Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ummu ‘Afifah, Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Di era media sosial yang serba cepat ini, tak butuh waktu lama bagi seseorang untuk merasa “dekat” dengan selebritas idolanya. Hanya dengan membuka Instagram atau TikTok, kita bisa tahu artis favorit kita sedang makan apa, liburan ke mana, bahkan sedang curhat soal masalah pribadinya. Batas antara publik dan pribadi menjadi semakin kabur. Dalam sekejap, kekaguman pun berubah menjadi keterikatan emosional yang intens, seolah-olah mereka bagian dari hidup kita.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak dulu orang punya tokoh panutan atau idola. Tapi kini, dengan koneksi digital tanpa batas, hubungan itu terasa semakin nyata. Sayangnya, yang tampak seperti hal sepele ini bisa pelan-pelan menyusup ke ranah yang jauh lebih dalam: kesehatan mental.

Dari Kagum Menjadi Terlalu Terikat

Mengidolakan seseorang bisa menjadi sumber motivasi dan semangat. Namun, tidak sedikit orang yang tanpa sadar melangkah lebih jauh, melewati batas wajar. Perasaan suka itu berubah menjadi obsesi, yang dalam istilah psikologi dikenal sebagai celebrity worship. Bukan hanya sekadar mengagumi, tetapi merasa sangat terikat secara emosional, bahkan seolah-olah hidup mereka punya makna karena keberadaan sang idola.

Penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tingkat intensitas celebrity worship. Di level terendah, seseorang hanya mengidolakan artis untuk hiburan. Namun, semakin dalam, mulai terbentuk ikatan emosional yang tidak rasional. Bahkan, pada tahap paling ekstrem, seseorang bisa merasa memiliki sang idola, atau bersedia melakukan hal-hal berisiko demi mereka.

Apa yang terlihat sebagai kekaguman biasa, sebenarnya bisa merusak banyak aspek dalam hidup seseorang, mulai dari cara memandang diri sendiri, hingga kehilangan arah hidup.

Pelarian dari Dunia Nyata

Bagi sebagian orang, mengikuti kehidupan artis bisa menjadi pelarian dari realitas yang keras. Ketika merasa kesepian, tertekan, atau tak puas dengan diri sendiri, dunia selebritas terasa seperti ruang pelipur lara. Tapi pelarian ini bukan solusi. Justru bisa memperburuk keadaan ketika kenyataan kembali menampar, karena tidak ada strategi coping yang benar-benar dibangun.

Layar kaca dan media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan sang idola, tubuh ideal, wajah tanpa cela, rumah mewah, pasangan sempurna. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan. Mulai merasa tak cukup. Lama-kelamaan, identitas diri pun tergeser oleh ilusi yang kita ciptakan sendiri.

Hubungan yang Tak Pernah Seimbang

Ikatan antara penggemar dan selebritas adalah hubungan sepihak, atau dalam psikologi disebut parasosial relationship. Kita merasa dekat, mengenal, bahkan menyayangi mereka. Tapi sang idola? Tak tahu kita ada. Dan saat mereka melakukan sesuatu yang tak kita harapkan—menikah, berhenti berkarya, bahkan ganti gaya hidup—kita bisa merasa dikhianati, seolah kehilangan seseorang yang sangat berarti.

Ironisnya, hubungan semu ini bisa menyita banyak energi emosional. Waktu habis untuk stalking, begadang demi update terbaru, lupa tidur, lupa makan, bahkan menjauh dari orang-orang di sekitar yang nyata hadir dalam hidup.

Ketika Kesehatan Mental Mulai Terganggu

Psikologi mengenal konsep well-being atau kesejahteraan mental dan emosional. Carol Ryff, seorang psikolog terkenal, menyebut bahwa kesejahteraan sejati mencakup enam aspek penting: penerimaan diri, relasi sosial yang sehat, kemandirian, kemampuan mengontrol hidup, tujuan hidup yang jelas, dan pertumbuhan pribadi.

Sayangnya, pada banyak kasus celebrity worship yang berlebihan, semua aspek itu terganggu. Orang mulai kehilangan arah hidup karena terlalu sibuk mengikuti kehidupan orang lain. Mereka merasa rendah diri, menjauh dari hubungan sosial yang nyata, dan kehilangan kendali atas emosi—semuanya karena satu hal: hidup mereka terlalu bergantung pada eksistensi seseorang yang bahkan tidak mengenal mereka.

Penelitian pun membuktikan, penggemar fanatik selebritas cenderung lebih rentan mengalami kecemasan, depresi, dan kesepian. Mereka memiliki kepuasan hidup yang lebih rendah dan lebih sulit mengelola emosi secara sehat.

