan karena Muhammadiyah tamak, atau ingin cari nama, sehingga dakwahnya merambah pada semua kehidupan, karena itu adalah tuntutan. Muhammadiyah ini merupakan organisasi dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan itu punya makna yang sangat luas bagi Muhammadiyah. Dakwahnya adalah perubahan, perubahan dari kondisi yang kurang ideal, menjadi kondisi yang lebih ideal atau paling ideal,” jelasnya.
Ia mengungkapkan petani di negara Indonesia yang umumnya hidup di desa-desa merupakan segmen masyarakat yang belum berdaya, belum memiliki bargaining position yang ideal. “Dakwah dalam bentuk pemberdayaan pertanian jamaah tani ini merupakan salah satu dakwah Muhammadiyah, dimana kita mengentaskan masalah-masalah petani, yang selama ini dihadapi oleh petani,” ungkapnya.
Kemudian ia menyampaikan harapanya pada para petani yang ada dalam JATAM bisa menjadi model memberdayakan. “Para petani di Jamaah Tani Muhammadiya ini harapannya bisa menjadi model pemberdayaan diri, memberdayakan kelompok, kemudian menularkan keberdayaan itu kepada para petani khususnya yang berada di Lampung,” harapnya.
Ahmad Romadhoni mengapresiasi acara yang tengah berlangsung, dengan saling berkolaborasi menjaga jejaring antar petani. “Ini menjadi acara yang luar biasa, karena tadi banyak produk-produk yang dipamerkan, sebagai salah satu cara untuk saling kolaborasi menjaga jejaring antar petani dan tentu saja business matching,” ujarnya.
Ia menjelaskan tujuan adanya Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah untuk mengorganisir petani. “Masalah yang di hadapi petani banyak sekali, misalnya kebijakan, anggaran, kemudian pasar dan ini sering kali tidak bisa dikontrol oleh petani. Oleh karena itu, ini yang menjadi salah satu tujuan dari MPM untuk mengorganisir petani melalui Jamaah Tani Muhammadiyah,” jelasnya.
Yang kemudian secara resmi Ahmad Romadhoni membuka acara Temu Tani II JATAM se-Lampung. Dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dan souvenir dari JATAM Lampung kepada Fakultas Pertanian UNILA. Kemudian setelah itu dilakukan penandatangan kerjasama nota kesepahaman antara Bank Jakarta Syariah dengan Jatam Lampung tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan.
Pada acara tersebut juga diluncurkan kaos JATAM Lampung dengan corak tapis khas Lampung untuk digunakan dalam kegiatan Jambore Nasional JATAM di Kebumen, Jawa Tengah.
Lalu dilanjutkan pada inti acara yaitu sesi Focus Group Discussion (FGD) yang diisi oleh pemateri, diantaranya Wahyudi, S.Hut. Kepala UPTD BPMKP Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Purba Sanjaya, S.P., M.Si. Dosen FP Universitas Lampung (UNILA), Ahmad Romadhoni, Ph.D. Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, H. Roeslan Bidang Pertanian Terpadu MPM PWM Lampung dan praktisi pertanian organik, dan Ir. Ashadi Maryanto, S.Hut., M.Si. IPM Praktisi Pertanian Organik.
Dan kemudian setelahnya dilanjukan pada sesi Business Matching yang diisi oleh Fathulloh perwakilan dari Bank Jakarta Syariah, Ketut Agronomis Vegetable Lampung dari PT. Advanta Seeds Indonesia, dan drh. Purnama Edy Santosa, M.Si. yang memaparkan potensi bisnis pada peternakan unggas bebek peking.
Soleh selaku ketua panitia acara menuturkan terlaksananya kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kolektif Muhammadiyah dalam peran dakwah dan pemberdayaan masyarakat pada sektor pertanian. “Kami ingin menjadikan JATAM bukan hanya sebagai gerakan tani, tetapi juga sebagai kekuatan strategis dalam membangun kedaulatan pangan nasional,” jelasnya.
Selain dukungan dari pemerintah dan akademisi, kegiatan tersebut juga memperoleh dukungan dari mitra dan sponsor, seperti Bank Jakarta Syariah, PT. BPRS Metro Madani, PT. Surya Tsabat Mandiri, Madun Ayam, BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional, PT. Advanta Seeds Indonesia, Putra Baru Swalayan Group (PB21), PT BPRS Aman Syariah, Koperasi Produsen Abifarm Makmur Sejahtera, KPPS BMT Fajar Bina Sejahtera, Aisyah Catering, Ayam Bakar Mas Poer, Berasmu Lampung dan lainnya.
Kegiatan ini menegaskan kepada masyarakat luas bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya pada bidang keagamaan, tetapi juga pada sektor lain salah satunya pertanian melalui pemberdayaan petani. Sinergi antar para petani, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta sangat penting untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Dan kegiatan ini juga menjadi ruang yang strategis dalam membangun jejaring, mengembangkan kapasitas petani, dan memperkuat fondasi pertanian organik yang berkelanjutan khususnya di provinsi Lampung. (pri/fajrs)

Kontributor: Tri Priyo Saputro 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Tekankan Growth Mindset dalam Pelepasan Wisudawan Pascasarjana

    UMS Tekankan Growth Mindset dalam Pelepasan Wisudawan Pascasarjana

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pembekalan dan pelepasan wisudawan Pascasarjana periode II Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 97 wisudawan pascasarjana mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Kamis (18/12). Direktur Sekolah Pascasarjana UMS Prof. M. Farid Wajdi, Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa […]

  • Berani Melangkah Keluar Batas

    Berani Melangkah Keluar Batas

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro, Anggota MPI PCM Solokuro Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau, hiduplah seorang anak buruh tani bernama Ardi. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan cangkul dan lumpur, membantu orang tuanya di ladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga mereka hidup sederhana, bahkan untuk makan sehari-hari terkadang harus menahan diri dari membeli […]

  • Wakil Rektor UM Bandung Ajak Mahasiswa Teladani Empat Karakter Nabi Muhammad SAW

    Wakil Rektor UM Bandung Ajak Mahasiswa Teladani Empat Karakter Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Dalam sambutannya di acara Baitul Arqam mahasiswa baru Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Wakil Rektor I Hendar Riyadi menyampaikan pesan penting tentang empat karakter Nabi Muhammad SAW yang harus diteladani oleh seluruh mahasiswa dan sivitas akademika. Acara yang diikuti oleh 728 mahasiswa […]

  • UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas. Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., […]

  • Menelusuri Kiprah Najihus Salam, Aktivis Muda Muhammadiyah Kaltim yang Menginspirasi

    Menelusuri Kiprah Najihus Salam, Aktivis Muda Muhammadiyah Kaltim yang Menginspirasi

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – April 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan intelektual Najihus Salam. Setelah 3 tahun 4 bulan, ia resmi diwisuda sebagai lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Namun, bagi Najihus, toga dan ijazah bukanlah garis akhir—melainkan awal dari perjuangan baru. Najihus Salam lahir dan tumbuh di Penajam Paser […]

  • Eco Bhinneka Muhammadiyah Angkat Potensi Lokal dan Inovasi Komunitas di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

    Eco Bhinneka Muhammadiyah Angkat Potensi Lokal dan Inovasi Komunitas di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow bertajuk “Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Surakarta, Kamis (6/8/2026). Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai bagaimana pengetahuan dan potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan sosial, lingkungan, dan ekonomi di tingkat […]

expand_less