Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengubah Cara Pandang: Dari Bumi sebagai Objek Menjadi Ruang Kehidupan Bersama

Mengubah Cara Pandang: Dari Bumi sebagai Objek Menjadi Ruang Kehidupan Bersama

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Krisis lingkungan yang semakin nyata hari ini tidak bisa lagi dilihat semata sebagai persoalan teknis. Di balik kerusakan alam, konflik sosial, hingga ketimpangan ekonomi, terdapat akar persoalan yang lebih mendasar: cara pandang manusia terhadap bumi.
Hal inilah yang menjadi benang merah dalam sesi pembuka Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah bertajuk Akar Krisis Lingkungan, Ketimpangan Sosial, dan Tantangan Pluralisme di Indonesia, pada 1 Mei 2026, yang berlangsung di Aula Asrama Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta.
Sesi ini menghadirkan Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, sebagai narasumber. Diskusi dimoderatori oleh Syahrul Ramadhan, dari GreenAbility Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Hening mengajak peserta untuk melihat bahwa akar krisis lingkungan berangkat dari cara manusia memandang bumi sebagai objek yang bisa dimanfaatkan sesuka hati.
Cara pandang ini tidak hanya datang dari sistem ekonomi yang mengejar keuntungan, tetapi juga dari pemahaman keagamaan yang belum utuh.
“Cara pandang kita terhadap bumi itu yang keliru. Kita menganggapnya sebagai objek yang bisa dieksploitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konsep khalifah fil ardh sering dipahami sebagai izin untuk menguasai alam, padahal seharusnya diiringi dengan tanggung jawab, keadilan, dan keseimbangan.
Diskusi kemudian diperdalam oleh Syahrul Ramadhan yang mengajak peserta melihat persoalan ini dari sisi spiritual. Ia mengingatkan bahwa dalam banyak tradisi, alam bukanlah sesuatu yang mati atau sekadar benda.
“Kalau kita melihat alam hanya sebagai objek atau komoditas, di situlah masalahnya dimulai. Padahal dalam banyak ajaran, alam itu punya nilai dan kehidupan,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan hal ini dengan kisah tentang sifat iblis, yang memandang manusia—yang berasal dari tanah—sebagai sesuatu yang lebih rendah dan tidak bernilai. Cara pandang yang merendahkan dan menganggap “yang lain” sebagai objek inilah yang kemudian menjadi akar dari sikap eksploitatif.
Ketika manusia melihat alam hanya sebagai benda tanpa nilai, di situlah pola pikir yang sama terus berulang—mengambil, menguasai, dan mengeksploitasi tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Akibatnya, krisis lingkungan tidak bisa dilepaskan dari ketimpangan sosial. Kekayaan dari sumber daya alam sering kali hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara masyarakat luas harus menanggung dampaknya. Dari sini, konflik sosial pun muncul.
Lebih lanjut, Hening Parlan memaparkan dampak nyata dari cara pandang yang keliru tersebut.
“Kita sedang menghadapi tiga krisis besar sekaligus: krisis iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kerusakan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat.
“Dampaknya bukan hanya ke alam, tapi juga memperbesar konflik sosial dan melemahkan kehidupan bersama,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan peserta, Hening menekankan bahwa batas antara pemanfaatan dan eksploitasi adalah pada prinsip sederhana: tidak merusak dan tidak berlebihan. Namun, ia juga mengakui bahwa dalam kenyataan, banyak orang dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, terutama karena tekanan ekonomi.
Karena itu, perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, sambil tetap mendorong perubahan yang lebih besar melalui advokasi dan kolaborasi.
Sebagai penutup, sesi ini mengajak peserta untuk membawa tiga hal penting. Pertama, menyadari bahwa akar krisis ada pada cara pandang kita, sehingga perubahan harus dimulai dari cara berpikir. Kedua, memahami bahwa krisis lingkungan adalah persoalan keadilan, bukan sekadar isu alam. Dan ketiga, menyadari bahwa setiap orang punya peran—sekecil apa pun—untuk ikut merawat bumi dan kehidupan bersama.
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinco Auto-Login: Это Действительно Безопасно?

    Pinco Auto-Login: Это Действительно Безопасно?

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Содержание Что такое технология Auto-Login в Pinco? Пошаговое руководство по настройке и использованию Безопасность и риски: Реальная оценка Проблемы и их решение Как функция Auto-Login влияет на бонусы и акции? Вывод: Безопасно ли это для вас? Pinco Auto-Login: Is It Actually Safe? Функция автоматического входа в игровые клубы, такая как Pinco Auto-Login, обещает невероятное удобство […]

  • Masuki Lahan Praktik, Mahasiswa Keperawatan UMKT Diingatkan Jaga Etika dan Kompetensi

    Masuki Lahan Praktik, Mahasiswa Keperawatan UMKT Diingatkan Jaga Etika dan Kompetensi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Sebanyak 257 mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengikuti Ucap Janji Kepaniteraan di Aula Gedung E Lantai IV Kampus 1 UMKT, Jalan Ir. H. Juanda Samarinda, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang menjadi gerbang awal mahasiswa memasuki lahan praktik klinik tersebut dihadiri Wakil Rektor UMKT […]

  • Spinit Casino platform – The Best Online Casino for All Players in Australia

    Spinit Casino platform – The Best Online Casino for All Players in Australia

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Searching for a quality online casino in Australia can be tough. I’ve tried many, and Spinit Casino always makes the shortlist. It’s not just the massive range of games, which numbers in the thousands, but the complete offering. The site appears like it was created for Australians. From the first click, you get a sense […]

  • IMM KH Mas Mansur UMS Hidupkan Semangat Dakwah melalui Program TPA dan Kajian Fastabiqul Khairat

    IMM KH Mas Mansur UMS Hidupkan Semangat Dakwah melalui Program TPA dan Kajian Fastabiqul Khairat

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses melaksanakan program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan kajian Fastabiqul Khairat. IMM sebagai organisasi pergerakan pemuda islam di tingkat mahasiswa memiliki peran dalam menyebarluaskan dakwah islam serta pembentukan masyarakat akan pemahaman Al-Qur’an dan […]

  • Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur 2024, Ciptakan Kader Hizbul Wathan yang Militan, Unggul, & Kompeten.

    Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur 2024, Ciptakan Kader Hizbul Wathan yang Militan, Unggul, & Kompeten.

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Diklat Lanjutan dan Diklat Instruktur Hizbul Wathan Kafilah Penuntun Moh Djzman Universitas Muhammadiyah Surakarta resmi dilepas pada 11 Mei 2024. Pelaksanaan Diklat ini berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 11 Mei, sampai dengan 18 Mei 2024. Kegiatan ini berlokasikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kawasan Hutan Tloglodlingo, Tebing Bandardawung dan Waduk Mulur. Sebelum […]

  • Mendorong Legalitas UMKM: Sertifikasi Halal sebagai Kunci Daya Saing Produk Lokal

    Mendorong Legalitas UMKM: Sertifikasi Halal sebagai Kunci Daya Saing Produk Lokal

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEMALANG – Indy Alfin Faujie, Mahasiswa S1 Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga, mendapat kesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 109 UIN Saizu. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada para […]

expand_less