Mencintai Diri, Bukan Bayangan Orang Lain

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Langkah pertama adalah menyadari batas wajar. Mengidolakan itu boleh—bahkan sehat, selama tidak mengganggu kehidupan pribadi. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah aku masih hidup untuk diriku sendiri, atau sudah terlalu larut dalam hidup orang lain?

Kita juga perlu mengingat bahwa artis adalah manusia biasa. Mereka punya luka, punya cacat, punya kekurangan yang tidak selalu tampak. Menyadari ini bisa membantu kita berhenti menaruh ekspektasi tak masuk akal.

Yang tak kalah penting adalah memperkuat hubungan nyata di dunia sekitar. Peluk kembali keluarga, sahabat, komunitas. Bangun kembali tujuan dan cita-cita hidup kita. Apa yang membuat kita bahagia? Apa yang membuat kita bangga akan diri sendiri?

Dan terakhir, batasi konsumsi media sosial. Jangan biarkan algoritma mengatur perasaan kita. Pilih konten yang membangun, bukan yang membuat kita merasa kecil.

Mengidolakan seseorang bisa jadi hal yang menyenangkan. Tapi jangan sampai kekaguman itu mengaburkan siapa diri kita sebenarnya. Sebab, pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang kita idolakan, tapi tentang bagaimana kita menjalani hari-hari sebagai diri kita sendiri.

Kesehatan mental adalah hak semua orang. Jangan tukar ketenangan jiwa hanya demi ilusi kehidupan orang lain. Lebih baik menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, daripada bayangan buram dari kehidupan orang lain.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggung Enterpreneur AMM Grogol Season 2 : Motivasi dan Inspirasi untuk Pemuda

    Panggung Enterpreneur AMM Grogol Season 2 : Motivasi dan Inspirasi untuk Pemuda

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Grogol, 13 Juli 2025 – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) PCPM Grogol kembali mengadakan kegiatan Panggung Enterpreneur yang kedua setelah launching pada tanggal 22 Juni 2025. Kegiatan ini diadakan satu tahun 24 kali, yaitu satu bulan 2 kali, dengan tujuan memotivasi dan menginspirasi pemuda-pemudi Grogol untuk menjadi enterpreneur sukses. Pada kegiatan kedua ini, AMM Grogol […]

  • UMS Gelar Malibujari, Calon Wisudawan dan Orang Tua Sampaikan Apresiasi

    UMS Gelar Malibujari, Calon Wisudawan dan Orang Tua Sampaikan Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id kembali menggelar kegiatan Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) sebagai bentuk apresiasi bagi calon wisudawan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, Kamis (2/4) malam. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman, Kampus 1 UMS. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko […]

  • Meriahkan Ramadhan 1446 H: Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut Gelar Bazar

    Meriahkan Ramadhan 1446 H: Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut Gelar Bazar

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Bazar Ramadhan menjadi agenda tahunan bagi warga Muhammadiyah cabang Ngunut Tulungagung. Tahun ini, Majlis Ekonomi Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut menggelar bazar selama 2 hari pada hari Sabtu dan Ahad, 15-16 Maret 2025 M/ 15-16 Ramadhan 1446 H. Bertemakan “Semangat Kebersamaan Memajukan Ekonomi Ummat” menjadi harapan dan motivasi ibunda Aisyiyah Ngunut untuk memajukan […]

  • Kajian Parenting SMP Ahmad Dahlan: Rahasia Mencetak Generasi Shalih di Sekolah Shalih Rumah

    Kajian Parenting SMP Ahmad Dahlan: Rahasia Mencetak Generasi Shalih di Sekolah Shalih Rumah

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 182
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sukoharjo, 1 Desember 2024 – SMP Ahmad Dahlan Boarding School – Fullday School kembali menyelenggarakan Kajian Parenting dengan tema “Shalih di Sekolah, Makin Shalih di Rumah”. Kegiatan rutin ini dihadiri oleh orangtua/wali siswa, guru, dan karyawan. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak yang shalih, berprestasi, dan […]

  • Mahasiswa KKNMAS Gelar Penyuluhan Stop Bullying di SD 12 Maredan Barat

    Mahasiswa KKNMAS Gelar Penyuluhan Stop Bullying di SD 12 Maredan Barat

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKNMAS) kelompok 89 Desa Maredan Barat menggelar penyuluhan bertema “Stop Bullying” di SD Negeri 12 Maredan Barat, baru-baru ini. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 siswa kelas VI yang tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKNMAS tidak hanya memberikan penjelasan mengenai […]

  • Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan Kopdar ke-4 pada Sabtu, 1 November 2025, di Aula Masjid Al Fattah, Jl. Mayjend Suprapto, Tulungagung. Mengangkat tema “Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika,” kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan pengusaha dan pegiat bisnis. Sesi pertama menghadirkan […]

expand_less