Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Muhammad Indra, Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur

Banyak dari kita bergabung ke sebuah organisasi karena rasa cinta pada orang-orang di dalamnya. Ide tentang perubahan yang bisa diciptakan bersama cinta membuat kita rela begadang demi program kerja, menunda urusan pribadi demi rapat tak berujung, dan tetap bertahan meski lelah menggerogoti dari dalam.

Tapi ada satu kenyataan yang sulit dihindari, yaitu cinta saja tidak cukup. Dalam realitas organisasi, baik itu organisasi mahasiswa, komunitas sosial, maupun tim kerja, perjuangan sering kali lebih kompleks dari sekadar rasa suka atau kepedulian. Ada intrik, ketimpangan kerja, konflik kepentingan, bahkan kepemimpinan yang tidak berpihak. Cinta yang semula jadi bahan bakar perlahan berubah jadi beban emosional yang tak terbayar.

Kekecewaan sebagai Kekuatan, Menyusun Kembali Harapan

Banyak orang akhirnya pergi bukan karena berhenti peduli, tapi karena mereka sudah terlalu sering dikecewakan. Mereka tetap mencintai organisasi, tetapi tidak menemukan ruang yang sehat untuk bertumbuh. Ketika idealisme yang dibawa harus selalu dikompromikan dengan dinamika internal yang toksik, maka cinta perlahan kehilangan daya dorongnya.

Ini bukan tentang menyerah, tapi tentang menyadari batas bertahan dalam sebuah organisasi yang tidak lagi adil, tidak transparan, atau tidak memberi ruang pada suara-suara baru yang sering kali hanya membuat kita menjauh dari nilai yang dulu kita perjuangkan. Perjuangan tanpa keseimbangan justru bisa membunuh semangat itu sendiri.

Organisasi yang sehat seharusnya tidak hanya menampung cinta, tapi juga menyediakan struktur, ruang aman, dan budaya suportif yang membuat cinta itu bisa berkembang jadi aksi nyata. Ia bukan hanya tempat untuk “berjuang bersama,” tapi juga untuk saling menjaga. Cinta yang sehat bukan tentang mengorbankan diri sendiri terus-menerus, melainkan tentang menciptakan ruang di mana semua orang bisa tumbuh.

Maka, jika kamu merasa mulai hampa meski pernah sangat mencintai organisasi itu, barangkali memang waktunya berhenti sejenak. Bukan untuk lari, tapi untuk bernapas dan mengevaluasi. Apakah hak ini masih layak diperjuangkan, atau cinta itu memang sudah cukup sampai di sini?

Namun, jika kamu masih membaca ini, mungkin sebenarnya ada bara kecil dalam dirimu yang belum benar-benar padam. Bara itu adalah keyakinan bahwa perubahan masih mungkin, bahwa perjuanganmu tidak sia-sia, dan bahwa organisasi yang kamu cintai masih bisa diperbaiki.

Melangkah Meski Gemetar

Ingatlah, sejarah tidak pernah dibentuk oleh orang-orang yang selalu merasa nyaman, tapi oleh mereka yang memilih bertahan dan berjuang bahkan ketika keadaan terasa sangat tidak adil. Kekecewaan adalah bagian dari proses. Jangan biarkan luka itu mengubur seluruh harapanmu. Sebaliknya, gunakan rasa sakit itu sebagai pengingat bahwa kamu peduli dan jadikan kepedulianmu sebagai kekuatan.

Kamu tidak sendiri. Di luar sana ada banyak orang sepertimu, yang kecewa tapi belum menyerah, yang lelah tapi masih ingin melihat organisasi ini menjadi lebih baik. Carilah mereka, satukan suara, dan bangun ulang ruang yang pernah kamu cintai. Perubahan besar tidak pernah dimulai dari mereka yang diam dan mundur, melainkan dari mereka yang memilih untuk melangkah meski gemetar.

Wallace D. Wattles pernah menulis, “Jika kamu mencoba melakukan hal-hal besar dengan cara yang besar, maka kamu akan mendapatkan seluruh kekuatan yang ada.”

Kamu punya kekuatan itu. Kekuatan untuk bangkit, mengajak, menyuarakan, dan menyalakan lagi semangat yang sempat redup. Organisasi yang kamu inginkan mungkin belum ada, tapi ia bisa dilahirkan dari tangan-tangan yang tidak menyerah—tanganmu.

Maka, jika kamu memutuskan untuk bertahan, lakukanlah bukan karena terpaksa, tapi karena kamu tahu bahwa perjuanganmu punya arti. Cinta yang digerakkan dengan visi dan keberanian selalu cukup, bahkan lebih dari cukup untuk menciptakan perubahan nyata.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UMS Raih Silver Medal IPITEX Thailand Lewat Inovasi QryptoPay

    Mahasiswa UMS Raih Silver Medal IPITEX Thailand Lewat Inovasi QryptoPay

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Tim QryptoPay dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang digelar di Thailand. Penghargaan ini diraih melalui inovasi platform […]

  • Rektor UMS Bersama Komisi X DPR RI Bahas Penguatan Talenta Akademik dan Hilirisasi Riset di IBISA Purworejo

    Rektor UMS Bersama Komisi X DPR RI Bahas Penguatan Talenta Akademik dan Hilirisasi Riset di IBISA Purworejo

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengupas secara mendalam mengenai Peta Jalan Menuju Peneliti Unggul. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang juga merupakan Rektor BIM University menekankan pentingnya adopsi paradigma transformasi dan inovasi akademik. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Workshop Bina Talenta bertajuk “Penguatan Talenta Akademik melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi […]

  • Rektor UMS Ajak Muhammadiyah ‘Aisyiyah Jadi Pelopor, Penggerak Perubahan dan Pemersatu Umat

    Rektor UMS Ajak Muhammadiyah ‘Aisyiyah Jadi Pelopor, Penggerak Perubahan dan Pemersatu Umat

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO –  Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum., menghadiri Sarasehan Refleksi Milad ke-116 Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo pada Selasa (3/6) malam. Acara ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan menjadi momentum reflektif arah gerakan persyarikatan ke depan. Rektor UMS, Prof Harun menjadi […]

  • Fisioterapis UMS Latih Lansia Sukoharjo Atasi Nyeri Punggung Bawah

    Fisioterapis UMS Latih Lansia Sukoharjo Atasi Nyeri Punggung Bawah

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 12 mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) angkatan X yang bertugas di Puskesmas Baki menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Kenali dan Cegah Nyeri Punggung Bawah”. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Lansia di Balai Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 warga lansia ini […]

  • Wisuda ke-VIII UMLA: Meluluskan 867 Mahasiswa, Siapkan Fakultas Baru dan Fasilitasi Alumni Bekerja hingga Luar Negeri

    Wisuda ke-VIII UMLA: Meluluskan 867 Mahasiswa, Siapkan Fakultas Baru dan Fasilitasi Alumni Bekerja hingga Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,— Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VIII Program Diploma, Sarjana, dan Magister di Dome UMLA pada Sabtu (26/9/2026). Sebanyak 867 lulusan resmi dikukuhkan dalam proses yang menandai berakhirnya masa studi sekaligus dimulainya tahap pengabdian di masyarakat dan dunia kerja. Prosesi ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan tokoh pendidikan, antara lain Anggota […]

  • Water Station Resmi Hadir, Fakultas Teknik UMS Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    Water Station Resmi Hadir, Fakultas Teknik UMS Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 116
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi meluncurkan fasilitas Water Station pada Senin (27/4) di Hall Gedung H. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen UMS sebagai kampus ramah lingkungan sekaligus upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan akademik. Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun […]

expand_less