
KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tulungagung menggelar acara Refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109 pada Ahad (17/5/2026) di Hall Walidah Tulungagung. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, momentum ini menjadi bukti nyata konsistensi gerakan perempuan berkemajuan yakni ‘Aisyiyah dalam menjawab tantangan zaman melalui aksi-aksi sosial yang konkret.
Dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Tulungagung dan beberapa tokoh penggerak Aisyiyah Tulungagung di periode sebelumnya. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini digelar berdasarkan Panduan Milad 109 Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah untuk menyemarakkan milad. Tidak sekadar menjadi ruang refleksi, perayaan milad tahun ini juga diwarnai dengan Launching Tiga Layanan Terpadu dan Peresmian Gedung Pertemuan (Hall) Walidah.
Meneguhkan Peran Strategis Perempuan melalui Kerja Nyata
Dalam sambutannya, Ketua Umum PDA Tulungagung, Imroatin,S.Pd, menegaskan bahwa bertambahnya usia organisasi harus berbanding lurus dengan kematangan dalam berjuang. Perempuan memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai.
“Tema milad kali ini menuntut kita untuk benar-benar menjadi organisasi yang mampu mendamaikan melalui kerja nyata dan menjadi tokoh teladan di tengah masyarakat. Kita harus memaknai dan melanjutkan perjuangan ‘Aisyiyah dengan tidak gampang menyerah”, tegas Imroatin.

Gebyar Agenda Milad ‘Aisyiyah Tulungagung
PDA Tulungagung mengumumkan rangkaian agenda strategis diantaranya, pemasangan banner Milad Aisyiyah secara masif, pelaksanaan Apel Milad di setiap lembaga pendidikan ‘Aisyiyah dengan melibatkan PCA masing-masing, aksi Ta’awun Sosial, dan puncaknya adalah Pengajian Milad ‘Aisyiyah.
Inovasi Gerakan: Launching Tiga Layanan Terpadu
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, PDA Tulungagung resmi meluncurkan Tiga Layanan Terpadu. Pertama, BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah). Kedua, BAKESOS (Balai Kesejahteraan Sosial). Ketiga, POSBAKUM (Pos Pendampingan Hukum). Layanan ini hadir sebagai solusi atas berbagai problem masyarakat, khususnya di bidang sosial dan hukum. Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pula peresmian Hall Walidah. Diambil dari nama istri KH. Ahmad Dahlan, sebagai simbol filosofis penggerak utama perjuangan perempuan ‘Aisyiyah.
Refleksi Filosofis Milad ‘Aisyiyah ke-109*
Sesi refleksi yang disampaikan oleh Endah Wijayanti, M.Pd, memberikan tamparan spiritual sekaligus motivasi mendalam bagi para anggota ‘Aisyiyah. Beliau mengingatkan bahwa milad adalah cermin sekaligus kompas organisasi.
“Dakwah dakwah Aisyiyah tidak boleh hanya berhenti di atas mimbar. Dakwah kita harus nyata: menyentuh perut yang lapar, mengisi kepala yang bodoh, dan mengobati tubuh yang sakit. Semua ini membutuhkan kolaborasi” urai Endah.
Beliau juga menambahkan bahwa perdamaian dunia harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Selain itu, ‘Aisyiyah saat ini juga membutuhkan kader yang tidak hanya banyak bicara, tetapi juga banyak bekerja.
Menutup rangkaian refleksi, Anawiyah, S.Ag, M.Pd, sesepuh ‘Aisyiyah Tulungagung memberikan penegasan penting mengenai khittah organisasi. Beliau mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah bukanlah sekadar majelis taklim, melainkan sebuah organisasi dinamis yang bergerak di seluruh lini kehidupan masyarakat.
“Oleh karena itu, setiap perjuangan yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah” pungkasnya.
Dengan diluncurkannya berbagai layanan baru dan semangat refleksi ini, PDA Tulungagung siap melangkah lebih mantap dalam mengokohkan kemanusiaan dan menebar perdamaian di masyarakat.
Kontributor: Khamidah Naimawati



