Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Muhammad Indra, Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur

Banyak dari kita bergabung ke sebuah organisasi karena rasa cinta pada orang-orang di dalamnya. Ide tentang perubahan yang bisa diciptakan bersama cinta membuat kita rela begadang demi program kerja, menunda urusan pribadi demi rapat tak berujung, dan tetap bertahan meski lelah menggerogoti dari dalam.

Tapi ada satu kenyataan yang sulit dihindari, yaitu cinta saja tidak cukup. Dalam realitas organisasi, baik itu organisasi mahasiswa, komunitas sosial, maupun tim kerja, perjuangan sering kali lebih kompleks dari sekadar rasa suka atau kepedulian. Ada intrik, ketimpangan kerja, konflik kepentingan, bahkan kepemimpinan yang tidak berpihak. Cinta yang semula jadi bahan bakar perlahan berubah jadi beban emosional yang tak terbayar.

Kekecewaan sebagai Kekuatan, Menyusun Kembali Harapan

Banyak orang akhirnya pergi bukan karena berhenti peduli, tapi karena mereka sudah terlalu sering dikecewakan. Mereka tetap mencintai organisasi, tetapi tidak menemukan ruang yang sehat untuk bertumbuh. Ketika idealisme yang dibawa harus selalu dikompromikan dengan dinamika internal yang toksik, maka cinta perlahan kehilangan daya dorongnya.

Ini bukan tentang menyerah, tapi tentang menyadari batas bertahan dalam sebuah organisasi yang tidak lagi adil, tidak transparan, atau tidak memberi ruang pada suara-suara baru yang sering kali hanya membuat kita menjauh dari nilai yang dulu kita perjuangkan. Perjuangan tanpa keseimbangan justru bisa membunuh semangat itu sendiri.

Organisasi yang sehat seharusnya tidak hanya menampung cinta, tapi juga menyediakan struktur, ruang aman, dan budaya suportif yang membuat cinta itu bisa berkembang jadi aksi nyata. Ia bukan hanya tempat untuk “berjuang bersama,” tapi juga untuk saling menjaga. Cinta yang sehat bukan tentang mengorbankan diri sendiri terus-menerus, melainkan tentang menciptakan ruang di mana semua orang bisa tumbuh.

Maka, jika kamu merasa mulai hampa meski pernah sangat mencintai organisasi itu, barangkali memang waktunya berhenti sejenak. Bukan untuk lari, tapi untuk bernapas dan mengevaluasi. Apakah hak ini masih layak diperjuangkan, atau cinta itu memang sudah cukup sampai di sini?

Namun, jika kamu masih membaca ini, mungkin sebenarnya ada bara kecil dalam dirimu yang belum benar-benar padam. Bara itu adalah keyakinan bahwa perubahan masih mungkin, bahwa perjuanganmu tidak sia-sia, dan bahwa organisasi yang kamu cintai masih bisa diperbaiki.

Melangkah Meski Gemetar

Ingatlah, sejarah tidak pernah dibentuk oleh orang-orang yang selalu merasa nyaman, tapi oleh mereka yang memilih bertahan dan berjuang bahkan ketika keadaan terasa sangat tidak adil. Kekecewaan adalah bagian dari proses. Jangan biarkan luka itu mengubur seluruh harapanmu. Sebaliknya, gunakan rasa sakit itu sebagai pengingat bahwa kamu peduli dan jadikan kepedulianmu sebagai kekuatan.

Kamu tidak sendiri. Di luar sana ada banyak orang sepertimu, yang kecewa tapi belum menyerah, yang lelah tapi masih ingin melihat organisasi ini menjadi lebih baik. Carilah mereka, satukan suara, dan bangun ulang ruang yang pernah kamu cintai. Perubahan besar tidak pernah dimulai dari mereka yang diam dan mundur, melainkan dari mereka yang memilih untuk melangkah meski gemetar.

Wallace D. Wattles pernah menulis, “Jika kamu mencoba melakukan hal-hal besar dengan cara yang besar, maka kamu akan mendapatkan seluruh kekuatan yang ada.”

Kamu punya kekuatan itu. Kekuatan untuk bangkit, mengajak, menyuarakan, dan menyalakan lagi semangat yang sempat redup. Organisasi yang kamu inginkan mungkin belum ada, tapi ia bisa dilahirkan dari tangan-tangan yang tidak menyerah—tanganmu.

Maka, jika kamu memutuskan untuk bertahan, lakukanlah bukan karena terpaksa, tapi karena kamu tahu bahwa perjuanganmu punya arti. Cinta yang digerakkan dengan visi dan keberanian selalu cukup, bahkan lebih dari cukup untuk menciptakan perubahan nyata.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rocky Gerung: Krisis Etos Republikan dan Urgensi Menempatkan Polisi dalam Bingkai Demokrasi

    Rocky Gerung: Krisis Etos Republikan dan Urgensi Menempatkan Polisi dalam Bingkai Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Filsuf sekaligus akademisi Rocky Gerung menilai demokrasi Indonesia tengah mengalami krisis etos republikanisme. Demokrasi, menurutnya, kian direduksi menjadi sekadar prosedur kekuasaan dan kemenangan elektoral, tanpa pijakan nilai yang berpihak pada kepentingan publik. Pandangan tersebut disampaikan Rocky saat menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Akademik “Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial” yang […]

  • UMS Tegaskan Peran Strategis dalam Pembinaan Pemuda Muhammadiyah se-Solo Raya

    UMS Tegaskan Peran Strategis dalam Pembinaan Pemuda Muhammadiyah se-Solo Raya

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan kader muda. Pada Jumat (27/6), Bertempat di Gedung Induk Siti Walidah, menjadi saksi konsolidasi dan silaturahmi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Karesidenan Surakarta, guna menguatkan semangat kolaborasi dan sinergi antar organisasi pemuda di wilayah Solo Raya. Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, hadir langsung […]

  • Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap keluhan keluarga yang sedang berduka justru merasa terbebani oleh tuntutan menyediakan jamuan bagi para pelayat. Fenomena tersebut memicu diskusi luas mengenai esensi takziah, batas antara tradisi dan ajaran agama, hingga pentingnya mengembalikan nilai empati kepada keluarga yang […]

  • Temu Alumni IPM Daerah Banyumas 2025, Ajang Silaturrahmi, Revitalisasi sekaligus Konsolidasi Organisasi

    Temu Alumni IPM Daerah Banyumas 2025, Ajang Silaturrahmi, Revitalisasi sekaligus Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Wangon, Banyumas- Kebersamaan yang penuh kekeluargaan terasa saat PD IPM Banyumas hadirkan alumni Angkatan 1980-2025 dalam acara Konpida (Konferensi Pimpinan Daerah) di Pesantren ar-Raudhoh Muhammadiyah Cabang Wangon, Sabtu, 3/5/2025 Kegiatan Temu Alumni IPM Daerah Banyumas lintas Angkatan ini menjadi media silaturahmi sekaligus penguatan diaspora kader Pimpinan Daerah IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Banyumas […]

  • MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sijunjung — Muslim for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (2/8/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sedekah Energi, yang kali ini mengusung tema “Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya.” Program […]

  • Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tiga mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengharumkan nama kampus dalam ajang Jambi Accounting Competition Seminar Nasional (JACSEN) 2025. Tim Femvisory yang terdiri dari Rumaisa Hisan, Elsa Rindy Viantika, dan Adira Rizqy Cahya Safitri ini menyabet juara 3 dalam cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah yang berlangsung di Universitas Jambi pada 3-5 […]

expand_less